Sun And Moon

Sun And Moon
Bab 6


__ADS_3

Billy dan Arief melihatnya lagi. Saat mereka baru saja datang ke sekolah, Alya yang tengah sendirian dikelilingi banyak Fans cowoknya yang mendekati dan memberikan banyak hadiah untuknya. Alya saat itu seperti barang yang diinginkan semua laki-laki yang didekatnya.


"Lu minggir kasih gua lewat"


"Gua mau kasih ini ke bebebku"


"Eng, sory gua gak bisa terima ini" ucap Alya menolak hadiah pemberian Fansnya itu


"Lu juga minggir kali, emangnya lu aja yang mau kasih hadiah? Gua juga mau kali" ucap Fansnya yang lain


"Ahh, pusing kepala gua dah" ucap Alya menutup telinganya dan langsung pergi meninggalkan mereka semua


"Bebeb Alya tunggu, jangan tinggalin kita semua" ucap mereka dan langsung mengejar Alya yang pergi entah kemana


Billy menasihatinya agar lebih jujur pada perasaanya, tapi Arief tetap saja berkata tidak padanya.


"Lu liat sendiri 'kan, kalo lu gak mau jujur sama perasaan lu sekarang. Mungkin Alya sudah jadi salah satu milik mereka"


"Emn, biarin aja" ucap Arief yang seakan tidak perduli


"Lu yakin bilang kayak gitu?" Ucap Billy menggoda Arief


"Ahh, bodo amat dah" ucap Arief dan mereka berdua langsung pergi ke kelas. Sebelum bisa sampai kelas, Alya tiba-tiba datang bersembunyi dibelakang Arief dari para Fans gilanya itu.


"Nah, itu dia" ucap para Fans gilanya itu


"Tolongin gua dong" ucap Alya pada mereka berdua sambil bersembunyi di belakang baju Arief

__ADS_1


"Eng tunggu dulu, lu semua itu siapa?" Tanya Billy pada mereka dengan bingung


"Hah? Lu gak kenal sama kami?" Sahut salah satu Fans Alya yang kagetnya Billy tidak mengenali mereka


"Kami adalah orang-orang yang di takdirkan untuk memeluk dan mencintai Alya sepenuhnya. Perkenalkan gua Pandi, gua Surya, gua Mahesa, gua Yoga, gua Daniel, gua Angga" ucap mereka berenam satu persatu menyebutkan nama mereka untuk memperkenalkan diriya pada Billy dan Arief.


"Yang terakhir, gua adalah Syahru-Khan" ucap Syahru begitu semangat sambil menggigit sebuah bunga mawar di mulutnya


"Oh?!" Ucap Billy mengkedipkan mata kananya karena heran dengan tingkah mereka yang begitu alaynya dan tergila-gila dengan Alya.


"Jadi itu Fans yang kamu yah?" Ucap Arief ke Alya dengan heranya


"Dan kami semua adalah O.C.B.A( Organisasi Cinta Bebeb Alya )" ucap mereka bertujuh dengan sangat kompak sambil memperlihatkan pose tubuh yang aneh


"Nah nona Alya, mau kah kamu memilih kami" ucap Syahru mengulurkan tanganya ke Alya sambil menggigit bunga mawar di mulutnya.


"Ya ampun, tolongin gua lah pliese" ucap Alya tergesak-gesak pada Arief dan Billy sambil menarik-narik baju Arief.


Billy dan Arief sempat tertawa karena tingkah konyol para Fansnya itu. Tapi, karena sedang berhadapan dengan pasukan C.B.A mereka hanya bisa menahan tawa lucunya.


"Dah, lu berdua cepetan minggir sana" usir Daniel pada mereka berdua


Arief dan Billy bingung bagaimana cara mengalahkan mereka bertujuh. Tuhan kemudian menolong mereka bertiga dari Fans Alya, seorang Dewi malapetaka datang membawa sapu dan siap untuk memukuli mereka bertujuh.


"Wuah, gawat dia dateng" ucap Yoga dengan ketakutan


"Jangan dia lagi napa" ucap Surya dengan ketakutan

__ADS_1


"Sebelumnya gua di pukulin sampai benjol sama tuh cewek, sampai sekarang bekasnya masih ada" ucap Syahru dengan gemeteran dan ketakutanya dengan Dina.


"Hahaha, masih belum kapok di gebukin ya?" Ucap Dina mengancam mereka bertujuh sambil menunjukan mata tajamnya dan tawa jahatnya


"Ahh, lari!!! Kabur-kabur!!!" ucap mereka bertujuh dengan kompak kemudian berlari cengar-cengir dan menjauh dari Arief, Alya, Billy dan Dina


Arief dan Billy juga ketakukan melihat sifat asli Dina yang sadis. Mereka mengklaim, kalau selama ini Alya bisa aman karena ada Dina disana. Kalau tidak ada Dina, mungkin Alya sudah di kejar-kejar para Fansnya itu.


"Makasih Din, kaulah penyelamat hidupku" ucap Alya yang memeluk Dina sambil berterima kasih


"Nah selesai 'kan, tinggal lu berdua sekarang" ucap Dina menakut-nakuti Arief dan Billy


"Glug" Arief dan Billy menelan air ludahnya


"Gak waras, kalo tujuh anak aja babak belur apalagi kita berdua." ucap Billy dalam batinya dengan ketakutan


"Haha, canda kok. Santai gak usah tegang gitu dong" ucap Dina ke Arief dan Billy sambil tertawa dan Alya juga ikut tertawa melihat ekspresi mereka berdua yang ketakutan.


"Hahaha" Billy dan Arief akhirnya bisa melepas tawanya yang dipendamnya sejak tadi bersama dengan Alya dan Dina.


Mereka kemudian pergi menuju kelas mereka. Dikelas, Arief berpikir kembali soal perasaan yang menurutnya misterius itu.


"Emn, menurut mu Bill? Apa aku beneran suka sama Alya?"


"Cie, jadi lu mau nerima perasaan lu itu?" Ucap Billy menggoda Arief


"Gak tau" balas Arief dengan nada tingginya sambil memanyunkan bibirnya dan Arief langsung pergi keluar dari tempat duduknya

__ADS_1


"Ciah, ngambek lagi" ucap Billy tertawa berdahak-dahak


__ADS_2