
Dikantor bram.
"Din nanti temenin aku ketemu klien ya. kamu juga kenal kok".
"Siap pak, saya siap siap dulu, permisi pak".
"Ya".
sesampainya di restaurant F.
"Pagi Sania"
"Pagi bram. hey ini andini kan?kemana aja kamu. sini duduk".
"hey mentang mentang udah ketemu sama sahabatnya. gw dilupain".
"gak usah ngambek kya gitulah. ini duduk ".
"em setelah nikah sama mas anggi gw gak di bolehin keluar rumah kecuali ke supermarket".
"apa seposesif itu din".
"gak sih sebenernya dia ngiranya gw udah gituan sama mas bram. dan anak gw dikira anaknya mas bram".
"tapi itu gak bener kan bram. gila lu".
"gaklah. pegangan tangan aja dianya gak mau. susah nyari cewe sekarang yang kaya dia".
"heh kenapa jadi bahas aku sih". ucap andin sambil cembrrut.
"ya udah lanjutin ceritamu tadi".
__ADS_1
"saat lahiran anakku pun dia gak datang, aku hanya ditemani oleh perawat disana. bahkan sampai anakku besar dia belum pernah memberikan kasih sayang seorang ayah. waktu itu singgih marah besar karena dewi keluar bersama teman temannya. aku dipukuli olehnya.".
"kurang ajar singhih sudah kurelakan wanita yang aku cintai tapi malah disakiti" gumam bram. namun andini mendengar gumaman bram
'apa bram masih ada rasa denganku, tapi saat ini hatiku masih untuk mas singgih'
"pas hari senin dewi tiba tiba pulang aku tak mendengar dia membuka pintu kamarku. ternyata dia sudah tau kalau ayahnya selingkuh dengan seorang model. awalnya dia tau dari temannya yang memergoki singgih di mall. ketika aku menangis dikamar ternyata dewi mendengarnya. dan akhirnya kami pergi dari rumah itu. aku hanya membawa uang tabunganku. namun aku hanya mengambil uang yang aku kumpulkan ketika aku masih bekerja".
"trus din".
"aku melamar di kantor mas bram dan aku gak tau kalau itu kantor mas bram. dan anak aku sekarang kerja di kafe."
"emm okey. jadi anakmu itu gak tau kalau kamu dulu anak orang kaya. dia juga gak tau kalau ayahnya benci sama dia ".
"iya. dan dia pikir aku gak bisa kerja. yah emang sih wajah aku banyak kerutan sekarang".
"emm okey anak kamu umur brapa?".
"kelas 10 sekarang. kenapa emangnya san?".
"emang anak kamu umur berapan san kalau bisa yang seumuran ajalah".
"emm okey yang beni kelas 11 sekatang. yang gede udah kerja."
"ya kalau aku maunya yang beni aja kan sama sama masih sekolah"
"oke deal ya. jadi jaga anak kamu suapaya gak suka sama yang lain. oke".
"sippp"
"ibu ibu udah bikin perjanjiannya. gw dianggurin nih dati tadi".ucap bram
__ADS_1
"ehh gimana kalau lu udah cerai sama singgih langsung nikah aja sama bram". ucap sania.
"boleh juga san. hahahaha ". ucap bram sambil melihat andini.
"eh himana kalau kita perawatan aja deh din. yukk".
"ehh gw gimana masak gw nemenin ibu ibu" ucap bram.
"eh gimana ya san gw kan sekarang bawahannya bram masak gw pergi gitu aja".
"nah bener tuh kata andini. kamu masih nemenin aku nunggu klien ya din".
"gak ada lo temenin tuh klien lo sendiri gw mau mermak andini dulu".
"ahh lu gak berubah dasar pemaksa" ucap bram.
Namun akhirnya bram merelakan andini. yang sudah ditarik oleh sania. bram menemui kkiennya sampai sore. dan akhirnya dia langsung pulang tak lupa ia menelfon andin suapaya melihat apartemenya karena sudah selesai dibereskan.andini yang masih perawatan dengan sania. akhirnya membujuk sania untuk segera pulang karena dia harus melihat apartemennya. karena sania belum ngabarin rumah jadinya dia menelpon rumah kalau dia sedang arisan. padahal sania ikut ke apartemen andini.sesampainya di apartemen Z.
"gila si bram kayanya dia masih suka sama lu. liat deh ini semua mewah din".
"em sania. kalau boleh jujur aku masih mencintai mas singgih rasa aku buat mas bram sudah lama pudar." kata andini sambil mengambilkan minuman.
"maaf ya san selama ini aku gak ngehubungin kamu,soalnya aku gak bisa ngehubungin sahabat sahabat aku. aku diawasin sama mas singgih".
"iya santai aja yang penting kita bakalan jadi besan".
"oh iya din gw harus pulang ini udah waktunya beni pulang sekolah."
"ya udah hati hati ya san".
"sipp kapan kapan kita makan malam bareng ya".
__ADS_1
"sipp".
#####