SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)

SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)
PART 5 { KEDATANGAN SOSOK MISTERIUS }


__ADS_3

Loading...... Start!


Happy reading.....


****************


Akhirnya, Rindi memilki teman hidup. Rindi bahagia sekali, karena laki-laki yang menjadi pacarnya adalah laki-laki yang di idolakan di sekolah nya. Bagaimana tidak di idolakan oleh banyak siswi di sekolahnya. Laki-laki yang terlahir dari keluarga yang konglomerat, memiliki wajah yang tampan seperti member K-Pop. Di tambah lagi, memiliki poster tubuh yang ideal, berotot dan tinggi.


Membuat pesona Jukyu semakin perfect, setiap siswi yang melihat nya akan mengalami yang namanya mimisan. Banyak siswi yang iri dengan Rindi, ada juga yang melontarkan kata-kata kasar kepadanya. Ada juga yang membuly Rindi, mengunci Rindi di kamar mandi, dan memalukan Rindi di depan murid di sekolah ini. Di saat Rindi di perlakukan semena-mena, Jukyu selalu membelanya. Bahkan, dia rela berkorban demi Rindi.


"Rin, sini deh. Ada yang aku mau omongin."


salah satu siswi memanggil Rindi.


"Ya... Ada apa?"


Rindi menghampiri mereka.


"Duduk di samping aku. Aku mau nanya tentang pelajaran nih".


Sambil menyuruh Rindi duduk di sampingnya.


"Jadi, gini... (Menatap siswi yang lain, sambil memberikan kode) aku gak ngerti matematika tentang geometri. Coba ajarin aku".


"Kamu gak tahu, ini pelajaran paling mudah, lo."Rindi mengajari siswi itu.


"Oke, aku paham. Yaudah ya aku duluan ke kelas. Soalnya, ada yang aku kerjakan. Capcus, girls." Sambil senyum-senyum.


"Oh, iya. Aku lupa. Aku kan, ada janji sama Weny. Kok bisa lupa sih aku".


Rindi pun pergi untuk menemui Weny. Ketika dia hendak pergi, tiba-tiba taplak meja yang berisi makanan itu terjatuh, dan piring nya pecah.


"Astaga..." Dengan wajah panik.


Semua mata murid yang ada di kantin itu tertuju kepada Rindi. Murid-murid yang ada di kantin itu mulai berbisik-bisik dan melontarkan kata-kata yang kasar membuat Rindi meneteskan air mata.


"Rasain itu perempuan kampung. Udah kampungan, gak beres lagi."


"Huuuu" semua murid menyoraki Rindi.


Yang Rindi butuhkan hanya Jukyu, dia mau Jukyu ada disini. Akhirnya, yang di tunggu Rindi datang juga.


"Rin, kamu gak papa kan. (Menarik napas) kenapa kalian menyoraki Rindi? Ada apa? Siapa yang sudah memperlakukan nya seperti ini? Jawab... "


"Aku gak papa kok. Ada kau saja, aku udah senang. Makasih ya kamu sudah datang".


"Gak mungkin aku gak datang, aku sayang kamu, aku cinta kamu. Aku gak rela kamu diginiin terus" sambil memeluk Rindi.

__ADS_1


"Yasudah kita ke pergi dari sini. Kita ke perpustakaan." Sambil membawa Rindi pergi.


Sesampainya di perpustakaan, Jukyu menghapus air mata Rindi.


"Kamu sudah tenang."


"Sudah, makasih ya Jukyu."


"Sama-sama. Siapa yang sudah memperlakukan mu seperti ini. Akan ku balas perbuatannya."


"Usstttt... Udah. Gak usah di perpanjang lagi. Aku baik-baik aja kok."


Jukyu mengangguk sambil meredakan emosi nya.


"Oh iya. Aku ada sesuatu buatmu.


(Mengambil barang yang ada di kantung nya) Tara...."


"Ya ampun Jukyu. Kalung ini pasti mahal."


Rindi bahagia sekali karena dia mendapatkan kalung dari Jukyu yang berinisial R.


"Ah... Murah kok. Aku pakai kan ya"


Jukyu memakai kan kalung itu ke leher Rindi.


"Makasih banget. Aku suka"


Tak terasa bel pun berbunyi, mereka berdua pergi ke kelas untuk menerima pelajaran selanjutnya. Seperti biasa, siswa-siswi yang ada di kelas mereka, sedang membicari mereka.


"Anggap aja mereka fans kita" kata Jukyu.


Rindi tersenyum menuruti perkataan Jukyu.


Akhirnya, jam sekolah sudah selesai. Jukyu mengantarkan Rindi ke rumah nya.


"Sampai jumpa my Queen".


"Sampai jumpa my King"


Jukyu pun pergi, sampai Rindi tidak melihatnya. Pada saat Rindi membuka pintu. Dia mendengarkan suara yang memanggil nya. Tapi, dia tidak perduli. Semakin lama suara itu semakin dekat sama nya. Keringat mulai banjir di wajah nya. Jantung nya berdegup kencang, napas nya memburu.


Rindi... Lihat dong ke belakang. Aku disini Lo. Aku gak jahat. Udah aku bilang, aku mau jadi temanmu. Kalau enggak aku datang kesana ya. Yaudah aku kesana.


Makhluk itu pun, muncul di depan wajah nya Rindi. Kali ini, makhluk itu tidak terlihat menyeramkan, mata yang banyak, gigi yang bertaring dan warna kulit yang kuning tidak terlihat lagi.


Hai, Rindi. Gimana penampilan ku. Ganteng kan? Hahaha... Udah aku bilang aku akan merubah penampilan ku di depan mu. Aku gak seseram yang pertama kali kau lihat. Yaudah, kita temanan ya. Oke, karena kau diam berarti kau Nerima aku jadi sahabat mu. Uhh.... Senang nya bisa berteman samamu. Yaudah, ya aku mau pergi dulu. Aku lapar. Hmm.... Seperti kau lezat untuk di makan. Hahaha.... Tapi, enggak lah. Kau kan teman ku. Yaudah ya, aku pergi dulu. Miss you...

__ADS_1


Rindi tidak menyangka bahwa makhluk itu, kembali lagi ke hadapan Rindi.


Rindi masuk ke rumahnya. Dan pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya. Setelah itu, Rindi duduk di meja belajar nya.


"What? Aku berteman dengan IBLIS. OMG, gak lagi bermimpi aku ini kan?. Yang benar aja, berteman sama IBLIS."


Rindi membuka buku diary nya. Dan dia mulai menulis.


Dear diary.


Aku bahagia sekali. Karena, aku mendapatkan laki-laki yang mencintai dan menyayangiku dengan tulus. Dia selalu ada untuk ku. Dia selalu melindungi ku dari kejahatan. Setiap aku butuh bantuan, dia selalu hadir. Dia orang yang berbeda dengan ayahku. Semoga, kami bisa selamanya seperti ini.


Love


Jukyu.


Rindi menutup buku diary, untuk bergegas ke kamar mandi. Karena, dia sudah mulai gerah. Kebetulan, cuaca nya, lumayan panas. Setelah Rindi selesai mandi, dia terkejut ketika ada seorang laki-laki yang membantu mamanya membuat makanan untuk mereka makan malam


"Ma, dia siapa?" Sambil mengibaskan rambutnya.


"Dia itu, Dery."


"Dery?"


"Iya.. Dery".


Hai, Rindi. aku Dery. Rindi terkejut, dan menjatuhkan handuknya.


Kenapa? Udah aku bilang kan, aku akan selalu di sampingmu. Kau itu kan sahabat terbaik aku. Dan Mama kamu, adalah mama aku juga. Ye... Kita jadi saudaraan.


"What?" Akhirnya, Rindi bisa berbicara setelah beberapa kali dia melihat makhluk itu.


"Please, aku gak mau temenan samamu. Dan, kamu pergi dari sini. Aku gak mau ada laki-laki dirumah ini. Jangan ganggu aku lagi." Sambil menarik tangan Dery.


"Rin, biarin aja Dery tinggal disini. Mama suka kok, dia tinggal disini." Memberhentikan Rindi.


"Ma, dia ini bukan manusia. Kita gak bisa tinggal samanya. Tolong lah ma"


Mama kamu aja, suka aku disini.


"Diam"


Uh.... Jutek amat sih


"Ma.."


"Kamu gak mau jadi anak durhaka kan?"

__ADS_1


"Yaudah deh".


Rindi pergi ke kamar nya.


__ADS_2