
"Ayah,"panggil Shyeiraa.Suaranya sudah gemetar dan penuh harap.Ia mengiginkan setidaknya satu kali saja dalam hidupnya ia memilih sendiri dan pernikahan jika sampai ayahnya juga yang memutuskan maka apa gunanya kehidupan yang ia miliki jika hanya dikendalikan.
Ini hidup dimana lika-liku kadang dibutuhkan jalan lurus tanpa hambatan menuju masa depan yang indah memang diminati setiap manusia tapi.Menjadi diri sendiri dan hidup dengan keputusan yang dibuat sendiri kadang lebih memuaskan,karena setidaknya ia tidak akan menyesal karena itu pilihannya.
"Kalau begitu cari dan bawa pilihanmu pada ayah,dia yang bersedia menikahi dan membahagiakanmu.Tapi sebelum kamu menemukannya perjodohanmu dengan Robin tetap berlangsung.Waktu mu hanya sampai sebelum hubunganmu menjadi resmi dengannya,"kata ayah.Ia menyerah sebab alasan ia melakukan ini semata karrna ingin anak perempuan satu-satunya yang sangat ia cintai bahagia.Bagaimana bisa ia lupa akan tujuannya.
"Baiklah,terimakasih ayah,"ucap Shyeiraa,wajahnya berbinar senang atas kesempatan yang ayahnya berikan.
Setelah perdebatan panjang itu ayah kembali kekamarnya begitu pula Shyeiraa.Tapi Shyeiraa tidak bisa tidur lagi.
Ba,bagaimana ini waktunya sangat sedikit.Ahhh aku tidak menyangka ayah akan menikahkanku tiba-tiba begini.Pertama aku harus mencari pria idamanku,tapi yang seperti apa ya,munggkin bisa kupikirkan saat melihat wajahnya.Iya tapi siapa?dasar otak bodoh.Bagaimana kalau kita cari di internet pri tertampan di negara ini,hehe.
Shyeiraa mulai membuka komputer yang berada di atas meja kerjanya,ia menuliskan apa yang ia cari,seluruh bio dan profil muncul salah satu membuatnya terpikat.
"Wahhh ternyata ini pria yang sering diperbincangkan,dia jadi presdir perusahaan sebesar itu di usia yang sangat muda ya,hanya selisih dua tahun dariku.Tampan sekali,dia idaman bangettt.Eh sadar dong Tuan muda sepertinya dan sebutir debu sepertiku,mimpi aja nggak kesampean,"berguman sendiri.
Cukup lama ia memainkan komputernya,hingga membuatnya lelah dan menghentikan aktifitasnya itu.Ia melihat jam yang menunjukkan pukul 06.00 pagi.Syeiraa segera mandi dan bergegas memasak makanan untuk sarapan.
Ayahnya sengaja tidak bekerja hari ini,mereka sarapan dengan santai,Shyeiraa sama sekali tak memulai obrolan begitu pula ayahnya,setelah sarapan berakhir seperti biasa Shyeiraa akan membereskan meja dan mencuci piring,belum selesai dengan itu ia juga langsung memasak berbagai macam kue dan makan siap untuk disajikan saat tamu yang diundang ayahnya datang.
Setelah selesai memasak ia mulai membereskan rumah hingga mengkilat,selesai.Persiapan sudah sempurna,tapi sekarang orang yang akan menjadi peran utama malah kelelahan dan mengantuk.Shyeiraa kembali kekamarnya ia berniat untuk istirahay sebentar,tapi ia malah tidur dengan lelap hingga siang.
"Hmmm jam berapa ini,Eh sudah siang duhhh kesiangan,tamunya sudah datang belum ya?"
Shyeiraa bergegas keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang tamu dan benar saja disana sudah ada tamu yang ditunggu bahkan sudah menhobrol dengan ayahnya.
Shyeiraa mengikat rambutnya lalu ke dapur mempersiapkan teh untuk mereka dan memotong kue yang tadi ia buat dan menyajikannya di atas piring lalu membawa teh dan kue nya bersamaan diatas nampan.
Ia berjalan ke ruang tamu,seaampainya disana ia menyajikan apa yang ia bawa diatas meja.Seorang wanita yang melihat Shyeiraa terperanjak dari duduknya.
__ADS_1
"Ini,ini Benar Shyeiraa?"
"Iya tante ini saya,"
"Kamu cantik sekali,ya ampun tante pangling deh,kamu sudah besar ya,"
"Iya haha,"
"Shyeiraa duduk sini,"perintah ayah menepuk sofa kosong di sebelahnya.Shyeiraa menurut dan duduk di sebelah ayahnya.
"Shyeiraa lihat ke situ,"perintah ayah lagi,menunjuk seorang pria dengan tubuh indahnya duduk di bagian tegah sofa yang berada di ruang tamu.Jujur saja Shyeiraa benar-benar tidak melihat ada orang disana tadi,tapi saat ayahnya menyuruhnya melihat ia kesana.
Ia mendapati seorang pria tampan dengan tubuh indah,matanya biru langitnya bersinar, rambut hitamnya yang jatuh menutupi keningnya membuatnya terlihat lembut dan sayu.Membuat gadis itu menjadi bisu seribu bahasa.Saat mata mereka bertemu pria itu tersenyum dengan hangat hingga tidak hanya membuat Shyeiraa membisu bahkan mematung tanpa menghembuskan napas.
"Shyeiraa,"panggil ayah.
"Eh,iya.Kenapa yah?"
Gila ayah benar-benar menjodohkanku dengan Robin,dia memang tampan dan kaya, keluarganya juga sudah seperti orang tuaku sendiri.Tapi aku tetap nggak bisa menikahi pilihan ayah apalagi sama anak kecil sepertinya.Pernikahanku adalah hak ku maka dari itu aku lah yang akan memutuskan siapa yang akan aku nikahi dan seperti apa pernikahanku.Maaf tapi tidak untuk kali ini ayah.
"Shyeira kami datang kesini untuk melamarmu menjadi pasangan putra kami,perjodohan ini hanya akan berlangsung jika kamu setuju,jadi jangan terbebani,"kata om Hannes.Suaranya terdengar serius dengan penuh kasih sayang.
Hannes adalah pria yang berasal dari luar negeri tapi menetap disini sejak kecil bersama orang tuanya matanya biru dan rambutnya pirang.Semasa sekolah ia selalu dikucilkan dan dijauhi saat itu hanya ayah yang mau berteman dengannya,sejak saat itulah persahabatan yang terjalin dengan haonis sampai saat ini bertahan,lalu saat menduduki bangku sma Hannes dan Ruslan bertemu dengan Diana dan Melisa yang sekarang telah menjadi pasangan mereka masing-masing namun saat melahirkan Shyeiraa,Melisa yang memipiki tubuh lemah tidak dapat diselamatkan.
Pria modern sepertinya tidak mungkin memakai metode perjodohan kepada putranya,lalu kenapa ia bisa menyejui ini.
"Ayah bilang pada saya sangat tiba-tiba,saya tidak tahu barus bagaimana,kalau tidak keberatan boleh saya bicara empat mata dengan Robin,"ucapanya serius.
Ayah tak memprotes ucapannya begitu pula Diana dan Hannes,mererka menggangukkan kepala dan mempersilahkan Shyeiraa.Ia membawa pria itu keluar tumah menuju teras dan menduduki kursi yang ada di sana.
__ADS_1
"Robin terakhir ketemu kamu kita masih kecil bahkan kamu masih bayi,sekarang sudah besar ya,"
"Begitu,apakah saat kecil saya imut,"
Tuh kan dia masih kayak anak kecil dimataku,gimana bisa dia jadi suamiku,ayah gimana sih.
"Robin sa,saya tidak bisa menikah dengan kamu,tapi saya juga tidak bisa membatalkan perjodohan ini.Jadi saya mau bilang tolong jangan sukai saya apapun yang terjadi,nanti jika saat saya harus meninggalkan kamu datang,kamu tidak akan sakit hati.Ini sulit dipahami jadi dengarkan dan lakukan saja,"
"Tidak bisa.Biarpun saya tidak menyukai nona bahkan jika nona berniat kabur dari saya sekalipun saya akan tetap memperjuangkan nona,karena itu yang orangtua saya inginkan,"
"Kamu tidak mengerti ini pernikahan dimana hanya satu kali dalam hidup,kita tidak bisa mengatakan iya dengan mudahnya saat dijodohkan,ini hidup kita,"
"Saya tidak bisa menentang orang tua saya,mereka yang membesarkan saya dengan kerja keras dan penuh cinta dan membuat saya seperti sekarang hanya meminta nona sebagai imbalannya,"
"Robin ini salah,"
"Tidak ada yang salah nona.Jika masalah cinta hal itu bisa datang dan tumbuh seiring berjalannya waktu,"
"Kamu memang nggak akan bisa mengerti.Apakah menjadi dokter adalah keinginanmu?"
"Tentu saja,"
"Saya tidak sepertimu hidup dengan keinginanmu sendiri,saya selalu hidup dengan keputusan ayah.Tapi tidak untuk pernikahan yang akan menentukan masa depan saya,"
"Sa........."
"Saya akan meninggalkanmu dan membawa pasangan saya di hari pernikahan kita,masih berani memperjuangkan saya,"
"Tentu saja,"
__ADS_1
"Baiklah,"
Pertarungannya dimulai sekarang.