SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)

SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)
BONUS PART 1 { PENGKHIANATAN }


__ADS_3

Loading..... Start!


Happy reading....


****************


Pagi hari pun, tiba. Sinar matahari yang sudah muncul, mulai masuk ke celah-celah jendela kamar nya Rindi.


"Uh... Udah pagi aja"(berbalik ke sebelah kanan)"hmm... Dery?"setelah beberapa detik.


"Apa Dery?" Terkejut.


"Eh... Kau ngapain di kamarku."marah dan menarik Dery.


Temenin kamu, dari jahat nya malam. Hahaha....


"Apaan sih, emang aku masih anak kecil. Pakai di jaga-jaga waktu tidur. Oh, iya. Kau gak tidur semalaman?"


Aku kan, IBLIS. Kami itu gak tidur-tidur. Kamu tuh, tahu nya melucu aja.. haha....


Sampai sekarang, Rindi masih takut dengan suara tertawa Dery.


"Terserah, deh. Sekali lagi, kau jangan masuk ke kamar aku. Kalau enggak aku.... "


Aku apa?


"Aku... Udah deh. Aku mau mandi."


Aku ikut. Kita mandi bareng.


"Kau disini aja. Usah ikut aku mandi. Paham!" Dengan nada kesal.


Oke... Tersenyum tipis


Setelah Rindi selesai mandi, dia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dan dia perginya, bareng sama Jukyu.


"Pagi, my Queen" tersenyum manis.


"Pagi, my king" membalas senyuman Rindi.


Mereka pun sampai ke sekolah. Di sekolah, seperti biasa. Pak awali sudah kembali untuk bekerja.


"Pagi pak" sapa Rindi.


"Pagi Neng." Sambil melihat Rindi


"sekarang, dia sudah punya teman." Bergumam dalam hati.


Mereka duduk di bangku mereka. Mereka bercanda gurau, bercerita, tertawa bareng. Akhirnya, Rindi kembali lagi di kehidupan nya yang lama. Yang penuh dengan keceriaan. Rindi merasa bahagia sekali, karena Jukyu selalu ada di sampingnya.


Tut... Tut.... Tut.... Gadget Jukyu berdering karena ada yang menelponnya.


"Bentar ya. Aku angkat telpon dulu" sambil pergi meninggalkan Rindi.


"Oke.."


Jukyu pun pergi ke luar kelas. Dia bergegas


menuju ke kantin sekolah. Karena, ada seseorang yang harus dia temui. Sampai di kantin, Jukyu menemui Weny.


"Kamu lama banget sih" dengan nada kesal.


"Maaf, aku tadi nemenin Rindi."


"Kamu tuh, apa-apa Rindi terus. Sama aku nya kapan?"


"Aku ini kan sama kamu" sambil menatap Rindi.


"Kamu kapan sih mutusin si Rindi"


"Aku gak tahu. Tapi (sambil memegang tangan Weny) secepatnya aku akan mutusin dia."


"Janji?"

__ADS_1


"Aku janji".


Ternyata, selama ini Jukyu dan Weny berhubungan di belakang Rindi. Pada saat hari di mana Jukyu mengungkapkan perasaan sama Rindi. Dia juga mengungkapkan perasaan sama Weny. Ntah apa yang di pikirkan Jukyu.


"Lama banget sih Jukyu. Atau aku datangin aja."


tanpa mikir panjang, dia pergi untuk menemui Jukyu.


Rindi terus mencari Jukyu ke perpustakaan sampai ke kamar mandi. Tetapi, dia tidak menemukan Jukyu. Dia lupa, ada satu tempat yang belum dia datangi.


"Oh iya. Mungkin, Jukyu ada di kantin. Aku kesana aja."


Sampai di kantin, dia melihat Jukyu dan Weny berciuman. Sakit, perih, dan hancur yang Rindi rasakan. Begitu indah nya kata-kata jukyu, sehingga membuat Dia terhipnotis.


"Bodoh nya diriku, yang terlalu percaya dengan kata-kata nya." Menangis.


"Tapi, gak papa.(sambil mengusap air matanya) Tarik nafas... Rindi harus kuat.. kuat." Memotivasi diri nya sendiri.


Pada saat dia mau kembali ke kelas. Tiba-tiba dia memecahkan gelas yang disenggol nya. Itu membuat Jukyu dan Weny terkejut.


"Kamu sudah lihat semuanya" Jukyu menghampiri Rindi


Rindi masih menetaskan air matanya.


"Kok gak jawab" memegang tangan Rindi.


"Lepasin."Rindi melepaskan pegangannya.


"Jadi, selama ini di belakang ku. kelakuan kalian seperti ini. Dan kau Jukyu, hah... Aku kira kamu beda dengan laki-laki di luar sana. Aku kira kamu itu baik banget. Kamu itu setia. Tapi, nyatanya. Kamu itu sama saja". Dengan nada kecewa.


"Aku bisa jelasin"


"Aku gak perlu penjelasan mu"


"Rin (akhirnya, Weny bicara) aku yang salah. Kamu jangan salahkan Jukyu."


"Kamu diam. Kiraku kamu itu sahabat ku. Ternyata, kau itu lebih dari *******." Dengan nada kesal.


Rindi pergi ke kelas dalam keadaan menangis. Dia tidak perduli, terhadap murid-murid yang membicarakan nya. Semua murid tahu, bahwa dia di khianati oleh Jukyu.


"Aduh...Kasihan sekali. Yah, iya lah. Jukyu ninggalin kau. perempuan aneh, Pintar sih, pintar di bodohi"


salah satu siswi melontar kan perkataan kasar kepadanya.


Rindi terus pergi ke kelas, tanpa menghiraukan nya.


Sampai dikelas, murid-murid semuanya tertawa. Rindi tidak memperdulikannya, dia terus berjalan ke bangkunya. Dia masih tidak menyangka, untuk kedua kalinya laki-laki yang dia percaya ternyata memberikan seribu luka kepadanya. Setelah beberapa menit, Jukyu dan Weny kembali ke kelas. Rindi melihat mereka berdua dengan sinis dan penuh kekecewaan. Jukyu tahu, pasti Rindi mendapatkan hinaan dari murid-murid di sekolah itu.


Tetapi, Jukyu tidak bisa melindunginya lagi, karena dia tahu perasaan Rindi kepadanya.


"Hai, lagi apa?". Jukyu menyapa Rindi.


Salahnya, Rindi tidak memperdulikannya. Rindi asik membaca buku dan mendengarkan lagu memakai handset.


Akhirnya, Buk pipi masuk ke kelas. Karena hari ini, kelas X MIPA 1 kedatangan siswa baru. Sehingga membuat semua murid berbincang-bincang tentang murid baru itu.


"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru"


"Murid baru lagi" salah satu siswi berbicara.


"Masuk"


Semua mata tertuju pada siswa baru itu. Karena, dia memiliki pesona yang sangat bagus. Sehingga, membuat para siswi di kelas itu berteriak histeris.


"Perkenalkan namaku Dery"


Rindi melepaskan handsetnya dan menutup


buku yang dia baca.


"Dery ? Jadi, dia murid barunya."(Rindi bergumam dalam hati)


"Ya, sudah. Kamu boleh duduk disampingnya Weny"

__ADS_1


"Weny ? Saya gak mau. Saya mau di sebelahnya Rindi"


Semua murid tertuju pada Rindi, terutama Jukyu.


"Oh boleh. Jukyu kamu pindah ke sampingnya Weny"


"Baik buk" pergi ke sampingnya Weny.


Dery pun pergi ke sampingnya Rindi.


Hai, kita berjumpa lagi


"Kamu ngapain sih ke sekolah aku ?".


Yah, aku mau sekolah.


"Tapi, gak disini juga kali. Sebangku sama aku pula tuh"


(Berbisik-bisik)


Prak... Bunyi pukulan kayu Rotan.


"Rindi, sudah ibu bilang. Kalau ibu lagi mengajar, jangan ada yang berbisik-bisik."


"Baik, buk"


"Dan kamu, Dery. Kamu harus ikuti peraturan yang ada disini. Paham!"


"Paham, buk"


Akhirnya, bel istirahat berbunyi. Seperti biasa, Rindi pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu selama istirahat. Dery, mengikuti Rindi dan meninggalkan siswi-siswi yang ada di sekelilingnya. Wajar sih, dia di kagumi oleh para wanita. Karena, dia lebih tampan dan keren daripada Jukyu.


Kamu sering ya, ke perpustakaan


"Iya, emangnya kenapa ? Ada yang salah"


Gak ada sih. Yaudah deh, aku temenin kamu.


"Apaan sih. Udah aku bilang. Aku gak mau di temenin, aku gak butuh perhatian mu dan aku gak butuh teman."


Garangnya... Gak papa lah, kamu kan calon aku (tersenyum manis)


"Calon? Ogah banget, punya pasangan IBLIS"


Hahahaha......


"Ih, seram tahu."


Maaf....


Rindi terus membaca buku yang dia baca. Sementara, Dery terus melihat Rindi dengan penuh senyuman manis. Di sisi lain, Jukyu sedang mempersiapkan setangkai bunga mawar yang sangat indah dan wangi. Bunga itu dia berikan kepada Rindi, sebagai tanda permintaan maaf nya.


"Semoga Rindi mau memaafkanku dan suka dengan bunga yang aku berikan" gumam nya dalam hati.


Sampai di perpustakaan, Jukyu melihat kedekatan Dery dan Rindi. Jukyu merasakan sakit dan perih serta kekecewaan yang dirasakan Rindi saat Rindi melihatnya bersama Weny bercumbu mesra.


Tanpa sengaja, Dery melihat Jukyu.


Eh, tuh ada mantan Lo


"Biarin aja. Aku gak perduli lagi".


Tapi, dia bawa bunga... Hmm.... Sepertinya, dia mau minta maaf deh.


"So? (melihat Dery) sudah aku bilang aku gak perduli lagi dengannya. Eh, btw. Kau kenapa bisa tahu hubungan ku sama Jukyu. Kau kan murid baru, lagian kau belum tahu apa yang aku lakukan selama ini".


Aku kan, IBLIS. Aku bisa melihat apa yang di kerjakan manusia.


"Oh, gitu"


Daging, Lo terasa enak. Ketika rasa benci serta dendam dan kekecewaan bercampur aduk dengan amarah. (Gumam Dery hatinya)


Jukyu pergi meninggalkan mereka dan meletakkan bunga mawar itu ke atas meja yang ada di perpustakaan.

__ADS_1


__ADS_2