
Saat berada di pintu masuk terdapat dua orang berseragam pelayan berdiri di depan pintu.
"Selamat datang." Ucap dua pelayan itu dengan serentak.
"Silakan masuk tuan dan nyonya telah menunggu." Ujar mereka berdua kembali mempersilakan keluarga Nayla untuk masuk sembari menuntun mereka ke tempat acara perkumpulan itu berada.
Abi, ummy dan Nayla hanya mengikuti arahan dua pelayan itu. Mereka di tuntun ke sebuah taman belakang yang telah di hias dengan cantik dan elegan. terdapat beberapa meja dan kursi yang di atur untuk tempat makan bersama, juga di sisi taman itu terdapat kolam renang yang lumayan besar.
Melihat pemandangan yang indah itu membuat Nayla tak berkedip dan kagum akan hal itu.
"Tamannya sangat indah ya ummy." Kata Nayla kepada ummy yang berjalan di sampingnya.
"Lihat siapa ini yang baru datang." Kata seorang pria yang seumuran dengan Abi Nayla.
"Kalau begitu kami permisi dulu tuan dan nyonya." Kata seorang pelayan yang memandu kami tadi sambil menundukkan kepalanya.
"Ah iya, Terima kasih." Kata Abi Nayla.
Ummy dan Nayla membalas menundukkan kepala juga tanda terima kasih.
"Assalamualaikum." Kata Abi sambil menjabat tangan sahabatnya itu dan kemudian berpelukan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." Jawab sahabat Abi Nayla yang bernama Yusuf.
"Apa kabarmu Zar?" Kata Yusuf lagi.
"Alhamdulillah aku baik-baik saja." Kata Abi Nayla sambil melepaskan pelukannya. (Nama Abi Nayla adalah Nazar.)
"Bagaimana juga kabarmu dan keluarga?" Tanya Abi Nayla.
"Semua baik-baik saja." Jawab Yusuf.
"Selamat datang di rumah kami." Kata istri Yusuf bernama Maria sambil tersenyum dengan senyum yang penuh arti. Maria juga merupakan sahabat dari Nazar yang berasal dari keluarga kaya. Ia berpakaian sopan tapi glamor dengan bermerk terkenal dan hanya menutupi kepalanya dengan kerudung yang masih menampakkan rambutnya.
"Kami tidak begitu sayang, jangan mengejek kami para perempuan." kata Maria.
"Ayo Najwa (nama dari ummy Nayla.) kita bicara di sana saja biarkan para lelaki itu berbicara tentang bisnisnya." kata Maria kemudian membawa ummy Nayla dan Nayla pergi berkumpul dengan teman-temannya Maria yang juga dari kalangan sosialita.
Najwa dan Nayla hanya menurut saja di bawa ke tempat duduk untuk para perempuan oleh tuan rumah itu.
"Oh ya, apa ini Nayla anak kamu Najwa?" tanya Maria.
"Iya ini Nayla." kata Najwa.
__ADS_1
"Ayo salam dulu sama Tante Maria nak." kata Najwa kemudian.
"Nayla Tante." katanya sambil menyalami tangan Maria.
"Ah iya, kamu sudah besar ya. bukankah dia sama besar dengan anak kedua ku Rendy?" tanya Maria kepada Najwa.
"Iya mereka seumuran." kata Najwa.
"Rendy. apa mungkin Rendy yang sekampus dengan aku itu." batin Nayla menebak siapa Rendy yang dimaksud dengan Maria.
"Apa kamu masih ingat dengan Rendy Nayla teman masa kecil mu itu? dulu saat kalian masih kecil kalian suka bermain bersama sampai tidak mau berpisah bukan, tapi saat kejadian itu kalian sudah jarang bertemu dan main bersama lagi." tanya Maria.
"Rendy teman masa kecil?" tanya Nayla yang bingung dengan siapa yang dimaksud maria.
Maria yang melihat Nayla bingung pun kemudian ingat dengan masa kecil anak-anak mereka yang kurang menyenangkan itu.
karena memperhatikan raut wajah Najwa yang tidak ingin kejadian itu di bahas lagi Maria pun mengalihkan pembicaraan mereka.
"Oh iya kamu sekarang kuliah atau bekerja apa Nayla?" kata Maria.
Bersambung......
__ADS_1