
Wajah Shisil pun berubah menjadi merah, "Tante cantik terpesona dengan daddy ya"...ucapan Lexia yang sangat polos
"Ih apaan sih Xia sayang"...ucapan Shisil yang langsung menunduk karena malu
Danyal pun membisiki shisil yang daritadi menunduk langsung melirik danyal yang tersenyum dengan santainya, "Lebih baik kita bicara berdua saja, ayo ikut ketaman ke belakang"...bisik Danyal ke shisil sambil mengajaknya ketaman belakang
Shisil mengganguk saja dan mengikutin danyal dari belakang dan mereka pun sampai ditaman belakang keluarga melvin, "Kau ingin bicara apa?"...ucapan Shisil yang sedikit takut dengan danyal
"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan nona shisil"...ucapan Danyal yang melihat shisil
"Aku setuju denganmu tuan danyal"...ucapan Shisil yang masih terpesona dengan danyal
"Jangan pernah urusin urusanku"...ucapan Danyal dengan tegas
"Aku setuju, tapi aku juga mau mengajukan syarat"...ucapan Shisil yang sedikit menundukkan kepalanya
"Apa syaratnya mungkin aku bisa mengabulkannya?"...ucapan Danyal dengan duduk santai
"Boleh tidak aku kuliah kak"...ucapan Shisil yang sambil merem
"Boleh kuliah sih setelah menikah dengan aku, kau kuliah"...ucapan Danyal yang tahu shisil menunduk
"Jadi boleh kakak"...ucapan Shisil yang senang dan melihat bayang seorang
"Ya nona shisil"...ucapan Danyal ikut senyum melihat shisil kegirangan
"Terima kasih banyak, kakak danyal mengizinkannya"...ucapan Shisil yang tersenyum senang
__ADS_1
Shisil pun tiba-tiba berhenti lompat-lompat karena melihat sesuatu dan shisil hampir jatuh kebelakang lalu danyal pun menangkap shisil, "Nona Shisil kau tidak apa-apa"...ucapan Danyal yang sedikit panik melihat shisil akan jatuh
"Emm, aku baik-baik saja"...ucapan Shisil dengan pandangan kosong seakan melihat seorang
"Nona Shisil tubuh kamu sudah lemas seperti ini"...ucapan Danyal pun panik dan mengendong shisil masuk kedalam mansion
"Eh tuan muda danyal kenapa?"...ucapan Bi ana yang sedang bawa minuman dan cemilan
"Tidak tahu bi, setelah naruh itu di ruang tamu siapkan kamar tamu ya bi"...ucapan Danyal yang sedang panik pun pergi ke kamar tamu
"Kak danyal, Shisil takut"...ucapan Shisil yang mengalungkan tangannya ke leher danyal
"Takut kenapa shisil?"...ucapan Danyal yang masih mengendong shisil
"Ta-tania"...ucapan Shisil yang sedikit gugup karena ketakutan
Tiba-tiba bunda rania pun datang dan terkejut keadaan Shisil sudah lemas di pelukan danyal
"Sayang shisil kenapa?"...ucapan bunda rania yang terkejut lalu berjalan mendekati keduanya
"Bunda tolong telponkan Revan kesini tidak buna"...ucapan Danyal yang masih menenangkan Shisil
"Ya buna telpon revan dulu"...ucapan bunda Rania keluar kamar tamu
Sementara di ruang tamu Ryan yang masih mengobrol dengan keluarga shisil, "Pih kok shisil lama banget ya"...ucapan mami Clara yang khawatir
"Mungkin mereka butuh waktu buat berduaan saja"...ucapan Ayah Ryan Yang sedang mengobrol dengan orang tua shisil
__ADS_1
Dan tiba-tiba Bi Ana buka pintu depan
"Ceklek"
"Selamat datang tuan Revan"...ucapan Bi Ana yang langsung mengantar revan kamar tamu
"Siapa yang sakit bi?"...tanya Revan yang ikut jalan dibelakang bi ana
"Calon istri tuan muda danyal"...ucapan Bi Ana yang senyum ramah
Lexia datang dengan berlari kecil, "Lexia Jangan lari-lari sayang om revan tidak suka itu"...ucapan Revan yang sedikit marah
"Maaf om Evan"...ucapan Lexia yang menunduk karena takut dimarahin revan
"Oke om maafin ya, sekarang om mau periksa calon mommy kamu sayang"...ucapan Revan yang langsung menurunkan lexia
"Emang tante cantik kenapa om?"...ucapan Lexia yang ingin digendong lagi oleh revan
"Tidak tahu om juga baru datang xia"...ucapan Revan Yang langsung mengendong lexia lagi
Danyal yang teriak memanggil Revan secara tiba-tiba dan semua yang di mansion pun terkejut, "REVAN CEPAT KAU KESINI"...ucapan Danyal yang berada dikamar tamu
"Ya allah apaan itu"...ucapan Revan yang terkejut sambil gendong lexia
"Om evan itu daddy teriak, pasti calon mommyku kenapa?"...ucapan Lexia yang ikut terkejut juga
"Ayo kita kekamar tamu xia"...ucapan Revan pun lari menuju dan masih mengendong lexia
__ADS_1