
"ini rud buku yang aku gunakan, ini standar latihan beladiri anak SMP saat ini di sekolah nya karena aku tidak memiliki cukup uang jadi aku tidak bisa masuk perguruan tinggi untuk meningkatkan kekuatan ke tingkat selanjut nya". ucap gilang
"hmm.. ini menarik ini memang metode latihan yang menarik tapi terdapat banyak kelemahan dalam latihan ini, dengan metode kultivasi yang aku gunakan ini seperti 1 paragraf pembukaan dari metode latihan kultivasi ku, di sini juga tidak di jelaskan tentang titik meridian tubuh dan menyimpan energi, ulurkan tangan mu biar aku cek meridian mu sudah berapa banyak terbuka". ucap rudi
rudi memeriksa titik meridian gilang dan gilang terkejut tanpa satu pun meridian yang terbuka bisa menjadi seniman beladiri awal.
"ini mengejutkan sekali, kamu bisa menjadi seniman beladiri tanpa 1 pun meridian yang terbuka, apa istrimu punya jarum ? jaruk jahit juga tidak apa apa aku akan membantumu membuka seluruh titik meridian 12 meridian utama dan 8 inti". ucap rudi.
"mah tolong ambilkan seluruh jarum jahit yang kamu punya". teriak gilang.
"ini yah jarum nya memang untuk apa jarum jahit sebanyak ini?". tanya imel
"kamu duduk lah di luar sebentar biar aku perlihatkan sesuatu yang menarik, ini kamu makan dulu pil ini kita keluar sekarang, buka baju mu akan aku buka seluruh meridian mu dan mungkin akan ada aura dalam jumlah banyak mengelilingimu kamu serap lah aura itu sebanyak mungkin akan aku bantu stabilkan aura itu". ucap rudi
"ini pil apa? dan kenapa mesti di luar". tqnyq gilang
"aku hanya takut saja menghancurkan rumah ini jika di dalam, meskipun ini pil kualitas paling rendah tapi dengan energi besar yang berkumpul tetap saja". jawab rudi.
rudi,gilang dan imel keluar dan anak nya di gendong oleh imel.
"siap, skill api.. jangan bertanya ini skill apa yang perlu kau lakukan adalah saat kau menelan pil nya rasakan aura di sekitar mu masik lewat aliran darah dan meridian mu lalu kumpulkan aura itu di tempat sumber kekuatan mu mari kita mulai". ucap rudi
"mamah om rudi mau lakuin apa ke ayah?". tanya anak gilang dan imel.
__ADS_1
"mamah juga tidak tau mari kita lihat saja dulu". ucap imel
beberapa saat kemudian.
terjadi lonjakan aura di sekitar gilang seluruh titik meridian gilang terbuka dalam sekejap gilang melewati beberapa tahapan sekaligus, kejadian itu mengguncang seisi kota hingga martial saint pun menyadari nya.
"siapa orang ini, dia benar benar menerobos ke tingkat martial grand master menengah". ucap martial saint.
di lokasi rudi.
"huft... akhir nya selesai. selamat atas terobosan mu ke tingkat martial grand master semoga kau bisa mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik untuk keluarga mu". ucap rudi
"i...ini... terimakasih rud, sekali lagi aku ucapkan terimakasih setelah sekian lama hingga aku sendiri putus asa akhir nya aku mencapai tingkat grand master, kau adalah dermawan bagi ku dan keluarga ku, sejak dulu kau selalu membantu ku, jika ada yang bisa kami lakukan akan kami lakukan semampu kami". ucap gilang.
"tapi dengan wajah mu yang seperti itu meskipun badan mu tinggi besar aku rasa akan mustahil memasukan mu ke universitas mungkin jika itu sekolah menengah atas masih mungkin selama kau memiliki uang, kau tidak perlu membeli rumah, segini pun sudah jauh oebih dari cukup dengan kekuatan ini aku bisa mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dengan gaji tetap". jawab gilang
"tidak, kalian harus pindah mencari rumah, biar aku yang membayar, aku masih memiliki banyak uang jadi tidak perlu khawatir, ya tidak apa apa lah SMA juga aku hanya ingin memahami cara kerja seni beladiri ini". ucap rudi.
"kalau begitu besok kita pergi kunjungi kawan lama kita, kebetulan dia kepala sekolah di sebuah SMA dia seorang martial saint dan merupakan salah 1 orang terkuat di negara ini, dia mungkin akan senang ketika melihat mu". ucap gilang
keesokan hari nya di sekolah sma
"halo bro apa kabar? maaf mengganggu pagi pagi begini". ucap gilang
__ADS_1
"aku tidak salah dengar kan, katamu rudi masih hidup dan dia ingin masuk ke sekolah ku? bukan kah dia saat ini seharus nya 30 tahun". ucap tomi
"huft.. kau akan tau setelahelihat wajah nya yang seperti bocah belasan tahun, mustahil juga aku memasukan nya ke universitas dengan wajah bocah seperti itu meskipun dia berbadan tinggi besar". ucap gilang.
"mana dia? suruh dia masuk sekarang". ucap tomi
"rud masuk lah sekarang". teriak gilang
"eh loh... kau ternyata, aku kira siapa". ucap rudi terkejut
"apa apaan dunia di sini semua nya mirip dengan orang yang aku kenal di tempat asal ku". ucap rudi dalam hati
"sial.. apa apaan wajah baby face itu, apa kau yakin dia ini rudi? wajah nya tidak menua sama sekali, jadi rud apa kau yakin mau jadi murid di sekolah ku ini? apa sebenarnya tujuan mu? syarat masuk sekolah ini tidak mudah loh, minimal kau harus memiliki kekuatan pukulan 1000kg dan tes bakat mu menggunakan aura stone". ucap tomi.
"oh oke, mudah kalau itu". jawab rudi
"jika boleh tau sudah di tingkat apa kau sekarang?". tanya tomi
"eh soal itu, aku masih belum tau apa itu seni beladiri, tapi aku mempelajari hal lain dan ada beberapa trik yang aku punya, aku yakin lulus". jawab rudi.
"baiklah jika kau begitu bersemangat 1 jam lagi kau akan melakukan tes di hadapan seluruh murid di sini".
-bersambung-
__ADS_1