Suamiku (Bukan) Biseksual

Suamiku (Bukan) Biseksual
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Pukul menunjukkan satu dini hari, Rey masih menatap kosong langit-langit kamar sambil berharap Zafran cepat kembali. Ke mana dia sebenarnya? Ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Bunda juga berkali-kali bolak-balik ke kamar untuk memastikan Zafran telah kembali, hingga Rey menangis di pelukan Bunda.


"Sabar sayang, mungkin Zafran ada perlu sebentar. Nanti juga dia akan pulang. Sekarang istirahat lah dulu," ucap bunda sambil melepas pelukan dan pergi kembali ke kamarnya. Aku juga tak akan tega memintanya menemani menangis malam ini, karena bunda sudah terlihat lelah karena acara tadi.


Rey kembali teringat dengan pesan terakhir yang diterima. Ada panggilan 'sayang' di situ. Mungkin itu yang membuat Rey resah, jika saja tak ada kata ‘sayang’ atau Zafran memberitahu hendak ke mana ia akan pergi, mungkin Rey tak se-khawatir ini.


 


🌻🌻🌻🌻🌻


 


Suara ringtones scane play terdengar samar di telinga Rey. Matanya membulat lebar mendapati Zafran berada satu jengkal dari wajahnya. Tunggu! Sejak kapan? Entah pukul berapa Rey bisa terlelap semalam. Rey meraih jilbab yang semalam sengaja ia lepas karena basah oleh air matanya.


“Nggak usah dipakai, kamu terlihat cantik ketika bangun tidur," ucapnya sambil meraih jilbab yang ingin Rey kenakan. "Tapi ingat, cantikmu hanya untukku ya," lanjutnya sambil mengacak rambut Rey. Jantung Rey kembali berdetak dengan kencang, bayangkan saja wanita mana yang tidak meleleh hatinya jika dipuji cantik oleh suaminya sendiri.


Rey menormalkan mimik wajahnya dan menatap jarum jam dinding kamar yang menunjukkan pukul lima pagi. Nada ringtones scane play dimatikan. Ternyata itu ulahnya untuk membangunkan istrinya.


"Lelah ya? nyenyak banget tidurnya, mas pulang sampai nggak tahu. Sebenarnya nggak tega banguninnya, tapi nanti subuhnya jadi ketinggalan," ucapnya sambil mengelus kepala Rey lagi.

__ADS_1


Lihat, betapa manis sikapnya seolah tak terjadi apa-apa semalam.


Zafran menggelar sajadahnya disusul oleh Rey di belakangnya.


"Mas mau bicara," ucapnya pertama kali setelah Rey mencium tangannya selepas salat subuh barusan.


Rey terdiam, mungkin ia ingin meluruskan tentang kejadian semalam.


"Kamu mencintai mas?"


Pertanyaan macam apa itu. Jika tak mencintainya, untuk apa Rey selalu menyelipkan namanya di setiap doa yang ia pinta pada-Nya.


"Apapun yang terjadi sama mas, kamu bisa menerimanya?" tanya Zafran.


"Maksudnya apa, Mas?" Rey mulai membuka suara.


"Berjanjilah untuk tetap selalu berada di samping mas ya, sayang. Mas ...." ucap Zafran sambil menangkup kedua telapak tangan ke wajahnya.


"Kenapa mas?" desak Rey.

__ADS_1


"Mas mantan gay, mas pernah suka dengan laki-laki," ucap Zafran sambil memalingkan wajahnya.


"Astaghfirullah!" Dunia Rey seakan runtuh seketika. Laki-laki yang sudah lama ia idamkan ternyata seorang penyuka sesama jenis. Rey mencoba untuk tak percaya, namun itulah kejujuran yang baru saja suaminya katakan. Bukankah ia seorang yang mengerti tentang agama. Bagaimana bisa dia masuk ke dunia seperti itu. Rey hanya bisa terdiam.


"Waktu kuliah semester akhir, bencana itu dimulai. Rendi, datang meminta mas untuk menjadi partnernya. Ia menunjukkan ketertarikannya sama mas. Segala cara ia lakukan untuk menarik perhatian mas. Bahkan dia rela memberikan semua harta yang ia punya jika mas mau sama dia. Awalnya mas tolak, tapi entah setan dari mana setelah berkali-kali Rendi merayu, mas ikut tertarik ke lingkaran setan itu." Terlihat rasa sesal diraut wajahnya.


Air mata kembali tumpah. Baru sehari laki-laki ini menjadi suaminya, sudah berkali-kali ia membuat Rey menangis.


"Maafin mas gak jujur dari awal Rey, mas takut kamu akan menolak jika mas katakan semuanya dari awal,”anjutnya. Sekarang, nasi sudah menjadi bubur. Ijab itu sudah terucap sejak kemarin.


"Awalnya mas pernah menaruh hati padamu ketika kamu masih menjadi MABA. Mas berjanji akan mekhitbahmu setelah kamu lulus kuliah, tapi mas terlanjur masuk ke lingkaran setan itu, Rey. Mas berusaha meninggalkan Rendi dan mencoba mencari kamu kembali. Keluarga mas semuanya nggak ada yang tahu. Kemarin, sehari sebelum akad, Rendi datang lagi, ia minta kembali ditemani pas malam pertama kita, itu untuk yang terakhir kalinya katanya. Dia mengancam akan menyebarkan aib ini jika mas tak menuruti kemauannya."


"Cukup mas!" bentak Rey. Ia sudah tak sanggup mendengar ceritanya lagi. Laki-laki yang sejak dulu Rey idamkan kini berubah menjadi laki-laki yang menjijikkan.


 


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Akan kan Reyna sanggup melanjutkan pernikahannya?

__ADS_1


__ADS_2