
Gun menggebu-gebu mengingat kejadian di masa lalu. Mungkin semua orang akan bertindak yang sama, jika mengalami kejadian seperti Gun.
Igor berpikir keras mengingat kejadian itu. Saat itu memang Igor belum menghilangkan dirinya. Dia bahkan berada dalam mobil ayahnya dan sempat menjadi saksi di kantor polisi.
Beberapa kali dia telah menyatakan pernyataan yang sama pada pihak kepolisian, karena dia memang tak tahu apapun saat itu.
Sekeras apapun Gun memaksanya untuk berbicara, dia tak akan mendapat jawaban apapun pada Igor yang tak tahu persis kejadian itu.
“Jika kau bilang yang sebenarnya, itu artinya kau mengatakan bahwa mobil ayahmu berputar-putar berkeliling menculik orang sendirian. Itu sangat masuk akal, bukan?”
“Satu hal yang ku ingat. Saat itu saksi sedang mabuk, dan dia telah mengubah beberapa kali pernyataannya. Kau sendiri yang mengabaikannya saat itu.
Bahkan pernyataanku tetap sama dan konsisten, aku tak tahu apapun tentang kejadian itu, tapi saksi mengubah pernyataannya berulang kali, membuat pihak kepolisian bingung.
Pernyataan terakhirnya, dia bilang pada polisi bahwa dia tak mengingat apapun saat itu. Jika kau masih bersikeras ingin membunuhku, itu tak akan menyelesaikan imajinasimu.”
Berulang kali Igor menjelaskan, tapi Gun masih tetap bersikeras bahwa Igor adalah kaki tangan dari pembunuhan berantai yang dilakukan ayahnya.
Gun menggeram berteriak-teriak. Memutar tuas berkali-kali, membuat tuas itu menarik leher Igor. Kini Igor sudah berjinjit di lantai, karena itu.
__ADS_1
Jika Gun tak berhenti memutar, maka derek itu akan menarik leher Igor ke atas membuatnya tergantung.
Sekeras apapun dia berusaha melepaskan diri hanyalah sia-sia. Dia harus berdiri berjinjit sempurna, agar tali dadung tak menarik lehernya ke atas.
“Katakan, dimana kau mengubur mayat Elena-ku! Dengan begitu, aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu memiliki hidup lebih lama.” Gun menghentikan ayunan tangannya memutar tuas.
“Terserah kau saja. Aku tak tahu apapun soal itu.” Igor sudah pasrah dan masih bertahan semampunya.
“Kau lahir ke dunia ini sebagai manusia, jadi, kau harus hidup seperti manusia setidaknya sekali saja. Bukan begitu? Cepat katakan, dimana Elena-ku berada!
Dalam tanah yang gelap, dengan suhu yang dingin dan lembab, dia menungguku untuk mengeluarkan mayatnya. Dia pasti sudah menunggu sejak lama. Kumohon beritahu aku. Aku mohon padamu!”
Entah sekuat dan seberapa lama leher Igor kuat untuk menahan itu. Kakinya mulai terangkat tak menyentuh tanah. Tubuhnya mulai kejang-kejang, sulit bernapas.
Wajahnya memerah. Semua darah mengumpul di kepala karena otot lehernya terus menahan tali, walau kondisinya sudah tergantung.
Pandangannya mulai kabur melihat Gun yang berdiri dan terus memutar tuas. Gun memegang kendali penuh atas nyawa Igor.
*DOR!!!! Bantuan datang!
__ADS_1
Eva dan Mike, dengan bantuan petugas kepolisian setempat, berdatangan untuk menangkap Gun.
Gun berusaha kabur dari dari gedung itu melalui pintu belakang. Pundaknya tertembak. Dengan memegangi pundaknya yang tertembak sambil berlari.
“Jangan lari!” *DOR! Petugas kepolisian menembakkan satu tembakan lagi mengenai kaki Gun.
“Tangkap dia!!!” Beberapa opsi dan detektif setempat segera meringkus Gun yang tersungkur jatuh.
Persetan dengan Gun! Eva dengan cepat memutar tuas dan menurunkan derek yang menarik Igor.
Eva menangis meronta-ronta karena tubuh Igor mulai lemas. Sepertinya dia sudah kehilangan kesadarannya saat itu. Mungkin jika Eva dan Mike tak datang, sudah tak ada harapan lagi untuk menyelamatkannya.
Tubuh Igor terbaring lemas di lantai gudang, wajahnya sudah tak karuan lagi. Bibir dipenuhi dengan darah, pelipis yang sobek dan bekas tusukan di lengannya yang terus mengalir.
Eva terus menekan dada Igor, sesekali memberinya nafas buatan untuknya.
“Sayang, bangunlah! SAYANG!!!!” Eva menangis meronta-ronta, karena Igor tak kunjung sadar, sekeras apapun Eva berusaha.
Beberapa saat kemudian, bantuan dan tenaga medis datang, memberikan bantuan pertama padanya.
__ADS_1
Mike dan para petugas medis lainnya menyarankan untuk membawa Igor ke rumah sakit terdekat, tapi Eva tak mau. Dia ingin membawa Igor kembali ke kota dan merawatnya di rumah sakit dengan perawatan yang lebih canggih.