
LOADING....... START!
Happy reading..
*********************
Bel istirahat pun sudah berbunyi. Tanda nya, semua siswa dan siswi akan pergi ke kantin untuk makan dan minum mengembalikan energi mereka untuk menerima pelajaran yang lain. Berbeda dengan Rindi, dia tidak tertarik sama sekali dengan makanan dan minuman yang ada di kantin sekolah.
Setiap istirahat, dia selalu menghabiskan waktu di perpustakaan untuk membaca buku. Dia tidak sendirian di perpustakaan, Wenny selalu ikut kemana Rindi pergi.
"Rin, Lo mau baca buku apa?" Sambil mengambil buku di rak buku.
"Aku tertarik sama buku yang warna hitam itu, kalau gak salah judulnya sih, tentang iblis."sambil mengambil buku itu di rak buku.
"What?? Are you crazy girl !."
Rindi tidak memperdulikan omongan Weny, dia terus membaca buku itu.
Tak terasa, bel pun berbunyi. Rindi dan Weny bergegas untuk masuk ke kelas mereka.
"Rin, udah bel tuh. Ayok kita masuk ke kelas. "
Rindi tidak mendengarkan omongan Weny.
"Hello..... Lo dengar gak?" Dengan nada kesal.
"Oh.... Maaf. Ayok kita ke kelas. Udah bel. Ayok cepat" sambil menarik tangan Weny.
Seperti biasa, setiap Rindi masuk ke kelas. Semua murid sibuk membicarakan dia. Udah biasa bagi nya, jadi dia tidak terlalu memikirkan nya. Sedangkan, Jukyu sudah menunggu dia di bangku nya.
"Kau darimana? Di kantin tadi aku gak lihat mu". Rindi tak mendengar kan nya.
Dia sedang asik membaca buku yang di perpustakaan tadi.
__ADS_1
"Hello, do you have ears?..." Sangking kan sebal nya, Jukyu mengambil buku yang di baca Rindi.
"Buku apaan sih, sampai kau serius kali bacanya" Jukyu pun terkejut.
"What?? neo michyeoss ni?, Gak benar nih anak".
"Kenapa? Ada yang salah?" Rindi bertanya sambil mengambil bukunya dari tangan jukyu.
"No problem, but You're not crazy, right?".
"Tapi, perempuan ini, unik juga sih"bergumam di dalam hati.
Kringg... (Menandakan waktu belajar sudah berakhir).
Semua murid pulang ke rumah mereka masing-masing. Berbeda dengan Jukyu yang terus mengikuti Rindi kemana pun dia pergi. Jukyu penasaran, kenapa Rindi membaca buku yang berjudul IBLIS itu. Rindi tidak terlalu memperdulikan nya.
"Rin, kau pulang sama siapa?".
"Sama aku aja ya. Kebetulan aku bawak motor".
"Gak perlu, aku bisa pulang sendiri. Lagian, masih ada angkot yang melintas di sini."
"Yakin? Gak mau diantar pulang sama orang tampan di sekolah ini." Jukyu tertawa.
"......." Rindi tidak memperdulikan nya.
"Garing ya?" Sambil mengejar Rindi.
Jukyu terus mengikuti Rindi. Sangking kan bosan nya, Rindi pun menghentikan langkahnya.
"Stop, jangan ikutin aku terus". Sambil menatap Jukyu.
"Aku gak ngikutin kau"
__ADS_1
"Buktinya, kemana aku pergi kau selalu di belakang ku."
"Eh... Geer sekali anda Nona. Gerbang tuh ada di depan. Masa iya, aku pulang lewat pagar. Gak lucu kan?". Sambil tertawa.
(Jukyu memegang tangan Rindi)"please... Kau pulang nya bareng aku aja. Lagian ini udah sore." Rindi pun terdiam sejenak.,
"Oke, aku bakalan pulang bareng kau. Tapi, ingat hanya sekali ini aja."
"Oke..."
"Yes, akhirnya."bergumam di dalam hati.
Akhirnya, mereka pun sampai di rumah yang lumayan cukup jauh dari perkotaan. Rumah yang sederhana, tidak terlalu mewah dan tidak terlalu buruk, rumah yang di kelilingi oleh bunga-bunga yang indah, mulai dari bunga mawar, sampai anggrek.
"Makasih... " Ucap Rindi.
Jukyu hanya membalas nya dengan senyuman. Dia terus melihat Rindi sampai Rindi masuk ke rumahnya.
Setelah Rindi membuka pintu, Tiba-tiba...
Prak... Pruk...Klenteng... Klentung...
Suara piring pecah. Terdengar dari dapur rumah Rindi. Rindi terkejut melihat kejadian itu. Dia membatu, dan mulai mengalirkan air matanya. Karena, terjadi pertengkaran yang hebat antara kedua orang tuanya. Selama ini ayahnya melakukan perselingkuhan di belakang mereka semuanya. Ayahnya, selingkuh karena Kekasih ayahnya lebih kaya dan cantik daripada ibu nya.
Sampai-sampai ayahnya menampar ibunya. Disitu, Rindi merasakan hati nya sakit bagai di sayat pisau. Dia tidak menyangka hal yang selama ini yang dia tidak inginkan terjadi di tengah-tengah keluarga nya. Tidak ada lagi keharmonisan di keluarga nya, kebahagiaan yang selama ini mereka bangun. Runtuh seketika, karena pengkhianatan dari ayah nya kepada mereka. Rindi berlari ke kamar nya, dia membuka buku diary nya. Yang berjudul keluarga ku adalah kehidupan yang sempurna.
Ternyata, apa yang dia tulis tidak seindah yang Rindi bayangkan. Hancur, perih dan sakit yang Rindi rasakan. Rindi membuka buku diary, lalu dia menuliskan Isi hati nya.
"Haha.... Aku gak nyangka aja gitu. Yang dulunya bahagia sekali. Sekarang semuanya sirna seperti angin yang berlalu. Tahu gak, keluarga ini lah yang bisa menguatkan ku dari berbagai masalah, hinaan, dan Bully-an yang selama ini aku rasakan. Awalnya, keluarga ini begitu hangat. Memberikan komitmen, tidak ada pengkhianatan satu sama lain. Lucu ya... Begitu berharapnya aku. Ternyata, ayah ku tidak bisa menjaga komitmen itu. Apa yang salah dengan ibuku? Kayak nya, ayah ku yang salah. Iya , dia salah... Dia salah... Dia salah... Dia membuatku dan ibu merasakan sakit yang begitu perih. Terimakasih, karena selama ini Ayah telah memberikan begitu banyak kebahagiaan. Walaupun itu tidak bertahan sampai selamanya"
Rindi menutup buku diary nya. Dan dia sangat kecewa dengan perlakuan ayah nya.
____________ ___________ __________ _________
__ADS_1