Suamiku Mantan Bad Boy

Suamiku Mantan Bad Boy
Bab 3


__ADS_3

"IYa iya, jadi tadi tuh aku pergi ke kelas lewat jembatan yang dekat dengan kelas itu loh." Kata Nayla.


"Kok kamu lewat jembatan sih Nay, pantas kamu ketemu dengan Rendy the geng." Ucap Mira.


"Ini aku mau cerita loh Mir, kamu main potong aja. Itu tadi Karena aku baru selesai sholat di mesjid jadi jalan tercepat Samapi di kelas ya lewat jembatan itu kan. Kalau aku milih jalan mutar yang ada aku telah masuk ke kelas dan pak Ridwan pasti marah sama aku." Jelas Nayla.


"Iya juga ya, aku kalau jadi kamu juga pasti pilih jalan tercepat jika dosennya si dosen killer itu." Kata Mira.


"Jadi apa yang terjadi saat kamu ketemu Rendy and the geng itu Nay?." Sambung Mira yang masih penasaran karena Rendy terkenal dengan cowok super ganteng, tajir, playboy dan juga bad boy.


"Ya gitu, aku di cekal ngak bisa lewat jembatan. Sampai-sampai tanganku di pegang sama Rendy." Ujar Nayla kesal.


"Wah, beneran Nay?. Jadi bagaimana rasanya tangan kamu di pegang oleh cowok terganteng itu?. Apa wajahnya dari dekat emang seganteng itu Nay?" Tanya Mira yang bertubi-tubi karena penasaran.


"Apaan sih Mir, aku kesal tau Rendy itt main pegang-pegang aja. Bukan mahram tau Mir aku benci tau Mir sama geng yang ngak jelas itu. Ingin ku penjarakan saja mereka karena melecehkan wanita, minum-minum beralkohol di jalan sambil membuat keonaran kayak gitu." Kata Nayla meluapkan kekesalannya.

__ADS_1


"Tenang Nayla, ya udah lah Nay yang berlalu biarlah berlalu. Yang penting kamu tidak diapa-apain sama mereka bukan?" Tanya Mira.


"Tidak Mir, ya aku tidak apa-apa tapi korban mereka yang sebelumnya bagaimana Mira?. Masa kita mau membiarkan mereka begitu aja sih Mir?" Tanya Nayla.


"Terus mau bagaimana lagi Nayla. Kamu punya bukti pelecehan terhadap mereka? Jikalau kamu punya koneksi keluarga mereka itu tidak main-main loh Nay. Keluarga mereka itu keluarga terpandang di kota ini, siapa yang berani mencari perihal dengan mereka Nayla." Kata Mira.


"Udah ah, tuh makanannya udah datang. Kita makan dulu keburu makanannya dingin dan aku pingsan karena dengar kamu yang kesal dengan Rendy and the geng nya." Ujar Mira sambil menyeruput minumannya dan memulai makan-makanan yang ia pesan tadi.


"Siapa coba yang tadi minta di ceritain kejadian tadi?" Gerutu Nayla.


"Ssuutttt, makan Nayla. Jangan bersuara." Ujar Mira sambil menyendokan makanan Nayla ke mulut Nayla.


"Iiihh, Mira aku belum baca doa makan tau udah main suap-suap aja." Oceh Nayla.


"Maaf-maaf makanya jangan menggerutu Mulu Nay, anggap aja tadi itu rezekinya setan karena kamu tidak baca doa. Sekarang kamu baca doanya sebelum makan ya." Ucap Mira sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ushh dasar kamu ya." Kata Nayla yang kemudian berdoa dan makan makanan yang telah terhidang di depannya.


Setelah mengisi perut dan bercerita tentang yang terjadi siang tadi kepada Mira, Nayla dan Mira memutuskan pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Assalamualaikum." kata Nayla.


"Waalaikumsalam." jawab ummy.


"Kamu sudah pulang nak, tadi Abi berpesan nanti sore kamu tidak perlu mengajar mengaji. nanti kamu ikut sama ummy dan Abi pergi silahturahmi dengan sahabat Abi ya. kebetulan nanti mereka juga bawa keluarganya." jelas ummy.


Nayla tinggal dengan Abi dan umminya karena ia adalah anak mereka satu-satunya. Biasanya sore hari Nayla akan mengajar anak-anak baca tulis iqra di musholla samping rumahnya.


Abi Nayla memiliki pondok pesantren yang ia dirikan 10 tahun lalu yang Alhamdulillahnya selalu memiliki santri dan santriwati yang menjadi hafiz Al Qur'an.


Siapapun akan selalu di terima oleh Abi Nayla jika memang ingin belajar agama Islam lebih mendalam. Tidak hanya anak-anak yang belajar di tempat ini. Banyak juga orang dewasa yang ingin mendekatkan diri dengan agama Islam juga belajar di pondok pesantren ini. Karena di sini memiliki guru-guru yang ilmu agamanya tinggi.

__ADS_1


Ini semua juga berkat teman dekat Abi Nayla yang selalu memberikan dana atau apapun yang diperlukan oleh pesantren.


Bersambung.....


__ADS_2