Sun And Moon

Sun And Moon
Bab 8


__ADS_3

Mereka berdua 'pun mulai mempersiapkan rencana konyol Billy untuk menjebak Alya. Ikat talinya di pintu sebelah kiri ucap Billy menyuruh Arief kemudian dirinya bersembunyi di pintu sebelah kanan.


Pertama, Billy akan bersembunyi di balik pintu itu sebelum Alya masuk ke kelas. Sedangkan, Arief menunggu dan bersembuyi di suatu tempat dengan arah pandangan ke gerbang sekolah sambil menunggu Alya datang.


Alya biasanya datang kurang lebih pukul 5 : 30 - 6 : 00 AM. Karena dia tidak mau bertemu dengan para Fans gilanya lagi, makanya Alya selalu datang lebih cepat dari murid yang lain.


Pukul 5 : 48 AM, Alya kemudian tiba di sekolah.


"Alya dateng Bill" ucap Arief ke Billy kemudian dia bersiap-siap untuk rencananya.


"Tas gua sembunyiin" ucap Billy menyuruh Arief


Alya berjalan dengan perlahan menuju kelasnya. Dan saat dia tiba di dekat kelas ( beberapa langkah sebelum bisa sampai ke kelas ) Irfan tiba-tiba saja datang dan menabraknya lalu tanpa sengaja menginjak sepatu Alya.


"Sory Al, gua gak sengaja. Gua lagi buru-buru nih" ucap Irfan sambil meminta maaf


"Oh, oke gak apa-apa"


Alya melihat kearah bawah ternyata tali sepatunya lepas, kemudian ia menunduk dan berhenti sejenak untuk membenarkan tali sepatunya yang lepas.


"Itu dia, Alya datang" ucap Arief dalam batinya sambil mengangkat tanganya membentuk sebuah isyarat yang sudah mereka sepakati.


"Dia datang" ucap Billy sambil menarik talinya dengan kuat


Rencana mereka berhasil, sesaat target terjatuh sesuai rencana mereka. Dan Arief berlari dengan cepatnya lalu menangkap target sebelum benar-benar jatuh ke lantai dengan posisi yang romantis. Semua sesuai perkiraan Billy.


"Lu apa-apaan sih rief? jangan Gay gitu deh" ucap Irfan yang heran dengan Arief yang menangkapnya dengan posisi yang menurutnya gak wajar


"Loh? Irfan?" ucap Arief dalam batin sambil berteriak bingung


"Hah? Kok Irfan sih?" ucap Billy dalam batinya


Billy yang mendengernya juga ikut terkejut dan bingung dengan semuanya.


"Ah, maaf Irfan. Niatku cuman nolongin kamu doang kok" ucap Arief yang berusaha mengelak dan tidak ingin memancing emosi Irfan


"Ya udah, gua hargain niat lu itu. Makasih" ucap Irfan kemudian pergi ketempat duduknya dan mengambil hpnya yang tertinggal di kelas.


"Huh, untung gak ada yang maling" ucap Irfan dengan leganya hpnya masih utuh


Arief melihat ke arah depan pintu, dia melihat Alya yang tertawa berdahak-dahak melihat tingkah Arief. Dengan malunya Arief hanya bisa melihatnya tertawa, tapi dibalik rasa malunya dia merasa senang.


"Hadeh, perut gua sakit tau rasanya" ucap Alya yang berusaha menghentikan tawanya itu


"Lu itu, ternyata baik ya" ucap Alya memuji Arief


Wajahnya seketika memerah, suasana hatinya begitu senang, jantungnya berdetak begitu kencang membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. Alya kemudian mulai masuk ke dalam kelas, dia menyadari ada sesuatu di balik pintu dan mencoba untuk melihat ada apa di balik sana.


"Kok pintu cuman dibuka setengah sih?" ucap Alya sambil menekan pintunya


"Adu du duh duh, kejepit tangan gua, ups " ucap Billy sambil menutup mulutnya


"Loh, suara apaan tadi?" ucap Alya sambil berusaha menoleh ke balik pintu


"Bisa mati gua sekarang, apalagi kalau Dina tau gua lagi kerjain Alya. Bisa dijadiin bubur Ayam Billy gua" ucap Billy dalam batinya dengan katakutan sambil menutup mulutnya


"Gawat nih, Billy bisa ketahuan" ucap Arief dalam batinya kemudian berusaha mencoba mengalihkan perhatian Alya dari dibalik pintu itu.


"Ah, Alya anterin aku ke kamar mandi bentar yuk. Mules nih" ucap Arief yang berusaha mengalihkan Alya


"Hah? Ngapain gua anterin lu ke kamar mandi cowok?


"Arief-Arief, buat alasan yang lebih efisien napa?" Ucap Billy dalam batinya


"Huh, gua selamat kali ini" ucap Billy dalam batinya lalu perlahan keluar dari balik pintu


"Lu? Sejak kapan lu disana?" Ucap Irfan yang baru sadar keberadaan Billy di balik pintu


"Wuah, jangan-jangan yang tadi itu, ulah lu ya? Jahat banget lu sama gua Bill" ucap Irfan salah paham


"Sttt… pelan-pelan ngomongnya, jangan ge'er dulu gua gak ada maksud buat jahilin lu"


"Trus, lu ngapain sembunyi disana?"


Mau tidak mau, Billy menceritakan semuanya tentang perasaan Arief pada Alya dan peran Billy sebagai support mereka berdua. Irfan mengerti semua yang diceritakan Billy dan meminta maaf karena sudah mengacaukan semua rencana mereka.


"Yah udah gak masalah, by the way lu suka sama Alya? tanya Billy pada Irfan


"Yah, walaupun Alya itu gadis idaman kaum pria di sekolah ini, tapi bukan berati gua juga harus suka sama Alya. Apalagi, gua udah suka sama orang lain" ucap Irfan menunjukan perasaanya


"Lah? Lu sendiri gimana?" Tanya balik Irfan pada Billy

__ADS_1


"Gua sih sama kayak lu. Jadi, siapa cewek yang lu suka? Apa dia sekolah disini?" Jawab Billy lalu bertanya lagi karena rasa penasaranya


"Rahasia donk, gak lucu kalau gua kasih tau orang lain" jawab Irfan pada Billy


"Yah, serah lu deh" ucap Billy memanyunkan bibirnya


"Dan lagi satu, tolong lu jaga rahasia ini ya, jangan ember ke orang lain" ucap Billy memohon pada Irfan


"Ngapain juga ember, gak ada ember di sini kok" ucap Irfan lalu berjanji akan menjaga rahasia ini


"Emnn, iya iya"


Alya memang populer di kalangan cowok khususnya di


kelas sebelah dan kakak kelas di sekolahnya. Namun, dikelasnya ini hampir tidak ada yang menyukai Alya, singkatnya cuman Arief satu-satu orang di kelas yang menyukainya.


<----¤---->


Arief sekarang berada dikamar mandi, dia berharap kalau Alya tidak akan kembali ke kelas sebelum Billy keluar dari tempat persembunyianya. Setelah selesai B.A.B pura-puranya, Arief keluar dari kamar mandi dan segera menuju ke kelas. Ia melihat Alya sedang duduk manis di sebuah tempat duduk tidak jauh dari toilet pria.


"Kamu ngapain disini?" tanya Arief pada Alya yang sedang duduk


"Oh, Arief"


"Yah, gua gak enak kalau nunggunya di depan kamar mandi cowok. Mereka juga terus-terusan ngeliatin gua seperti bidadari, jadi gak lucu lah" balas Alya


"Owh, ya udah" ucap Arief lalu mereka berdua kembali ke kelas.


Jam terakhir sebelum mereka pulang


"Sory ya rief, rencana kita gagal gara-gara Irfan tadi"


"Hehe, gak juga tuh. Tadi Alya sempet ketawa loh. Makasih, rencana nya" ucap Arief sambil tersenyum pada Billy


"Yang bener? Masa sih?" ucap Billy dengan terkejut


"Huh, bagus lah gak sia-sia aku selesain mimpi indahku demi bangun jam 5 pagi" ucap Billy dengan leganya


"Kalo gitu dah puas lu sekarang 'kan? Jadi kapan lu mau tembak dia?" Tanya Billy menggoda Arief


"Entahlah" Balas Arief dengan senyuman


Mereka berdua 'pun mulai mempersiapkan rencana konyol Billy untuk menjebak Alya. Ikat talinya di pintu sebelah kiri ucap Billy menyuruh Arief kemudian dirinya bersembunyi di pintu sebelah kanan.


Pertama, Billy akan bersembunyi di balik pintu itu sebelum Alya masuk ke kelas. Sedangkan, Arief menunggu dan bersembuyi di suatu tempat dengan arah pandangan ke gerbang sekolah sambil menunggu Alya datang.


Alya biasanya datang kurang lebih pukul 5 : 30 - 6 : 00 AM. Karena dia tidak mau bertemu dengan para Fans gilanya lagi, makanya Alya selalu datang lebih cepat dari murid yang lain.


Pukul 5 : 48 AM, Alya kemudian tiba di sekolah.


"Alya dateng Bill" ucap Arief ke Billy kemudian dia bersiap-siap untuk rencananya.


"Tas gua sembunyiin" ucap Billy menyuruh Arief


Alya berjalan dengan perlahan menuju kelasnya. Dan saat dia tiba di dekat kelas ( beberapa langkah sebelum bisa sampai ke kelas ) Irfan tiba-tiba saja datang dan menabraknya lalu tanpa sengaja menginjak sepatu Alya.


"Sory Al, gua gak sengaja. Gua lagi buru-buru nih" ucap Irfan sambil meminta maaf


"Oh, oke gak apa-apa"


Alya melihat kearah bawah ternyata tali sepatunya lepas, kemudian ia menunduk dan berhenti sejenak untuk membenarkan tali sepatunya yang lepas.


"Itu dia, Alya datang" ucap Arief dalam batinya sambil mengangkat tanganya membentuk sebuah isyarat yang sudah mereka sepakati.


"Dia datang" ucap Billy sambil menarik talinya dengan kuat


Rencana mereka berhasil, sesaat target terjatuh sesuai rencana mereka. Dan Arief berlari dengan cepatnya lalu menangkap target sebelum benar-benar jatuh ke lantai dengan posisi yang romantis. Semua sesuai perkiraan Billy.


"Lu apa-apaan sih rief? jangan Gay gitu deh" ucap Irfan yang heran dengan Arief yang menangkapnya dengan posisi yang menurutnya gak wajar


"Loh? Irfan?" ucap Arief dalam batin sambil berteriak bingung


"Hah? Kok Irfan sih?" ucap Billy dalam batinya


Billy yang mendengernya juga ikut terkejut dan bingung dengan semuanya.


"Ah, maaf Irfan. Niatku cuman nolongin kamu doang kok" ucap Arief yang berusaha mengelak dan tidak ingin memancing emosi Irfan


"Ya udah, gua hargain niat lu itu. Makasih" ucap Irfan kemudian pergi ketempat duduknya dan mengambil hpnya yang tertinggal di kelas.


"Huh, untung gak ada yang maling" ucap Irfan dengan leganya hpnya masih utuh

__ADS_1


Arief melihat ke arah depan pintu, dia melihat Alya yang tertawa berdahak-dahak melihat tingkah Arief. Dengan malunya Arief hanya bisa melihatnya tertawa, tapi dibalik rasa malunya dia merasa senang.


"Hadeh, perut gua sakit tau rasanya" ucap Alya yang berusaha menghentikan tawanya itu


"Lu itu, ternyata baik ya" ucap Alya memuji Arief


Wajahnya seketika memerah, suasana hatinya begitu senang, jantungnya berdetak begitu kencang membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. Alya kemudian mulai masuk ke dalam kelas, dia menyadari ada sesuatu di balik pintu dan mencoba untuk melihat ada apa di balik sana.


"Kok pintu cuman dibuka setengah sih?" ucap Alya sambil menekan pintunya


"Adu du duh duh, kejepit tangan gua, ups " ucap Billy sambil menutup mulutnya


"Loh, suara apaan tadi?" ucap Alya sambil berusaha menoleh ke balik pintu


"Bisa mati gua sekarang, apalagi kalau Dina tau gua lagi kerjain Alya. Bisa dijadiin bubur Ayam Billy gua" ucap Billy dalam batinya dengan katakutan sambil menutup mulutnya


"Gawat nih, Billy bisa ketahuan" ucap Arief dalam batinya kemudian berusaha mencoba mengalihkan perhatian Alya dari dibalik pintu itu.


"Ah, Alya anterin aku ke kamar mandi bentar yuk. Mules nih" ucap Arief yang berusaha mengalihkan Alya


"Hah? Ngapain gua anterin lu ke kamar mandi cowok?


"Arief-Arief, buat alasan yang lebih efisien napa?" Ucap Billy dalam batinya


"Huh, gua selamat kali ini" ucap Billy dalam batinya lalu perlahan keluar dari balik pintu


"Lu? Sejak kapan lu disana?" Ucap Irfan yang baru sadar keberadaan Billy di balik pintu


"Wuah, jangan-jangan yang tadi itu, ulah lu ya? Jahat banget lu sama gua Bill" ucap Irfan salah paham


"Sttt… pelan-pelan ngomongnya, jangan ge'er dulu gua gak ada maksud buat jahilin lu"


"Trus, lu ngapain sembunyi disana?"


Mau tidak mau, Billy menceritakan semuanya tentang perasaan Arief pada Alya dan peran Billy sebagai support mereka berdua. Irfan mengerti semua yang diceritakan Billy dan meminta maaf karena sudah mengacaukan semua rencana mereka.


"Yah udah gak masalah, by the way lu suka sama Alya? tanya Billy pada Irfan


"Yah, walaupun Alya itu gadis idaman kaum pria di sekolah ini, tapi bukan berati gua juga harus suka sama Alya. Apalagi, gua udah suka sama orang lain" ucap Irfan menunjukan perasaanya


"Lah? Lu sendiri gimana?" Tanya balik Irfan pada Billy


"Gua sih sama kayak lu. Jadi, siapa cewek yang lu suka? Apa dia sekolah disini?" Jawab Billy lalu bertanya lagi karena rasa penasaranya


"Rahasia donk, gak lucu kalau gua kasih tau orang lain" jawab Irfan pada Billy


"Yah, serah lu deh" ucap Billy memanyunkan bibirnya


"Dan lagi satu, tolong lu jaga rahasia ini ya, jangan ember ke orang lain" ucap Billy memohon pada Irfan


"Ngapain juga ember, gak ada ember di sini kok" ucap Irfan lalu berjanji akan menjaga rahasia ini


"Emnn, iya iya"


Alya memang populer di kalangan cowok khususnya di


kelas sebelah dan kakak kelas di sekolahnya. Namun, dikelasnya ini hampir tidak ada yang menyukai Alya, singkatnya cuman Arief satu-satu orang di kelas yang menyukainya.


<----¤---->


Arief sekarang berada dikamar mandi, dia berharap kalau Alya tidak akan kembali ke kelas sebelum Billy keluar dari tempat persembunyianya. Setelah selesai B.A.B pura-puranya, Arief keluar dari kamar mandi dan segera menuju ke kelas. Ia melihat Alya sedang duduk manis di sebuah tempat duduk tidak jauh dari toilet pria.


"Kamu ngapain disini?" tanya Arief pada Alya yang sedang duduk


"Oh, Arief"


"Yah, gua gak enak kalau nunggunya di depan kamar mandi cowok. Mereka juga terus-terusan ngeliatin gua seperti bidadari, jadi gak lucu lah" balas Alya


"Owh, ya udah" ucap Arief lalu mereka berdua kembali ke kelas.


Jam terakhir sebelum mereka pulang


"Sory ya rief, rencana kita gagal gara-gara Irfan tadi"


"Hehe, gak juga tuh. Tadi Alya sempet ketawa loh. Makasih, rencana nya" ucap Arief sambil tersenyum pada Billy


"Yang bener? Masa sih?" ucap Billy dengan terkejut


"Huh, bagus lah gak sia-sia aku selesain mimpi indahku demi bangun jam 5 pagi" ucap Billy dengan leganya


"Kalo gitu dah puas lu sekarang 'kan? Jadi kapan lu mau tembak dia?" Tanya Billy menggoda Arief

__ADS_1


"Entahlah" Balas Arief dengan senyuman


__ADS_2