
"mah, pah karena acara nya sudah selesai rudi akan mengantar rena dulu ke tempat kerja nya". ucap rudi.
"iya nak hati hati di jalan". ucap papah rudi
"ayah ibu rena pergi dulu ke kantor, rena mau menyerahkan surat pengunduran diri". ucap rena
"iya nak, jika itu keputusan mu ayah dan ibu akan mendukung mu, nak rudi tolong jaga anak gadis ayah baik baik, jangan mengebut di jalanan". ucap ayah rena
"iya yah, rudi pasti akan menjaga rena". jawab rudi sambil pergi dengan mobil ayah nya rudi
di perjalanan.
"beb, aku sampai saat ini jujur saja masih panik dan teringat kejadian masakan nya ada serangga dan binatang lain, mungkin jika bukan karena antisipasi dari mu entah bagaimana kondisi ayah aku yang menahan malu". ucap rena
"aku sebelum nya sudah menduga yank, dari raut wajah linda dia pasti merencanakan sesuatu, seperti yang aku bilang sebelum nya tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih mengenal mu dan seluruh keluarga mu kecuali aku, aku bahkan paham sifat, karakter, pola pikir, dan trik yang di gunakan, selain linda seluruh keluarga mu sebelum nya memberikan respon negatif padaku , ya mungkin karena sebelum nya aku terlalu cuek, namun hal itu sudah berbeda sekarang, aku yang dulu bukan lah aku yang sekarang, aku belajar dari pengalaman hidup yang aku lalui seperti apa, mungkin saat kamu berusia 50 tahun ke atas kamu akan faham sendiri apa yang aku maksud". ucap rudi.
"hmm.. kamu ini masih muda, bahkan usia kamu saja lebih muda dari ku tapi ucapan mu seperti pria tua yang menceritakan kisah hidup ke anak nya". ucap rena
"ya begitulah fakta nya aku ini sudah tua, dan penuh dengan penyesalan seumur hidup, seorang pria tua brengsek yang banyak dosa". jawab rudi.
__ADS_1
setiba nya di kantor rena bersama rudi pergi menuju bagian personalia untuk menyerahkan surat pengunduran diri dan pergi ke bagian keuangan untuk masalah gaji, setelah menerima gaji rena dan rudi pergi dan berpamitan ke rekan kerja dan memberikan kabar minggu depan dia akan menikah.
"oke beb sudah selesai, apa kamu ada tempat yang ingin kamu kunjungi?". tanya rena
"aku ada sih tempat yang ingin aku kunjungi, aku ingin pergi ke toko yang menjual tibangan badan, aku ingin membeli beberapa buah agar bisa di manfaatkan oleh beberapa orang untuk mencari nafkah agar tidak mengemis, dan aku juga sudah punya daftar orang yang akan aku bantu". jawab rudi
"kamu setiap menit nya semakin terlihat aneh, seolah olah kamu merupakan orang dari masa depan yang mengetahui segala nya, tu...tunggu.. jangan bilang kalau kamu". ucap rena terhenti
"hush... bicara apa sih kamu, kenapa tidak sekalian saja bilang aku ini alien, mana ada orang dari masa depan seperti ku ini, aku hanya punya cara tersendiri untuk mendapatkan informasi orang tertentu". jawab rudi
"hahaha... ya siapa tahu, kamu sendiri saja seperti orang yang mengetahui segala nya". jawab rena
rudi pergi ke tempat yang menjual alat kesehatan dan membeli beberapa timbangan badan dan menuju lokasi orang pertama yang akan di tolong.
"pak saya harap hal ini bisa membantu bapak mencari nafkah dengan jalan yang lebih baik, jangan lupa menabung, lebih baik menggunakan benda ini, semoga bermanfaat". ucap rudi.
"ini... terimakasih banyak nak semoga kebaikan mu di balas oleh tuhan, akhirnya benda yang sangat saya ingin kan bisa ku miliki juga". ucap pengemis pertama
"melihat ekspresi bapak itu dia terlihat sangat senang sekali mendapat kan timbangan itu, apa kamu bisa memberi tahu ku latar belakang bapak itu?". tanya rena.
__ADS_1
"begini ren, dari sekian banyak pengemis hanya ada 9 orang pengemis yang memiliki kesadaran untuk berhenti mengemis dan berniat untuk membuka timbang badan dengan tarif Rp. 500 perorang karena setidaknya hal itu jauh lebih mulia dari mengemis, dan bapak itu salah 1 nya apa kamu percaya saat istri nya meminta dia melakukan segala hal agar bisa mendapat uang tapi bapak itu selalu bertindak jujur dan tidak pernah mencuri, menipu atau apapun hal kecuali mengemis, karena dia bukan orang berpendidikan yang memiliki ijazah jadi bapak itu hanya bisa mengemis sambil menabung uang untuk membeli timbangan dan membuka jasa timbang badan, mungkin ke depan nya aku pun akan lebih banyak membantu orang yang membutuhkan tapi aku hanya meminta 1 hal padamu, jangan pernah menceritakan pada siapapun hal yang aku lakukan ini seperti kata tokoh agama jika tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai mengetahui nya". ucap rudi
"tentu saja calon suami ku".
selama berhari hari setiap pulang bekerja selain mempersiapkan pernikahan, rudi memberikan bantuan kepada yang membutuhkan dengan cara nya sendiri hingga saat pernikahan tiba poin karma baik yang berhasil di kumpulkan rudi mencapai 39.900 karena tergantung besar nya manfaat bagi orang tersebut di saat yang sama free attribut yang di miliki rudi mencapai 399 dan rudi belum berniat untuk menggunakan poin karma dan poin attribut nya karena rudi berfikir saat rudi memasukan seluruh poin attribut ke stats attribut dapat di pastikan rudi bukan manusia biasa lagi karena kekuatan nya akan sangat besar dan kesulitan mengontrol kekuatan nya.
"mantap jiwa selama beberapa hari mengeluarkan uang untuk beramal poin karma baik ku sudah menumpuk seperti ini tapi aku akan menyimpan semua nya, untuk sekarang aku akan membantu mamah dan papah dulu mempersiapkan beberapa hal sebelum besok aku nikah". ucap rudi
"nak kemari sebentar papah mau bicara dengan mu, apa kamu yakin ingin menikah di usia muda? bahkan kamu sendiri belum lulus kuliah, memang nya kamu tidak ingin menikmati masa muda terlebih dulu?". tanya papah rudi
"pah manfaat menikmati masa muda itu apa, tidak ada manfaat sama sekali, fakta nya kehidupan dunia kerja jauh lebih keras dari ketika masa sekolah dan kuliah, dulu rudi dan teman sekolah rudi berfikir setelah lulus sekolah terus kerja dan dapet uanh, fakta nya nyari kerja itu tidak semudah itu, jika rudi membuang waktu rudi buat hal tidak berguna apa beda nya rudi dengan sampah yang tidak berguna, gini pah rudi saat ini ingin menjalani hidup tanpa penyesalan, sudah cukup dosa dan penyesalan seumur hidup rudi rasakan, saat ini rudi ingin menebus semua kebodohan rudi di masa lalu selagi rudi di beri kesempatan ke 2 untuk berubah". ucap rudi.
"eh .... ko malah jadi gini... kamu ini masih di usia 20an tapi ucapan mu seperti ucapan kakek mu yang menatap masalalu karena penyesalan yang di lakukan saat kakek mu di masa muda". ucap papah rudi
"hahaha... papah akan mengerti yang kakek dan rudi bilang saat papah menginjak usia 50tahun, di titik itu papah akan merasakan banyak penyesalan dengan kebodohan yang pernah di lakukan saat masih muda". jawab rudi tertawa sambil pergi ke dapur
"entah kenapa saat ini aku merasa seperti sedang memberi saran ke pria tua". ucap papah rudi
-bersambung-
__ADS_1