Suamiku Mantan Bad Boy

Suamiku Mantan Bad Boy
Bab 1


__ADS_3

Saat matahari bersinar tepat di pukul setengah 1 siang terdengar suara adzan berkumandang. menandakan waktu sholat zhuhur telah tiba, setiap orang beragama muslim pasti akan mengucapkan Alhamdulillah dan mengerjakan sholat zhuhur termasuk Nayla.


Nayla merupakan perempuan muslim yang taat dengan aturan-aturan dalam agamanya. ia sedari kecil telah diajarkan menutup aurat walaupun belum memakai cadar dan ia juga diajarkan selalu menjaga batasan dengan orang yang bukan mahramnya.


Setelah selesai sholat zhuhur di mesjid dekat dengan tempat kuliahnya di universitas ternama di kotanya tinggal. ia mengambil jurusan hukum karena cita-citanya dari dulu adalah menjadi hakim yang adil.


karena ia memiliki mata kuliah siang ini, maka ia bergegas untuk pergi ke kelas siangnya.


Sepanjang perjalanan ia melihat jam tangannya takut ia akan terlambat memasuki kelasnya karena yang mengajar hari adalah Pak Ridwan dengan julukan si dosen killer. ia di juluki dengan dosen killer bukan tanpa sebab sesuai dengan julukannya ia mengajar dengan sangat tegas dan selalu memberikan tugas yang sangat susah.


Namun sayangnya ia harus melihat sekumpulan pemuda pembuat onar yang terkenal di universitas itu.mereka adalah Tito, Dirga, Bagas, Andi dan juga Rendy mereka berempat sangat terkenal sebagai bad boy nya kampus. Tapi kenakalan atau kejahatan apapun yang mereka lakukan di kampus itu Meraka akan selalu terhindar dari hukuman dosen karena mereka merupakan anak-anak donatur dari universitas itu, tak jarang para dosen segan menghukum atau hanya sekedar menegur pemuda-pemuda itu karena kekuasaan keluarga Meraka contohnya saat seorang dosen menegur mereka berempat bukan mereka yang menerima hukuman tapi dosen itu yang di keluarkan dari universitas itu. karena uang lebih berkuasa dari apapun di dunia ini.


Nayla melihat mereka sedang berkumpul duduk- duduk di depan jembatan yang menghubungkan kelas Nayla siang ini. jika ia memilih jalan memutar maka akan banyak makan waktu, dengan berdoa dalam hati untuk meminta Allah menjaganya dari mereka berempat Nayla memutuskan untuk berjalan dengan yakin melewati mereka.

__ADS_1


Nayla hanya bisa berjalan dengan pandangan kebawah hanya melihat jalan tak berani melihat para pemuda itu.


Langkah demi langkah Nayla lewati dengan takut-takut ia akan di berhentikan oleh pemuda-pemuda itu.


"Assalamualaikum cantik." Ucap Tito dan Bagas berdiri di depan menghalangi jalan Nayla.


"Ya Allah." batin Nayla karena terkejut.


"Waalaikumsalam." jawab Nayla karena seorang muslim wajib menjawab salam masih tetap melihat ke bawah takut untuk melihat wajah para laki-laki itu, Nayla takut nantinya adanya zina mata.


"Sini Abang temani." ucap Tito yang kemudian bagas tertawa mendengar ucapan Tito.


"Abang,,, sekalian aja biar Kakanda temani adinda ." kata Bagas yang masih melanjutkan tertawanya.

__ADS_1


"Masih mending Abang dari pada kakanda. emang Lo dari zaman purba pakai adinda kakanda segala." balas Tito.


Nayla hanya bisa diam mendengar ocehan dari dua orang yang dalam keadaan setengah sadar itu. karena Nayla dapat melihat ada beberapa botol alkohol di tempat mereka duduk.


"Astaghfirullah bau alkohol." gumam Nayla.


"Ada apa cantik?, kamu barusan ngomong apa?" tanya Rendy yang mulai mendekat ke arah Nayla.


Nayla refleks berjalan mundur karena takut Rendy semakin dekat dengannya.


"Ya Allah lindungilah hambamu ini." batin Nayla.


"Sini dong cantik." kata Rendy kembali sambil memegang tangan Nayla.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2