SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)

SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)
PART 4 { SOSOK MISTERIUS }


__ADS_3

Loading...... Start!


Happy reading.....


*****************


Rindi masih teringat-ingat tentang keharmonisan dan keceriaan di dalam keluarga nya. Setiap malam mereka selalu kumpul di ruang keluarga. Bercanda, bergurau, dan bercerita. Semua itu sangat manis untuk di pikirkan dan sangat pahit untuk di kenang.


"Bosan banget"rindi menarik selimutnya dan memejamkan matanya. Tiba-tiba


Rindi... Rindi...


Rindi terkejut karena, ada yang memanggil dia.


"Siapa sih, ganggu orang tidur aja." Rindi melanjutkan tidurnya kembali.


Rindi...Rindi...Kemarilah...


"Siapa sih"


rindi membuka selimut nya menuju ke jendela kamar nya dan membuka tirai jendelanya.


"Gak ada siapa-siapa" Rindi menutup kembali tirai jendela nya.


Rindi... Aku di sini. Aku di sini. Aku di sini.


Hahahaha...


Rindi membuka kembali tirai jendelanya. Dan lagi, lagi dia tidak menemukan siapa-siapa.


"Ah, mungkin halusinasi aku kambuh nih. Haha, ngaco banget sih pikiranmu Rin".


Rindi kembali ke ranjang nya. Pada saat dia kembali ke ranjang nya. Tiba-tiba suasana kamar nya menjadi dingin. Dan dia merasakan ada yang sedang mengikutinya. Hati nya Rindi berdegup kencang. Suhu di kamar nya mulai terasa lebih dingin. Dan Rindi merasa ada tangan yang begitu dingin memegang pundak nya.


"OMG, siapa yang megang pundak aku"


Napas nya semakin memburu, jantung nya berdegup lebih kencang, membuat Rindi tidak bisa bergerak. Badannya membatu ketika ada bisikan dari makhluk yang memegang pundak nya.


Rindi.... Aku di sini, di belakang mu. Hahahah...


Tiba-tiba makhluk yang memegang pundak nya, berada di depannya.

__ADS_1


Makhluk yang memiliki taring yang panjang, badan nya kuning Langsat, sesekali keluar cacing dan serangga lainnya dari mulutnya, dan dia memiliki mata yang banyak di sekujur tubuhnya. Rindi keringat dingin saat makhluk itu hadir di hadapannya. Dia tidak bisa menjerit, ataupun bergerak. Dia hanya bisa berdiri dalam keadaan membatu.


Hello, Rindi. Kaget ya lihat aku. Aku ini yang sering kamu baca lo, kamu gak ingat. Hmmm... Aku sedih jadinya. Tapi, gak papa lah. Setidaknya, aku bisa melihatmu secara langsung. Jangan takut, aku gak makan orang kok. Tapi, sesekali aku juga makan orang. Dan itu pun gak banyak. Hanya 20 orang dalam sehari. Wow.. hahaha. Hebat kan? Oh iya, kamu mau gak berteman dengan ku. Aku ini orang baik Lo. Aku gak jahat. Manusia aja yang jahat, mau mau nya percaya sama aku, hahaha .... Jangan diam aja dong. Masa aku di cuekin, hmmm.... Yaudah deh, seperti nya, kamu tidak terbiasa dengan ku. Tenang aja aku akan kembali dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang. Sampai jumpa, Rindi. Miss you...


Makhluk itu pun pergi, seperti kilatan petir. Akhirnya, Rindi bisa menggerakkan semua badannya. "Gak mungkin, gak mungkin aku berteman dengan IBLIS. Aduh, aku kebanyakan halusinasi nih. Kurang istirahat, yaudah yaudah, aku kembali tidur aja". Rindi kembali ke ranjang nya. Kali ini, tidak ada lagi yang memanggil nya. Rindi pun bisa tidur dengan tenang.


Matahari sudah terbit, Rindi bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.


"Ma, aku pergi ke sekolah ya."sambil merangkul tas nya.


"iya, belajar yang bagus ya, nak".


"siap, ma".


Seperti biasa, Rindi datang lebih awal. Tetapi, pak awali tidak terlihat di sekolahnya.


"Tumben, pak awali belum datang"


Rindi melanjutkan perjalanan menuju ke kelas nya. Di sepanjang koridor sekolah dia hanya bisa mendengar hembusan angin pagi. Langkah Rindi terhenti, karena dia mendengarkan sesuatu yang mengikuti nya dari belakang.


"Jangan bilang, makhluk yang tadi malam" bergumam dalam hati. Rindi semakin mempercepat langkahnya. Tiba-tiba....


"Kamu"Rindi terlihat kesal.


"Ini aku Jukyu. "


"Udah tahu, Btw, tumben kau cepat datang" sambil memegang dagunya.


"Ada yang salah?"


"Enggak ada sih. Tumbenan aja gitu. Biasanya, kau itu kan datang terlambat".


"Yaelah, aku mau jadi anak baik. Aku akan mematuhi peraturan sekolah ini. Jadi, gak ada salah nya dong".


"Hmm.... (Aku cerita gak ya sama Jukyu)" bergumam dalam hati.


"Hei" sambil melambaikan tangannya ke wajah Rindi.


"Oh, yaudah kita ke kelas".


"Yok.."

__ADS_1


Bel istirahat berbunyi, Jukyu mengajak Rindi ke kantin. Tapi, sebelum pergi ke kantin. Rindi pergi ke perpustakaan terlebih dahulu untuk mengembalikan semua buku yang dia pinjam. Terutama, buku yang berbaur IBLIS. Dia tidak akan pernah lagi membaca buku itu.


"Rin, mau pesan apa?".


"Samakan aja samamu".


"Oke".


"Rin, kau kenapa? Ada yang kau pikirkan?"


"Ehm, enggak ada kok".


"Rin, ada yang ingin aku bicarakan" sambil memegang tangan Rindi.


"Ada apa"


"Sebelum itu (berdiri sambil menepuk tangan nya)"teman-teman dengar sini semuanya."


Semua murid yang ada di kantin, mendengar apa yang di bilang Jukyu.


(Sambil menarik Rindi ke taman sekolah. Memang kantin tempat mereka makan dekat dengan Taman sekolah).


"Aku mau ngomong sesuatu Samamu".


sambil mengambil cincin di kantung celananya.


"Dari pertama aku bersekolah disini, aku suka Samamu. Kau itu perempuan yang selama ini aku cari. Sekarang, aku mau ngomong sesuatu Samamu.


"(mengambil cincin dari kotak nya)"mau kah kau jadi pacarku?".


Pertama kalinya, Rindi merasakan ditembak oleh laki-laki. Laki-laki yang paling populer di sekolah ini. Gak nyangka aja gitu, Jukyu bisa suka sama Rindi.


"Gimana, Rin. Kau mau? Kalau kau terima, ambil cincin ini. Kalau kau tolak, buang cincin ini.


"Hmm... Terima atau enggak ya?"( Bergumam dalam hati) terima aja deh." Rindi mengambil cincin itu dan dimasukkan nya ke dalam jari manis nya.


"Kau terima aku?""Iya, aku menerima mu".


"Aku janji, aku akan menjagamu" sambil memeluk Rindi.


_____'_______'_______'_______'______'_______'___

__ADS_1


__ADS_2