
Hari ini, murid di kelas Arief tiba-tiba saja mendapatkan ulangan dadakan dari guru PPKN mereka. Jujur saja, Billy kesal dengan guru itu karena belum ada 1 minggu masuk di SMA Suka Bumi sudah ada ulangan harian dadakan kayak begini.
Awalnya, Billy sangat bingung dan berusaha mencoba untuk menanyakan jawaban ke Arief. Tapi saat dia berhasil memanggilnya, guru itu malah pindah kebelakang dan akan lebih sulit baginya untuk mencontek jawaban.
Satu-satunya titik buta agar bisa memanggil sekaligus meminta jawaban dari Arief adalah di bagian bawah. Billy menulis sesuatu di dalam kertas yang kemudian di remes-remes olehnya dan dilempar lewat bawah.
Kertas yang diremes Billy tadi akhirnya tanpa sengaja di lihat oleh Arief. Arief langsung mengambilnya dan membaca isi dalam kertas itu.
"Arief, kasih gua jawaban dong. Pliese bantuin temen lu ini" ucap Billy dalam kertas itu yang memohon pada Arief untuk membagi jawabanya
"Tulis jawabanya di belakang kertas" ucap Billy dalam kertas itu
Setelah membacanya, Arief segera menulis jawabanya di balik kertas yang Billy suruh tadi dan ketika selesai Arief melemparnya balik ke arah bawah. Billy tentunya sangat senang dengan kebaikan temanya ini, dengan cepat Billy menyalin jawaban Arief ke kertas jawabanya.
"Sory, nomor 19 sama 20 aku gak tau" tulis Arief dalam kertas itu
"Ya gak apa-apa" ucap Billy masih bersyukur sudah di kasih contekan
Sedangkan Alya sudah selesai paling pertama dengan 35 soal yang menurutnya terlalu mudah. Arief dibuatnya terkejut dengan Alya yang sudah mengumpulkan jawabanya kemudian langsung keluar menginggalkan kelas.
"Cepet banget selesainya, aku aja baru nomor 26" ucap Arief dalam batinya kemudian disusul dengan murid yang lain
Arief selesai di urutan ke-4 dan Dina ke-6. Tidak lupa, Arief membisikan jawban nomor 19 dan 20 yang tadi di tunggaknya.
"Akhirnya selesai!!!" Ucap Billy yang begitu bersemangat kemudian langsung mengumpulkan jawabanya dan keluar dari kelas.
Billy mencari-cari Arief yang entah kemana perginya itu. Pada akhirnya, Billy melihat Arief yang lagi bersembunyi di balik tembok. Billy langsung saja ke tempat Arief berada dan bertanya padanya, apa yang sedang di lakukanya disini?
"Woi rief, lu ngapain disini?" Tanya Billy membuat Arief terkejut
"Ah, gak ngapa-ngapain kok" balas Arief dengan kagetnya dan mencoba untuk mengelak
__ADS_1
Billy melihatnya, dari tadi Arief berdiri disini memperhatikan Alya yang sedang bersama dengan seorang pria yang diduganya adalah anak kelas sebelah.
"Jadi lu dari tadi lagi liatin mereka berdua ya?" Tanya Billy ke Arief
"Gak, apaan sih?" Balas Arief yang mencoba mengelak
"Terus ngapain lu disini?" Tanya lagi Billy karena penasaran
"Ahh, gak tau dah. Aku mau ke kelas" ucap Arief dengan nada tinggi kemudian dia pergi berlari meninggalkan Billy sendirian disana.
Billy hanya bisa tertawa dan tersenyum melihat kecemburuan Arief. Disisi lain, dia juga merasa sedih karena Alya berduaan dengan cowok lain di depan mata Arief.
Alya tiba-tiba datang menghampiri Billy disana.
"Lu ngapain disini?" Tanya Alya yang melihat Billy berdiri sendirian disini
"Oh, cuma kebetulan lewat doang kok" ucap Billy mencoba mengelak kebenaranya
"By the way, itu siapa?" Tanya Billy karena penasaran
"Woi Alya, udah disuruh masuk loh. Cepetan balik ke kelas nanti lu dimarahin loh" ucap Dina berteriak-teriak memanggil Alya
"Oh, ya udah. Meningan balik kita balik ke kelas. Udah disuruh masuk tuh" ucap Alya mengakhiri pembicaraan dengan Billy kemudian menyuruhnya untuk kembali ke kelas
"Iya, gak usah terlalu keras teriaknya dong" ucap Alya dan mereka kemudian kembali ke kelas
Dikelas, Billy melihat Arief yang hanya terdiam malas di bangkunya sambil meletakan tanganya di pipinya. Dia 'pun datang menghampiri Arief, mencoba untuk mengajaknya berbicara
"Lu kok cemberut gitu sih?" Tanya Billy yang bingung dengan muka Arief
"Gak tau" Balasnya dengan sikap dingin
__ADS_1
"Lu ngambek sama gua ya?" Tanya lagi Billy yang penasaran
"Aku bilang gak tau" Balasnya lagi dengan sikap dinginya
"Umnn… Alya, sini bentar deh" Ucap Billy memanggil Alya kemudian Alya datang
"Apaan?" Tanya Alya ke Billy
"Arief mau ngomong sesuatu nih" Jawab Billy membuat Arief kaget
"Hah?" Ucap Arief yang kaget membuat badanya yang malas berberak menjadi tegak dan tanganya yang sebelumnya menempel di pipinya perlahan mulai lepas dari pipinya
"Iya, mau ngomong apaan?" Tanya Arief ke Arief
"Gak ada kok, aku gak mau ngomong apa-apa" ucap Arief mengarahkan tanganya depan sambil mengayunkanya ke kiri dan ke kanan
"Hah? Jadi yang mana bener?" Tanya Alya pada mereka berdua kemudian Billy membalasnya
"Arief tadi mau tau, siapa cowok yang berduaan sama lu tadi" ucap Billy ke Alya kemudian Alya menjawabnya kalau itu teman semasa SDnya.
"Tuh, denger sendiri 'kan" ucap Billy dan membuat kecemburuan Arief menghilang
"Emangnya kenapa sih?" Tanya Alya yang bingung
"Gak, Arief mau temenan sama temen SD lu itu" jawab Billy ke Alya
"Ish, apaan sih" sewet Arief yang kesal dengan Billy
"Oh, bagus dong. Ya nanti aku kasih tau" jawab Alya dengan senyuman kemudian dia pergi kembali ke tempat duduknya.
Billy kemudian tertawa berdahak-dahak melihat Arief. Dia menjelaskan semuanya, kalau harusnya Arief lebih jujur soal perasaanya itu ke Alya sebelum semuanya terlambat.
__ADS_1
"Gak, aku gak mau, mustahil tau" ucap Arief yang mengelaknya lagi
"Ya udah serah dah🙄„" ucap Billy ke Arier