SUAMIKU CEO AROGAN

SUAMIKU CEO AROGAN
Episode 7


__ADS_3

"Ceklek"


Revan dan lexia pun melihat danyal yang sedang memeluk shisil yang masih keadaan panik dan ketakutan, "Lexia turun dulu ya"...ucapan Revan yang melihat danyal memeluk calon istrinya


"Ya om, daddy calon mommy xia kenapa?"...ucapan Lexia yang khawatir


"Xia sayang, tante cantik hanya syok aja nak"...ucapan Danyal yang meluk shisil


"Kak danyal, istrimu ada dibelakang kamu"...ucapan Shisil yang meluk dengan erat


"Hah!...Tidak siapa-siapa dibelakang aku shisil"...ucapan Danyal yang masih bingung ucapan shisil


"Apakah calon istri danyal ini bisa melihat makhluk astral ya"...didalam hati revan yang melihat shisil yang ketakutan


"Om evan tolong tante cantik dong"...ucapan Lexia yang imut dan lucu


"Xia bisa menjauh sebentar sayang, om periksa tante cantikmu sayang"...ucapan Revan pun mendekati danyal dan shisil


"Baik om"...ucapan lexia lalu mendekati daddy


Revan pun memeriksa shisil yang dipeluk oleh danyal, "Gimana keadaannya calon istriku revan"...ucapan Danyal yang masih panik

__ADS_1


"Dia hanya syok aja danyal"...ucapan Revan yang senyum dan memeriksa shisil


"Hah!...Maksudmu apa revan?"...ucapan Danyal yang bingung


"Dudukin dulu calon kamu danyal melvin"...ucapan Revan yang sudah kesel duluan


"Punya daddy kok gitu amat"...gumam Lexia yang langsung gigit paha sang ayah


"Aw...aw...sakit Lexia paha daddy main gigit-gigit saja xia"...ucapan Danyal yang mengelus-elus pahanya sendiri sambil putrinya


Revan dan bi ana hanya ketawa melihat ayah dan anak yang dengan bertengkar, "Lexia gigit kamu danyal, maksudnya lexia itu dudukkan calon mommynya"...ucapan Revan yang sudah gregetan


"Bi Ana ambilkan minum untuk tante cantiknya lexia dong"...ucapan Lexia yang menatap dengan tajam ke sang daddy


Bi Ana pun pergi keluar untuk mengambilkan minum dan ada yang menghampiri oleh nyonya Rania, "Bi apa revan sudah datang"...ucapan Bunda Rania yang habis dari ruang tamu


"Sudah nyonya, kalau begitu saya permisi nyonya"...ucapan Bi Ana yang pergi ke dapur


Tiba-tiba Clara datang dari arah ruang tamu


"Nyonya rania kok panik seperti itu"...ucapan Mami clara yang bingung melihat nyonya rania

__ADS_1


"Gimana mau mengatakannya ya"...didalam hati Bunda Rania yang sedang bingung


"Bunda sebenarnya ada apa?"...ucapan Ayah Ryan melihat istrinya yang bengong


"Bi ana itu air putih untuk shisil kan"...ucapan Bunda Rania langsung ambil bakinya membawanya kekamar tamu


"E-eh iya nyonya"...ucapan Bi ana yang sedikit bingung


"Bi emang shisil kenapa?"...ucapan Ayah Ryan yang melihat maminya shisil


"Itu tuan, nona shisil pingsan"...ucapan Bi Ana yang takut dengan majikannya


"Anakku pih"...ucapan Mami clara yang khawatir terhadap anak tirinya


"Kenapa sih mami kok peduli banget sama anak tirinya, aku yang anak kandung kasih apa mih"...didalam hati miranda yang iri hati lalu bengong


"Tuan Marcello kita kesana"...ucapan Ayah Ryan yang langsung berjalan menuju kekamar tamu


"Mira sayang tidak ikut, melihat adek kamu"...ucapan Papi marcello yang mengikuti ryan


"Tidak pih, aku disini saja"...ucapan Miranda yang duduk santai

__ADS_1


"Ternyata nona ini berbeda jauh dengan nona shisil, calon tuan muda danyal"...gumam bi ana yang melihat miranda dan pergi


"Dasar orang rendah aku dengar ocahmu"...ucapan miranda yang kasar


__ADS_2