
"hah percuma aku jelaskan padamu mas, jika kamu terus salah paham terhadapku. aku harus bagaimana lagi, kalau bukan karena anak kita aku sudah keluar dari neraka ini. aku tau kamu tak mengijinkanku keluar rumah karena kelakuanmu dibelakangku, kamu jahat mas. ketika mabuk kamu masih saja terus memper**sa ku. huhuhu... aku harus bagaimana lagi menghadapi sikapmu ini, rasanya ingin menyerah" kata mama andin sambil menangis. dia memeluk foto mamanya. namun tiba tiba Dewi masuk sambil mebuka pintu.
"jadi mama sudah tau kelakuan ayah selama ini. kenapa mama tidak cerita sama Dewi. ayo mah kita keluar dari sini Dewi bisa sekolah sambil kerja sambilan. mamah beresin baju mamah. aku ke kamar ambil perlengkapan. nanti aku kesini mamah sudah siap ya" ucap Dewi sambil menahan air matanya keluar .
andin terkejut dengan penuturan Dewi. tapi dia tak menolak ataupun menyanggah ajakan Dewi untuk keluar dari rumah neraka .dia sudah terlanjur kecewa dengan perlakuan suaminya. andin mengambil baju dan uang simpanan ketika dulu masih bekerja dikantornya. yah perusahaannya sudah di akuisi perusahaan singgih karena bangkrut dan karena andin istrinya itu lebih mempermudah prosesnya . sedangkan andin disuruh berhenti dengan alasan untuk merawat dan menjaga Dewi.
"sudah selesai mah? "tanya Dewi. untungnya andin telah memasukkan sebagian bajunya. dia juga sempat menulis surat untuk suaminya.
"sudah nak, apa kamu sudah siap nak? "tanya andin kepada Dewi. Dewi sudah mengemasi barang2 dan bukunya serta tabungan uang jajan yang diberikan ayahnya. dia mengumpulkan uang jajannya karena suatu saat ketika dia pergi sudah memiliki tabungan. maka tak jarang Dewi selalu terlihat lemas disekolah. karena uang sakunya dia tabung.
"mah aku sudah memilih kos kosan dekat smaku. aku juga sudah daftar di cafe depan sekolah mah. jadi pagi sekolah sore hingga malam aku kerja. mamah dirumah aja. lagian mama sering terlihat pucat. "ucap Dewi.
taksi yang Dewi pesan sudah sampai. mereka memasuki taksi tersebut.
__ADS_1
"nak sebenarnya ibu ada tabungan kita mampir bank dulu ya untuk mengambil uang mama" ucap mama andin.
"iya ma. semoga cukup sampai Dewi gajian ya ma" ucap dewi
"sangat cukup sayang. pak kita mampir ke bank ** sebentar ya untuk mengambil uang. " kata mama andin.
"baik bu. sepertinya didepan bank nya bu"
"baik tolong berhenti ya pak. apa bapak tidak keberatan menunggu sebentar. "
"wi kamu tunggu sini ya mama ambil uang sebentar
ketika giliran andin untuk mengambil uangnya dia terkejut dengan nominalnya. dia fikir uang perusahaannya akan beralih ke akun singgih ternyata tidak. singgih memasukkan ke akun banknya dan sudah 17 tahunan mengalir ke akunnya. dia hanya mengambil separuh uangnya karena itu lebih dari cukup.
__ADS_1
'maksudmu apa ini mas. bukankah perusahaanku sudah kamu akuisi. sudahlah. besok setelah Dewi berangkat kerja aku akan mencari kerja. lumanyan uangnya bisa buat tambah tambah aku sama dewi'. batin andin.
setelah selesai mengurus uang nya di bank andin langsung menuju ke mobil taksi.
"sayang sudah selesai. nak mama juga membeli sim card baru suapaya ayahmu tidak bisa melacak kita. " kata andin.
"emm apa mama menyesal telah pergi dari rumah? "tanya dewi.
"tidak sayang. mama hanya ingin kamu bahagia"ucap andin.
####
jangan lupa love komen dan votenya ya sayang sayangku
__ADS_1
share ke temen temen kalian biar mereka tau ya guys.
love you all para readersku