Suami Pilihan Ku

Suami Pilihan Ku
Lebih dekat.


__ADS_3

"Robin apapun usahamu saya tetap tidak akan menikahimu,"Shyeiraa berkata sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Robin mengikuti.Tanpa bergeming.


"Ah,satu lagi saya tidak suka dengan nama Robin.Karena namamu Robin Altezza bagaimana kalau saya panggil kamu Ezza bukankan menggemaskan,"Bersemangat merasa memiliki adik.Namun ia tidak tahu bahwa pria yang sedang berada di hadapannya itu sungguh peka.


"Nona.Saya bukan adikmu,tolong perlakukan saya layaknya calon anda saat perjanjian ini berlangsung.Tapi jika hal itu membuat anda nyaman lakukan apapun yang anda inginkan,"


Wah dia menggodaku.Sialan!wajahnya itu benar-benar kelemahan terbesar ku.Ibu maafkan lah putri mu yang begitu naif akan wajah tampan ini.😫


Berjalan masuk kedalam rumah.Shyeiraa mendapati ayah dan kedua orang tua


Robin sedang bersenang-senang.Mengobrol penub canda tawa.Shyeiraa mengerutkan wajah tampak raut wajah penuh kebersalahan.


Dia tahu Diana sangat menyayanginya,membayangkan kekecewaan yang di alami oleh Diana sudah membuat Shyeiraa menciut penuh akan penyesalan.Tapi dia tahu bukan saatnya lemah,inilah kesulitan yang harus ia lewati untuk berhasil mencapai tujuan yang ia buat dengan keputusannya sendiri.


Shyeiraa mendekat.Ia menundukkan kepalanya.


"Maaf tapi saya harus pergi sekarang ada jadwal mengajar hari ini saya harus bergegas,"kata Shyeiraa tidak bersemangat.


"Mengajar?"


"Ah saya seorang tutor di sebuah tempat les,"


"Wah ngajar apa sayang?"


"Komputer tante,"


"Begitu?yasudah bareng kita aja sekalian jalan pulang,"


"Eh nggak usah om saya bisa sendiri kok,lagian nggak mau ngobrol sama ayah lebih lama?"


"Kalau begitu,diantar Robin mau ya?"


"Hmmmmm,"menoleh ke arah subjek pembicaraan."Iya,"menyeringai senang seolah mendapatkan sesuatu yan menguntungkan untuknya.


Yah walau hubungan kita nggak baik tapi kan lumayan kalau dianterin sama orang ganteng,dan lagi sekalian bisa ngirit ongkos.


Shyeiraa bergegas ke kamarnya mengganti pakaian dan mengambil tasnya di dalam lemari lalu mengikat rambutnya.Setelah siap ia langsung pergi bersama Robin dengan mobilnya.


"Nona tempatnya dimana,"


Shyeiraa melirik jamnya.Berpikir keras.


Masih ada sekitar 45 menit lagi sebelum kelas dimulai.Yah aku keluar cepat juga karena malas meladeni pertanyaan om dan tante.Tapi nggak mungkin juga kalau berangkat sekarang.Hmm kalau begitu nggak ada cara lain,sudah lama aku berniat melakulan ini akhirnya ada waktu dan atm berjalan.


"Emm kamu tahu toko buku besar di jalan ** kita kesana dulu aku mau beli sesuatu,"


"Aku?"

__ADS_1


"Kenapa aku kan lebih tua nggak papa dong santai dikit,cepatlah,"


"Ahh komik korea yang baru jadi buku itu ya?"


"Apa?nggak kok!a,aku mau beli buku penting tahu,"


"Nona hanya anda yang nggak tahu selera calon anda sendiri.Saya tahu nona suka komik,"


"Biarin emangnya nggak boleh,"


"Saya nggak bilang begitu,tapi... kerja buat beli komik itu agak kekanak-kanakan nggak sih,"


"Sialan kamu....."


"Hahhahaha.Nona menggemaskan sekali saat malu,"


"Haha.Udah ketawanya?!jalan sana cepat nanti komiknya habis gimana.Kamu aku botakin kalau komiknya nggak ada,"


"Iya.iya,"


Robin menyalakan mobilnya dan melaju memecah keramaian jalanan.Melintasi pohon-pohon yang tumbuh mengiasi pingir jalanan,melewati lampu lalu lintas dan menghantam polisi tidur.Shyeiraa menyenderkan kepalanya di kursi mobil dan menatap keluar jendela di sebelahnya.Tiba-tiba mobil berhenti dipinggir jalan,saat hendak menoleh kearah Robin.


"Hei,apa yang......."


"Nona kenapa pengamannya tidak dipakai,kalau terjadi hal yang tidak baik kan bisa......"


Wajah mereka bertemu hanya berjarak lima cm.Jika dalam film atau komik biasanya di waktu dan posisi ini pasangan akan berciuman.Wajah keduanya berubah menjadi merah merona suara detak jantung yang berdebar kencang terdengar karena kesunyian di dalamnya.Bukan Shyeiraa yang berdebar tapi Robin.Ia merasakan musim semi.


"Aduh,"


"Kenapa nggak ngomong aja,dasar caper,"Gerutu Shyeiraa tidak suka.


"Nggak tuh siapa yang cari perhatian aku cuma,"Robin menyangkal,kemudian menjauhkan tubuhnya.dan saling membuang muka satu sama lain.


"Cuma apa?emang kamu nggak bisa bicara apa.Anak kecil jauh-jauh sana,"cetus Shyeiraa,sambil menggangkat ujung bibirnya membuat seringai mempermainkan.


"Siapa yang anak kecil,"protes Robin.Sambil kembali melajukan mobilnya.


"Kamu lah masa aku,"Shyeiraa mulai menyindir.


"Kita cuma beda lima tahun.Lagian kalau bandingin dengan fisik yang kayak anak kecil itu siapa?"Robin menyangkal dan mulai membeberkan fakta.


"Eh bawa-bawa fisik dia,aku cewek kali wajar tubuhku kecil,"Shyeiraa menjelaskan dengan penuh percaya diri.


"Hah?"balas Robin mengejek.Semakin mempermainkannya dengan raut wajah merendahkan.


"Hah?! kamu bilang,"


"Nona cebol sih,"

__ADS_1


"Brengsek!"Shyeiraa mulai mengumpat,kehabisan kata-kata untuk membalas.


Saling diam-diaman merajuk satu sama lain.Padahal baru saja bertemu hari ini,tapi sudah bisa bertengkar layaknya sahabat.Shyeiraa memang begitu,sifatnya yang supel dan ceria menjadi faktor utama yang membuatnya mudah dekat dengan orang lain.Sedangkan Robin yang sifatnya lembut dan baik karena profesinya sebagai dokter membuatnya juga harus bisa dekat dengan orang lain dalam waktu singkat.


Tidak terasa mereka sudah sampai di toko buku yang Shyeiraa pinta.Shyeiraa menuruni mobilnya,masih acuh.Robin menghela napasnha panjang.


"Nona saya parkir dulu,nanti saya susul,"kata Robin menjelaskan dengan suara yang melembut dari pada tadi.


"Terserah.Memangnya aku perduli,kamu pulang saja sana ganggu tau nggak,"menutup pintu mobil dengan kuat dan berlalu memasuki toki buku meninggalkan Robin didalam mobil.


Marah ya? berguman sendiri lalu memarkirkan mobilnya dan menyusul Shyeiraa masuk ke dalam toko buku.


Robin mencari-cari Shyeiraa dan menwmukan gadis itu di tempat dimana komik-komik korea terjual di sana.Shyeiraa mengambil begitu banyak komik.Tidak hanya yang ia tunggu tapi semua yang membuatnya tertarik ia beli tanpa pikir panjang.


"Nona,"panggil Robin ragu.


"Apa?"menjawab ketus.


"Nona masih marah pada saya?"


"Nggak.Kenapa harus marah,"


"Hmm,bagaimana kalau saya yang bayarkan semua buku yang nona beli,sebanyak apapun nggak masalah kok,"


Hah kalau itu sih wajib.Emm tapi tadi dia bilang sebanyak apapun nggak papa kan.Hehe.


"Kalau maksa yaudah,"menjawab dengan mood yang membaik.


"Bilang saja kalau mau apapun,"


"Benarkah?"


"Tentu,"


Setelah selesai membeli lebih dari sepuluh macam komik Senyum gembira tampak pada wajahnya,lesung pipinya terlihat,ho menggemaskan sekali.Robin yang melihat Shyeiraa sambil tertawa kecil merasa lucu dengan tinggkah imut Shyeiraa.Namun,tiba-tiba hatinya berdebar.Sesuatu di dalam dirinya terasa meledak-ledak,rasanya seperti sakura yang mekar di musim semi.


Selesai membayar Shyeiraa menggambil buku-bukunya yang dibungkus dengan rapi membawanya masuk ke dalam mobil.Robin mengikutinya dari belakang masih menatap wanita itu dalam.


"Kamu kenapa sih?aku udah nggak marah kok,serius.Tapi sebagai ucapan terimakasih,gimana kalau kita sekarang ke toko kue.Kita makan tiramisu satu loyang yuk,"


"Eh.I,iya.Loh tapi bukannya......"


"Udah nggak usah banyak mikir.Ini aku yang bayar kok,tenang aja,"


"Eh nggak bukan uang,tapi..."


"Ck.Jalan nggak!bacot banget sih,"


"Kalau kenapa-kenapa bukan salah saya ya,"

__ADS_1


"Emangnya makan tiramisu bisa kena masalah apaan coba,aneh,"


__ADS_2