
Seusai makan malam ayah kembali kekamarnya dan beristirahat,sedangkan Shyeiraa menyiapkan secangkir jus dan memotong tiramisu yang ayah belikan untuknya,lalu ia berjalan ke ruang keluarga,membuka tv dan siap menonton drama korea terbaru yang dibintangi aktor kesukaannya.
Bagi wanita sepertinya melihat sesuatu yang indah adalah yang terbaik dalam menyenangkan hati.Ia sudah bekerja keras sejauh ini bekerja di tempat les sebagai seorang tutor.Gadis lulusan komputer itu sebenarnya pernah berniat bekerja di sebuah perusahaan besar,namun niatnya terputus di tengah jalan karena tidak satupuun perusahaan menirimanya.
Saat sedang asik menikmati film nya ayah terlihat keluar dari kamar.Ia terlihat ingin pergi karena memakai pakaian yang rapi.
"Ayah mau pergi?"tanya Shyeiraa.
"Iya.Ayah sedang ada urusan,tidak akan lama ayah pergi ke rumah Hannes,"jawab ayah meneruskan langkahnya.
"Kerumah om Hannes,kenapa?"Shyeiraa kembali bertanya,binggung.
Hannes Adeharsa adalah sahabat karib ayah sejak menduduki bangku smp.Mereka sudah lebih akrab dari pada saudara kandung pada umumnya.Hannes adalah pria genius ia adalah pemilik rumah sakit terbaik di negara ini.Namun sudah sekitar satu tahun ia mewariskan semuanya kepada putranya yang jauh lebih genius dari pada dirinya.
"Ada urusan,tidak dengar?"
"Tahu,tapi urusan apa lagi pula ini sudah malam besok-besok kan bisa ,"
"Tidak bisa.Ayah sudah bilang kepada Hannes akan datang malam ini.Sudahnya nanti kemalamam,"
Shyeiraa hanya bisa mengehela napas melihat kepergian ayahnya.Ia tidak pernah tahu apa isi hati ayahnya itu.Selesai melamun ia kembali meneruskan menonton film nya,tertawa dan menangis dalam satu waktu membuatnya letih sendiri dan tertidur di depan tv.
__ADS_1
Tuk,tuk,tuk,tuk bunyi jam yang terdengar karena kesunyian malam,pukul menunjukkan pukul 02.00 malam.Shyeiraa terbangun dari tidurnya.
"Apa ayah belum pulang?"
Saat mencoba menghampiri kamar ayahnya Shyeiraa sudah duluan melihat sepatu yang ayahnya pakai sewaktu pergi sudah berada di rak sepatu.Ia melirik ruang tamu yang gelap gulita karena merasa terlalu gelap ia menghidupakan lampu dan mendapati ayahnya di sana sedang melamun dengan banyak sekali rokok yang ia telah habiskan.
"A,ayah apa yang sedang ayah lakukan?ayah sedang ada pikiran lagi kenapa merokok tengah malam begini,padahal dokter sudah bilang hindari hal seperti ini.Kenapa ayah tidak mau mengerti kalau kesehatan ayah selalu menurun setiap bulan kita mengeceknya.Tidak kah cukup ayah menbuatku khawatir karena terlalu keras bekerja,apa masih harus seperti ini,"omel Shyeiraa.Membereskan puntung rokok dan yang baru.
"Ayah sudah bicara pada Hannes dan dia terlihat senang dan menyetujuinya begitu tahu itu kamu,"
"Apa?"
"Hah?ayah sakit?om Hannes itu seumuran ayah dan ia sudah punya tente Diana,"
"Siapa yang bilang kamu akan jadi istrinya dia senang karena kamu akan jadi menantunya,"
"Apa lagi ini,"
"Ayah sudah menyepakati perjodohan kamu dengan putra Hannes jadi........"
"Tidak.Tunggu,ayah serius menjodohkan aku?"
__ADS_1
"Tentu saja,sejak kapan ayah bicara omong kosong,"
"Ayah ini zaman apasih sampai masih ada yang namanya perjodohan.Ayah jika aku sudah memiliki pasangan aku akan membawanya pada ayah dan menikah sesuai mau ayah,"
"Kamu sudah dewasa dan diusiamu para wanita sudah sepatutnya menikah,ayah tidak bisa menunggumu membawa pria mu disaat kamu bahkan nggak bisa berteman dengan kakak-kakak sepupumu sendiri,"
"Tapi aku tidak mau dijodohkan!"
"Jangan banyak bicara.Besok mereka datang kemari untuk membahas hal ini lebih lanjut jadi terima saja dengan lapang dada,"
"Ayah!sa ya ti dak ma u!aku tidak mau dijodohkan,berapa kali aku harus bilang pada ayah bahwa aku tidak mau,dan lagi putra om Hannes.Jadi ayah menjodohkanku dengan Robin,anak itu yang pernah aku gendong dengan tanganku sendiri saat ia lahir bagaimana bisa aku menikahi anak itu.Tidak lupakan,bagaimana bisa aku menikahinya,dia yang sudah seperti adik ku sendiri.Walau aku tidak pernah bertemu dengannya lagi setelah sibuk sekolah dan tidak tahu dia sudah sebesar dan sedewasa apa sekarang,tapi tetap saja melihatnya sebagai laki-laki itu mustahil"
"Seperti ucapanmu dia sudah dewasa sekarang,kamu hanya pernah bertemu dengannya saat ia bayi setelah itu ayah selalu pindah tugas dan tempat tinggal,kita sudah lama tidak bertemu dan saat kita kembali kesini Robin sudah dikirim Hannes keluar negeri dan kamu sibuk stady mu.Sekarang jelaskan bagaimana bisa kamu mengganggap bahwa dia adikmu dan beranggapan bahwa melihatnya sebagai laki-laki itu mustahil,"
"Tentu saja mustahil perbedaan umur kami terpaut lima tahun dan aku tidak suka pria yang lebih muda dariku,"
"Siapa yang menyuruhmu mengutarakan kamu suka atau tidak.Ayah tidak mau tahu sebelum gosip-gosip tentangmu semakin buruk lebih baik kamu segera menikah.Ini kan karena kamu tidak punya pasangan mangkanya ayah menjodohkanmu,"
"Aku tetap akan menikahi pria pilihanku!ayah ini hidupku,setidaknya aku berhak menentukan siapa yang akan menjadi suamiku,"
Ya semua kehidupan Shyeiraa selalu atas campur tangan ayahnya,kehidupannya selalu saja harus sesuai keinginan ayahnya.Itu bukanlah hal buruk,sebab ayahnya melakukan itu untuk kebahagiaan putrinya walau tanpa ia ketahui hal itu menyiksanya dan merenggut kebebasanya menjalani hidup yang telah di hadiahkan padanya.Shyeiraa tidak pernah menolak karena ada rasa bersalah yang tidak pernah bisa ia hilangkan di hatinya,bahwa kelahirannya merenggut nyawa wanita yang paling ayahnya cintai.Walau seringkali ayah berkata tidak apa-apa gadis itu tahu seberapa menderitanya ayah saat ditinggalkan oleh ibunya,bukan balas budi ia melakukannya untuk tetap menghidupkan senyum yang hampir mati itu.
__ADS_1