SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)

SUDAH TERBIT !! KEMATIAN (THE DEATH 1)
PART 3 { BUKU MISTERI }


__ADS_3

Loading.... start!


Happy reading...


****************


Rindi masih tidak percaya dengan semua ini. Dia hanya berfikir, bahwa yang di alami keluarganya tidak pernah terjadi. Rindi masih terbengong di tempat duduknya. Dia gak sadar, bahwa jam pelajaran hampir dimulai.


"Eh... Lo kenapa Rin?" Wenny mendekat ke Rindi.


"Gak papa"


"tapi, Lo seperti nya, ada masalah. Jangan sungkan, cerita lah sama aku. Biar kamu gak kepikiran lagi."


"Ibuk woy, ibuk udah jalan kesini (sambil berlari ke bangku nya) Bubar kalian semua."


salah satu siswa yang menjaga pintu untuk melihat guru yang akan masuk ke kelas mereka.


Berbeda dengan Jukyu, yang sampai sekarang belum juga datang.


Ketika buk Lasmi sudah memberikan pelajaran kepada murid-murid X MIPA 1, tiba-tiba Jukyu datang.


"permisi buk, apakah saya boleh masuk?".


"Kau tahu, ini udah jam berapa?". Sambil memegang jam tangan nya.


"Jam 09.00 waktu Indonesia bagian barat."


"Kau tahu kan, datang ke sekolah ini harus jam Berapa?"


"Tahu, buk. Jam 07.30 wib"


"Nah, itu kau tahu. Kenapa kau datang jam sekarang?"


"Saya sih buk, biasanya di sekolah saya yang kemarin. Itu datang nya terserah buk. Mau jam berapa aja. Jadi, saya belum terbiasa dengan semua ini".


"E..e... Lancang sekali kau. Sekarang kau berdiri di luar sampai jam pelajaran saya selesai."


"Tapi... "


"Gak ada tapi, tapian."


Pergi dengan wajah kesal. Buk Lasmi pun melanjutkan pelajaran nya. Rindi masih bengong dengan masalah yang dihadapi nya. Buk Lasmi, yang dari tadi melihat Rindi. Akhirnya, datang ke bangkunya Rindi.


"Rin... Rindi...... Rindi..... (Dengan nada tinggi)."


"Saya buk".


"Kau kenapa bengong, dari tadi saya menjelaskan kau terus bengong. Di kelas ini tidak boleh ada murid yang bengong. Paham!".


"Paham, buk".


"Sekarang, kau keluar jangan masuk sampai jam pelajaran saya selesai".


Rindi keluar, dan dia berdiri di samping Jukyu. Semua murid tertawa melihat nya, karena siswi yang selalu fokus, tiba-tiba bengong seperti memikirkan sesuatu. Yah... Memang Rindi memikirkan hubungan keluarga mereka saat ini.

__ADS_1


"Hello, girl"


"Apa"


"Eits... Biasa aja dong. Jangan ngengas" Jukyu tertawa.


"Garing tau".


"Hahaha oke.. oke. Hmm.... Btw, Lo kenapa di keluarkan dari kelas?".


"Lah, kau kenapa gak masuk ke kelas".


"do you have eyes?."


"Oh, maaf... Kau terlambat?"


"Yess, baby". Sambil mencolek Rindi.


"Apaan sih. Gatal banget" Rindi pergi ke perpustakaan meninggalkan Jukyu sendirian.


"Hei, pertanyaan aku belum di jawab". Sambil mengikuti Rindi Ke perpustakaan.


Seperti biasa, di perpustakaan hanya ada Rindi dan penjaga perpustakaan. Dan sekarang, bertambah karena adanya Jukyu. Jukyu menoleh sana-sini mencari Rindi. Akhirnya, Jukyu melihat Rindi. Rindi duduk di kursi sebelah pojok paling kanan. Jukyu pun menghampiri Rindi.


"Lo, gak bosen gitu. Setiap hari ke perpustakaan?" Sambil duduk di samping Rindi.


"Gak." Tidak memperdulikan Jukyu yang ada di sampingnya.


"(Lihat sana-sini, lirik sana lirik sini) kalau aku sih, pasti bosen banget. Oh, iya. Tadi pertanyaan ku belum kau jawab."


"Yang kenapa kau itu di keluarkan dari kelas?".


"Oh itu, gak papa".


"Eh... Dari tadi jawaban nya, gak papa terus. Ada kata yang lain selain itu?"


(Berdiri dari bangku nya sambil menatap Jukyu)"aku di keluarkan gak urusan mu. Kamu paham!."


"Selo.... Santuy aja". Rindi kembali duduk ke bangku nya.


Jukyu yang kepo dengan apa yang di baca Rindi. Dia pun, rela berlama-lama di perpustakaan. Padahal, dia paling anti yang namanya membaca buku, jangan kan di suruh membaca, menyentuh buku pun terkadang gak mau. Jukyu terkejut, saat dia tahu judul buku yang di baca Rindi. Judul buku yang gak masuk di akal nya manusia, dan tidak akan pernah di lakukan oleh manusia. Rindi membaca buku yang berjudul


Berteman dengan IBLIS. Ntah mengapa, akhir-akhir ini Rindi suka membaca tentang IBLIS, mulai dari nama-nama IBLIS, kekuatan yang di miliki IBLIS, dan berteman dengan mereka. Tiba-tiba terselip di dalam pikiran Rindi yang ditulis di buku itu Berteman lah dengan ku, semua apa yang kau inginkan akan aku kabulkan. Rindi teringat, dia ingin mengembalikan kehidupan keluarga yang dulu, dia mau mengambil ayah nya dari tangan ******* yang sudah merebut kebahagiaan mereka. Jukyu yang sibuk dengan gadget nya, tiba-tiba terkejut karena, mendengar kan suara yang aneh.


"Rin, kau dengar gak. Ada suara aneh?"


"Gak, dari tadi tidak ada suara yang ku dengar. Kuping mu kali, yang rusak tuh. Perlu ke THT" Rindi tertawa.


"Garing tahu".


Gak nyangka begitu manisnya Rindi ketika tertawa dan tersenyum. Baru pertama kalinya, Jukyu melihat wanita yang sangat cantik seperti bidadari.


"Hei... "


"Eh, kita ke kantin. Aku yang traktir."

__ADS_1


Rindi masih melihat Jukyu dan berpikir.


"Udah ayok...." Sambil menarik tangan Rindi.


Kantin buk Surti


"Kau mau mesan apa? Biar aku pesankan"


Jukyu menawarkan menu yang ada di kantin itu.


"Hmmmm...."


"Lama banget, aku samain sama punya aku aja ya. Hmmm.... Chicken Wings nya 2, steak nya 2, Burgerkill nya 2, terus minum nya jus alpukat 2, sama air mineral nya satu."


"Tunggu ya kak, bang".


"Iya... ".


Jukyu yang sibuk memilih makanan, berbeda dengan Rindi yang sibuk membaca buku yang dia dapatkan dari perpustakaan tadi.


"Lo, dari tadi baca buku aneh itu? Gak bosen apa? Dari kemarin buku mu itu tentang IBLIS. Kau mau bersekongkol bareng mereka?".


"Bisa diam gak".


"Hei, ini di kantin. (Menarik bukunya) buku ini aku simpan sementara. Nanti aku balikkan setelah selesai makan."


"Oke oke... " Dengan wajah jutek


"Aku mau nanya sama kau. Lo kenapa di kelas tadi bengong, terus Lo kenapa baca buku tentang IBLIS?".


"Ah... Bengong siapa? Aku" sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Enggak, setan. Yah iya lah... Jadi siapa lagi".


"Hmm... (Menunduk) sulit untuk dijelaskan."


"Jelasin aja sama ku, pasti aku bisa jaga rahasia mu" sambil memegang tangan Rindi.


"Kamu pernah membayangkan, ketika keluargamu itu hancur. Kebahagiaan yang selama ini kalian bangun, hancur seketika karena ada orang ketiga."


"Siapa? Ayah mu, selingkuh?"


(Rindi mengangguk)


"Gila ayah Lo, laki-laki buaya. Gak bertanggung jawab banget sih. Aku tuh paling gak suka kalau ada laki-laki yang mengkhianati perempuan karena ada yang lebih baik dari perempuan yang bersama nya.".


"Kamu kenapa marah?"


"Yah.... Aku marah, karena dia itu laki-laki ********. Gak berguna."


"Kau jangan menghina ayah ku".


"Aku gak menghina ayahmu. Aku hanya bilang laki-laki seperti itu laki-laki banci."


"Aku gak suka kau ngomong seperti itu. Terimakasih makanan dan minuman nya. Selamat tinggal".

__ADS_1


Rindi pergi meninggalkan Jukyu. Kali ini Jukyu tidak mengejarnya.


__ADS_2