Suamiku (Bukan) Biseksual

Suamiku (Bukan) Biseksual
Lelaki Idaman


__ADS_3

Cantik dan sempurna." Puji seorang  make up artist setelah merias wajah Rey. Ia hanya membalas pujian itu dengan senyum tipis.


 


Kini Rey sedang berada di sebuah ruangan kecil bersama beberapa orang perias. Bisa dikatakan ini adalah detik-detik mendebarkan dijemput calon suami. Iya, sang calon suami! Wanita berparas itu sudah berusaha menetralkan hati, namun tetap saja jantungnya semakin tak karuan. Bahkan, bunda dan Naira, sahabatnya saja lebih memilih melihat lelaki itu melafazkan akad di aula dari pada menemaninya di ruangan ini.


 


Tiba-tiba pintu terbuka. Panjang umur. Naira mendadak muncul. “Rey! Dengerin, sebentar lagi akadnya dimulai. Banyak-banyak istighfar, takut kena serangan jantung." Dia berdiri di samping Rey, menatap lewat pantulan cermin.


 


Mendengar lelaki itu datang saja sudah membuat jantung Rey berdetak dengan kecepatan di atas rata-rata.


 


Sejenak ia mematung, seluruh tubuhnya rasa lemas saat suara penghulu menginterupsi lelaki itu untuk menjabat tangan.  Rey menggenggam tangan Naira sangat erat.


 


"Saya nikahkan engkau Muhamad Zafran Al-Ikram bin Ikram Mutaqqin, dengan ananda Reyna Az-Zahra Rabbani binti Amran Al-fariq dengan mas kawin lima puluh gram emas dan seperangkat alat salat dibayar tunai"


 


Jantung Rey semakin berdetak dengan kencang ketika menantikan kalimat akad  terlafaz oleh lelaki itu.


 


"Saya terima nikah dan kawinnya Reyna Az-Zahra Rabbani binti Amran Al-fariq dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai"


 


Berulang kali Rey mengucap hamdalah, karena lelaki itu berhasil melafazkannya dalam satu tarikan nafas. Naira memeluk Rey dengan erat, tangis wanita itu umpah dalam pelukannya.


 


"Barakallah ya Rey, pangeran sepertiga malam sudah sah menjadi suamimu,” ucap Naira sambil menghapus air mata Rey.


 


Zafran, Sosok pria idaman yang selama ini namanya selalu nyelip di antara banyaknya doa yang Rey pinta padaNya. Rey mengenal lelaki itu saat menjabat sebagai Presma alias Presiden Mahasiswa kala itu. Kedudukannya sebagai senior yang dicap manusia dingin oleh seluruh mahasiswa di sana. Entah kenapa Rey malah berjuang lewat doa-doa di sepertiga malam untuk mendapatkannya. Ia pikir, selama ini hanya Rey yang diam-diam mengaguminya, mengharapkan lelaki itu menjadi imam Rey kelak. Nyatanya setelah kelulusan yang hampir dua tahun tak berkabar dengannya, sebulan lalu Zafran datang ke rumah Rey untuk menyampaikan niatnya, mengkhitbah.  Meminta pada bunda Rey untuk menjadikan wanita itu sebagai pendamping hidupnya.


 


 


“Assalamualaikum.” Suara ketukan pintu bersamaan dengan salam lelaki itu.


 

__ADS_1


Kelopak mata Rey melebar sempurna, lelaki yang sesaat lalu mengucap akad itu datang menjemput wanita yang sudah menjadi istrinya sejak beberapa menit lalu.


 


"Aku keluar ya, selamat berduaan,” ucap Naira begitu saja, lalu membuka pintu dan keluar. Pintu  kembali terbuka lebar, menampilkan seorang laki-laki dengan gagahnya masuk ke ruangan ini menyambut.


 


"Salamku tidak dijawab?" tanyanya.


 


"Wa ... walaikumsalam.” Susah payah Rey menormalkan jantung, nyatanya masih terlihat gugup di depan Zafran..


 


Zafran mengulurkan tangannya.


 


"Aku hanya ingin menjemputmu," ucapnya. Zafran meraih paksa satu tangan Rey karena wanita itu tak kunjung membalas uluran tangannya.


 


“Aku malu,” ucap Rey sambil menunduk.


 


 


"Hey, tataplah suamimu ini." Zafran menyentuh dagu Rey dan mengarahkan agar wanita itu menatapnya. "Aku bacakan doa dulu, ya,” lanjutnya sambil menyentuh kepala Rey. Rey mengaminkan doa dalam hati. Setelah berdoa, lelaki itu mencium kening dan seketika membuat Rey merasakan sesuatu yang hangat menjalar ke seluruh tubuhnya. Rey merasa sangat bahagia karena pada akhirnya Tuhan menyatukannya dengan laki-laki yang namanya sering ia sebut.


 


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


 


Acara akad berjalan lancar, dan resepsi berlangsung hingga malam di sebuah aula dekat rumah bunda. Banyak rekan bisnis Zafran yang hadir mengucapkan selamat untuk mereka.


Sebelumnya Rey dan Zafran memang sudah memutuskan untuk tinggal di rumah bunda setelah menikah, karena Rey tak ingin bundanya  merasa sendirian. Rumahnya terlalu besar jika bunda harus tinggal sendiri.


 


 


 


Sepasang pengantin baru itu sudah tiba di rumahnya. Rey merasa sangat lelah setelah seharian penuh berdiri bertemu para tamu. Ia sendiri masih belum percaya jika pangeran impian selama ini telah resmi menjadi suaminya.

__ADS_1


 


"Kamar Rey di sana, Ma ... s.” Rey masih gugup untuk memanggilnya dengan sebutan ‘Mas’.  


 


Tak lama Zafran masuk ke sana dan Rey mengekorinya dari belakang. Lelaki itu  menaruh tas koper yang berisi beberapa pakaian untuk ganti dan ponselnya di atas meja rias.


 


"Mandi dulu, Mas!" Titah Rey sambil menyodorkan handuk untuknya dan menyuruh lelaki itu masuk ke dalam kamar mandi yang letaknya di dalam kamar.


 


"Yuk, bareng,” ajaknya sambil mengedipkan matanya.


 


"Iihh apa sih, mas..." jawab Rey malu-malu. Rey membiarkan suaminya itu membersihkan badannya terlebih dahulu, sedangkan ia masih sibuk melepas gaun pengantin panjang dan ribet yang ia kenakan.


 


Tak berselang lama dari Zafran masuk ke kamar mandi, ponsel suaminya berbunyi.


 


Terlihat satu pesan baru dari aplikasi chat-nya. Terlihat ada tulisan ‘Sayang’ di sana. Rey yang penasaran akhirnya memberanikan diri untuk membuka chat itu.


 


[Kutunggu malam ini juga di apartemen ya, sayang.  Harus datang]


 


"Siapa Rey?" tanya Zafran yang seketika keluar dari kamar mandi dan mengambil ponselnya yang tadi Rey pegang.


 


Setelah membaca pesan itu dan berpakaian, dengan buru-buru Zafran pamit pada istrinya.


"Maaf ya, mas pergi dulu, ada yang harus mas selesaikan. Kamu tidur duluan aja, nggak usah tunggu mas pulang,” ucapnya sambil mengambil kunci mobil dan kemudian berlalu.


 


Rey  masih kebingungan dengan kelakuan suaminya yang mencurigakan itu hanya bisa diam mematung melepas kepergian Zafran. Apakah ada yang lebih penting dari malam pertama pengantin baru? Hingga suaminya itu meninggalkan wanita yang baru beberapa jam yang lalu resmi menjadi istrinya?.


 


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


 


Siapa yang mengirim pesan itu sebenarnya? Hingga Zafran rela meninggalkan wanitanya di malam pertamanya.


__ADS_2