
sesampainya di kosan mama Andin dan Dewi langsung membersihkan dan menata barang barangnya. ya Dewi sengaja menyewa satu kamar saja supaya gampang membereskannya. namun Dewi memilih yang kamar mandi dalam supaya tidak perlu mengantri dulu.
"akhirnya mah selesai juga. mah Dewi beli perlengkapan memasak dan yang lainya ya ma. mama mau ikut"kata Dewi.
"gak sayang. mamah capek. bisakah kamu pergi sendiri, gunakan uang ini untuk membeli keperluan kita sayang. maaf mama tidak bisa menggunakan atmnya mama takut ayahmu nanti akan mengetahui keberadaan kita"ucap mama andin sambil menyerahkan uang 10jt.
"banyak sekali mah. apa ini semua uang mamah. pakai uangku dulu mah. aku akan membeli yang sangat perlu dulu. gppkan mah? " kata Dewi.
"tenang sayang mama masih punya simpanan uang. ini hanya sedikit saja. jika kamu tidak bekerja uang ini masih cukup membiayai hidup kita sampai kamu lulus kuliah. besok mama akan mencari pekerjaan di perusahaan terdekat. dulu mama pernah menjabat direktur utama nak. kamu tenang aja kalau perlu kamu gak usah kerja biar mama aja yang bekerja sayang. mama gak mau nanti kamu gak fokus sekolah. " kata mama andin panjang lebar.
"mah kira kira ayah akan mencari kita gak? selama ini kan ayah gak pernah bertanya Dewi sekolah dimana. "ucap Dewi.
"entahlah sayang , gak usah difikirkan ya sudah kamu segera berangkat gih nanti keburu sore. ".
" iya mah Dewi berangkat dulu ya. assalamuallaikum" ucap Dewi lalu mencium tangan mamanya.
"waalaikumsalam sayang. hati hati ya" ucap andin.
"iya mah" kata dewi. ketika Dewi sudah berjalan jauh. andin bersiap siap untuk pergi ke dealler motor untuk membeli motor. dia memilih motor bekas. supaya lebih miring harganya. dia membeli motor supaya andin dan Dewi bisa menghemat pengeluarannya. ketika perjalanan pulang ke kosan dia seprti diikuti mobil hitam. akhirnya dia menepi ke sebuah taman.
__ADS_1
"andin kamu ingat aku? "ucap seorang pria paruh baya namun masih terlihat muda. walaupun sudah terdapat kerutan diwajahnya.
"bram, apa kabar bram? "tanya andin setengah terkejut. karena melihat bram.
"baik. kamu gimana kabarnya. sejak kapan kamu naik motor? bagaimana keadaan kakakku andin. apa dia baik baik saja. setelah papa meninggal dia selalu menghindar jika kami hubungi. " tanya bram.
"yah dia baik baik saja. kau tenang saja. emm sepertinya aku harus segera pulang. putriku menungguku dirumah. " kata andin. andin lalu menghidupkan motornya dan melaju dengan kencang sebelum bram bertanya lebih jauh.
"andin tunggu masih banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu"kata bram. bram Buru Buru masuk kedalam mobil untuk mengejar andin. namun karena jalanan sedang macet bram kesulitan mengejar andin.
"siall. dimana kamu andin. aku benar benar merindukanmu. apa kamu tau sampai sekarang aku belum menikah. huhhh harus kucari kemana lagi. kamu selama ini selalu bersembunyi. "ucap bram.
#
"assalamuallaikum mah mamah beli motor? ".
" waalaikumsalam sayang, iya supaya kamu lebih mudah kesekolah. mama sudah memperpanjang sim mama. jadi bisa nganterin kamu sekalian mama juga sudah mendaftar kerja sayang. besok mamah interview doain mamah ya sayang. "ucap andin.
"ya sudah mah bantuin Dewi bersesin ya. biar cepat selesai. "ucap Dewi.
__ADS_1
##
"sayang ayo bangun mama sudah siapkan sarapan kamu. mama tunggu didepan ya"
"iya ma. tunggu sebentar ya ma".
ya andin dan Dewi sudah mendekor kamar mereka sedemikian rupa sehingga terdapat kamar tidur, dapur dan rung tamu kecil.
setelah menunjukan jam 6.30 Dewi sudah selesai beres beres.
"mama sudah mengurus apa yang akan dibawa ketika interview nanti. apakah sudah lengkap? " tanya Dewi.
"sudah sayang. kamu sudah selesai kalau sudah kita berangkat sekarang. "
" sudah mah. nanti Dewi langsung ke cafe ya ma. jadi Dewi pulang malam mah"
" iya sayang, nanti mamah jemput kamu kirim lokasinya sama mama"
"gpp ma. nanti Dewi bareng sama temen aja. jadinya mama bisa istirahat. "
__ADS_1
tak terasa mereka sudah sampai disekolah Dewi.