Sun And Moon

Sun And Moon
Bab 3


__ADS_3

Seorang wanita berambut panjang dan berwajah cantik berjalan melewati parkiran dan membuat laki-laki yang melihatnya terus-terusan memandanginya. Wanita itu melihat Arief yang baru saja datang ke sekolah.


"Pagi" ucap Alya pada Arief sambil tersenyum manis.


"P-Pagi juga" ucap Arief yang gagap


Alya dan Arief pergi berangkat ke kelas sama-sama sambil mengobrol hal yang tidak perting dan membuat iri mereka yang melihatnya.


"Ternyata lu lebih diem dari yang gua kira ya" ucap pendapat Alya tentang Arief


"Ah, eng kira-kira hobi kamu apa?" Tanya Arief yang ingin merubah pemikiran Alya tentangnya


"Apa ya? Gak tau juga" ucap Alya berpikir sambil tersenyum manis


Tiba dikelas mereka dan bel masuk pun berbunyi. Beberapa saat setelahnya datanglah seorang guru matematika, guru itu memberikan sebuah penjelasan yang lumayan rumit sampai sebagian murid yang oon tidak mengerti apa maksudnya itu.


"Itu guru ngomong apaan sih? Kasih penjelasan bertele-tele gitu" Ucap cowok yang berada di depan Arief dengan kesalnya

__ADS_1


Jam istirahat tiba, seperti biasa yang Arief lakukan adalah mengeluarkan bukunya dan mulai membacanya. Alya juga sedang sibuk sekarang dengan Dina, jadi hanya Arief sendirian yang berada di kelas. Tanpa Arief sadari, seorang laki-laki dari tadi memperhatikan Arief terus dari luar kelas sambil tersenyum melihatnya yang hanya terus-terusan membaca buku dan tidak mau bergaul dengan orang lain.


"Apa dia gakak bosan, terus membaca buku?" Ucap laki-laki itu dalam batinya


Pukul 4 : 30 PM sekolah hari ini telah selesai, mereka semua pulang ke rumahnya begitu juga dengan Arief. Hari ini Arief tidak membawa motor ke sekolahnya entah kenapa, dia kemudian pulang dengan berjalan kaki sambil membaca bukunya.


Arief tiba di sebuah pertigaan dan tanpa sengaja berpapasan dengan seorang laki-laki disana. Laki-laki itu sadar kalau itu Arief dan mengikutinya tanpa Arief sadari karena saat ini, dia lagi sibuk jalan sambil membaca.


Laki-laki itu terus mengikuti Arief kemudian dia tiba di sebuah sawah yang luas. Dipinggiran sawah itu tepatnya masih di arena jalanan sepi, ada sebuah tempat duduk. Kemudian Arief duduk disana sambil membaca bukunya dan akan melihat matahari terbenam. Hal ini sudah jadi kebiasaanya untuk menghibur dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.


"Lu itu ya, mau di sekolah atau di luar sekolah. Selalu aja baca buku" tanya laki-laki itu, kemudian Arief menoleh ke arahnya


"Eh?! Memangnya gak boleh ya?" balasnya dengan nada yang rendah


"Haha, bukan itu maksud gua kok" balasnya lagi lalu duduk di samping Arief


"Kenalin, nama gua Billy" ucap laki-laki itu mengarahkan tanganya kedepan untuk mengajak Arief bersalaman denganya

__ADS_1


"Oh, aku Arief" balasnya sambil bersalaman dengan Billy kemudian Billy tersenyum padanya


<----¤---->


"Dina, menurut lu nih, Arief itu mirip Aldi gak?


"Aldi? Sory tapi bukanya gua ada maksud apa gitu, tapi dia 'kan adik lu yang udah meninggal dulu?" Tanya Dina pada temanya itu


"Umnn, kenapa tiba-tiba lu nanyain hal kayak gitu? Atau jangan-jangan lu suka sama Arief ya?"


"Gak ada kok, gua gak punya perasaan apa-apa sama dia" balas Alya dengan malu-malu kucing


"Umnn, gua punya firasat lain" ucap Dina yang tidak percaya dengan Alya dan mempunyai jawabanya sendiri


"Yah, serah lu deh" jawabnya sambil tersenyum manis


Aldi adalah adik laki-laki dari Alya, sewaktu Alya masih duduk di bangku kelas 1 SMP adiknya ini meninggal karena kecelakaan. Umurnya beda 2 tahun dengan Alya, dari semenjak kematian adiknya itu Alya mendadak jadi dingin dengan semua orang dan sering merenung sendirian. Kemudian Dina pindah ke sekolahnya saat kelas 2 SMP dan dia berhasil membuat Alya bangkit lagi dari sifat dinginya.

__ADS_1


__ADS_2