
Tok tok tok. bunyi ketukan pintu kamar Nayla yang di ketuk oleh ummynya.
"Nak kamu sudah bersiap-siap." tanya ummy saat Nayla membukakan pintu kamarnya.
"Pergi sekarang ummy?" tanya Nayla.
"Iya, loh kamu kenapa belum siap-siap nak. kan tadi udah ummy bilang bahwa kita pergi sama Abi sore ini." tanya ummy saat melihat anaknya masih memakai baju yang ia pakai ke kampus tadi.
"Kirain Nayla belum pergi ummy. ya udah Nayla siap-siap dulu." ujar Nayla yang berjalan mengambil handuk untuk mandi.
"Mandinya jangan lama-lama ya Nay." kata ummy.
"Iya ummy." kata Nayla yang telah menghilang masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamarnya.
selesai mandi Nayla memakai baju gamis syar'i berwana biru dengan hijab yang senada dengan bajunya itu. ia hanya menghias wajahnya dengan bedak putih tabur dan lip gloss dengan hanya memakai itu saja Nayla tampak cantik tanpa perlu riasan lainnya, karena Nayla memiliki kulit yang putih, wajahnya mulus serta buku mata yang panjang. katanya air wudhu adalah skin care alami.
Karena takut Abi dan umminya menunggu lama, maka ia lansung saja keluar dari kamar dan bergegas ke tempat abunya yang menunggu di luar rumah.
__ADS_1
"Nayla udah siap untuk pergi Abi." tanya Nayla.
"Kebiasaan kamu ya Nayla, Abi udah nunggu kamu dari tadi Lo nak. kamu mandi sambil tidur ya masa selama 2 jam." kata Abi Nayla menjahili anak gadisnya.
"Mana ada 2 jam, Abi ngarang aja. Nayla mandi cuma 10 menitan aja." jawab Nayla.
"Udah Abi kita berangkat jangan jalihin Nayla terus nanti takut jalannya macet dan sampainya telat Abi. kasian teman Abi nunggunya lama." kata ummy.
kemudian Abi, ummy dan Nayla masuk ke mobil yang di sopir oleh Abi.
"Kita mau makan malam di rumah sahabat Abi waktu Abi kuliah dulu." kata Abi yang masih fokus ke jalan.
"Iya Nay, mereka juga teman ummy saat kuliah dulu. karena kita mau menyambut bulan Ramadhan maka teman Abi mengajak kita makan malam di rumahnya sambil silahturahmi antar keluarga aja" jelas ummy.
Nayla hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti perkataan ummy dan Abinya.
Setelah beberapa menit kemudian Nayla sampai di depan sebuah rumah yang besar dan mewah, tidak seperti rumahnya yang sederhana. rumah itu seperti istana dengan taman yang luas dan tertata rapi.
__ADS_1
Saat sebelum keluar dari mobil, Nayla tak hentinya terkagum-kagum atas rumah mewah itu.
mobil di pakir kan oleh Abi, Nayla dan ummy turun dari mobil duluan.
"Ummy ini rumah siapa?" tanya Nayla yang sudah penasaran. ia tidak akan menyangka bahwa Abi nya memiliki teman yang merupakan seorang sultan karena di lihat dari rumahnya yang merupakan istana menurut Nayla.
"Ya ini rumah sahabat Abi kamu nak. oh iya ummy sempat lupa bilang jika sahabat Abi kamu itu punya perusahaan terbesar no 6 di dunia ini nak. ya wajar jika rumahnya sebesar ini." tanya ummy yang mengerti maksud dari pertanyaan anaknya.
"Apa ummy?, ummy serius ? ." tanya Nayla lagi untuk memastikannya.
"Kenapa berdiri aja ummy. ayo Nayla kita masuk." kata Abi karena bingung melihat anak dan istrinya berdiri di tempat dengan memandangi rumah sahabatnya.
"Iya Abi. yuk nak." ucap ummy sambil membawa anaknya berjalan masuk ke dalam rumah yang seperti istana itu.
Bersambung......
Jangan lupa like ya. biar author semangat untuk update. ☺️
__ADS_1