Sungguh Mencintaimu

Sungguh Mencintaimu
makan siang


__ADS_3

Dilihatnya jam kini sudah waktunya makan siang. Ailee memberi perintah kepada karyawannya untuk istirahat makan siang. Kini ia tengah menunggu daniel. Ia mengambil hpnya berencana menghubungi daniel. Belum sempat menghubungi. Mobil daniel sudah terpakir didepannya.


“liu tolong hubungi aku jika mereka sudah mengirimkan bunganya” berjalan menghampiri liu sebelum masuk mobil. Liu hanya mengangguk.


Ailee sudah masuk mobil.


Eh kenapa daniel yang menyetir. Dimana sekertaris menyeramkannya itu biasanya dia selalu bersama tuannya ini. ailee bertanya dalam hati


“aku menyuruhnya untuk menghadiri acara lelang amal”


“siapa?”


“daan, kau sedang mencarinya bukan?”


Eh apa daniel sekarang bisa membaca pikiran orang?.


Dia hanya membalasnya dengan terseyum.


Daniel meraih tangan ailee mengecupnya berulang kali.


Ha kenapa jantungku ini. Bukannya dia sudah terbiasa melakukan ini tapi mengapa jantungku tidak bisa terbiasa.


“sayang fokuslah menyetir” ucapnya sambil berusaha mencoba melepaskan genggaman daniel


Kumohon hentikan. Jantungku sudah ingin meledak sekarang.


“aku sudah fokus. Lihatlah mataku sedang menghadap kedepan lalu apanya yang tidak fokus? ucapnya


ailee hanya senyum. dia tahu jika berbicara dengan orang ini dia tidak akan menang.


mobil sudah berhenti di area parkir restoran bargaya klasik. kini mereka tepat berdiri didepan restoran dengan pintu kaca hitam didepannya. daniel menggandeng tangan ailee memasuki restoran. semua orang memperhatikan mereka seolah olah baru pertama kali melihat orang pacaran.


mengapa mereka menatap kita?.... bodoh ailee, bukan kita tapi daniel. ada apa memangnya? aku tahu kekasihku tampan tapi bisakah kalian berhenti menatapnya. ingin rasanya aku menusuk mata kalian satu persatu dengan garpu didepan kalian. inilah salah satu hal yang ku benci jika berjalan bersama daniel. semua orang menatapnya. tapi setelah tatapan itu. mereka menatapku dengan rasa ketidaksukaan mereka. memangnya ada apa? aku tidak membuat kesalahan besarkan.. mengapa menatapku dengan begitu.

__ADS_1


"tuan daniel. mengapa datang tidak memberi tahu?" seorang lelaki paruh baya datang menghampiri daniel dan menunduk hormat


tunggu mengapa orang ini memberi hormat kepada daniel?


"halo nona apa anda kekasih tuan daniel?" ucapnya


" iya pak, nama saya ailee" jawabku dengan mengulurkan tangan. belum juga dibalas daniel sudah menatapku. siapa yang menyuruh memberi tanganmu untuk dipegang lelaki lain. itulah arti tatapannya.


"aku tidak suka mereka memandang kekasihku begitu" ucapnya sambil menarik pinggang ailee.


tunggu, bukan aku tapi kau tau dan tolong sayang tanganmu. kau tahu bukan ini tempat umum. batin ailee


" kau tahu bukan apa yang ku suka dan tidak suka. apa perlu aku menyuruh daan untuk menutup restoranmu ini dan munusuk mata mereka yang menatap kekasihku?" tegas daniel


" maaf tuan aku akan menyuruh mereka untuk pergi sekarang" ucapnya dengan gugup


ada apa ini mengapa semua orang disuruh pergi. apa bapak ini tidak takut rugi jika mengusir mereka?


lelaki itu pun memberi perintah pada karyawannya untuk mengusir pelanggannya itu.





ailee menatap ruangan kosong ini dengan bertanya tanya mengapa lelaki itu menyuruh mereka semua pergi.



*eh tuan muda apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku? Cepat jelaskan ada apa ini*. Gerutu ailee dengan pandangan penasaran.


__ADS_1


“sayang kenapa kau menyuruh bapak itu mengusir mereka?” tanyanya penasaran, terpaksa ailee yang harus bertanya, dia ingin tau kenapa pria didepannya ini menyuruh bapak tadi mengusir mereka.


Daniel hanya diam tidak menjawab pertanyaan.


“sayang, kamu ingin memesan apa?” ucap daniel sambil membolak balik buku menu.


*kenapa suka sekali sih mengalihkan pembicaraan*.



Daniel malah menggenggam tangan ailee, perempuan itu hanya menatap lekat pada daniel. Berharap lelaki ini mau menjelaskan. Tapi sepertinya itu mustahil. Lihat saja lelaki ini malah tenang dan seyum.


Karna percuma menunggu penjelasan dari lelaki ini ailee akhirnya membuka buku menu. Dilihatnya begitu banyak makanan yang menggugah seleranya.



Setelah makanan sudah dipesan. Ailee menatap sejenak lelaki di hadapannya ini sudah beberapa hari ini ia merindukan sosok daniel. Menatapnya saja sudah membuat ailee bahagia. Dia tau jika daniel sangat sibuk ia paham tentang pekerjaan kekasihnya itu. Ia sangat bersyukur jika daniel bisa memiliki waktu untuknya walau Cuman sebentar. Contohnya seperti sekarang walau hanya makan siang bersama tapi untuk pasangan kekasih ini adalah waktu yang penting bukan. Ini waktunya mereka saling berbagi cerita, mengobrol atau bahkan merencanakan sesuatu untuk mereka lakukan bersama. Intinya walau hanya sebentar jika bersama orang yang kita cintai itu sudah sangat berharga bukan.



“sayang apa kau tidak lelah? Seharusnya kau beristirahat kita bisa makan siang lain waktu. Kau baru saja sampai. beristirahatlah walau sebentar kau juga tidak akan jatuh miskin kan jika beristirahat sehari” ucap ailee. Ia mencoba membujuk daniel untuk lebih memperhatikan kondisinya. Daniel memang orang yang sangat keras kepala apalagi menyangkut pekerjaannya maka dari itu ailee harus selalu mengingatkan daniel untuk beristirahat.



“aku tidak apa apa, aku baik baik saja lihat aku. Wajahku masih tampan bukan?” ucapnya sambil memegangi wajahnya. Menunjukan pada ailee bahwa ia memang baik baik saja.


*Cih memangnya melihat sehat atau tidaknya seseorang dilihat dari wajahnya apa? Kau itu sudah terlahir tampan tuan muda*.


“baiklah, tapi berjanji padaku untuk beristirahat”


Daniel menjawabnya dengan mengangguk dan tersenyum.


__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit. Makanan mereka pun tiba. Makan siang kali ini pun mereka nikmati dengan saling berbagi cerita dan bercanda gurau. Hal yang sudah lama tidak dilakukan oleh sepasang kekasih ini.


__ADS_2