Sungguh Mencintaimu

Sungguh Mencintaimu
weekend (part 2)


__ADS_3

kami sudah tiba ditaman. angin berhembus dan matahari sedikit terik. memang suasana yang bagus untuk berakhir pekan. aku dan daniel berjalan bergandengan mencari tempat untuk dijadikan tempat istirahat. ternyata banyak juga yang berakhir pekan. anak anak sudah sibuk bermain, berlarian dan makan es cream kesukaan mereka. mumpung lagi akhir pekan ya jadi bebas mau melakukan apasaja.


para pengawal daniel mengikuti mereka. semua orang menatap mereka dengan tatapan yang sulit ditebak.


kan firasatku benar. kenapa juga sih harus pakai pengawal. ehh sebentar kenapa semua orang memberi hormat dan tersenyum? bukannya tadi mereka seperti orang binggung.


semua orang memberi hormat pada daniel mereka bahkan memanggil namanya. ini suatu hal yang langkah tuan muda tobias's corp datang ketaman kota seperti ini.


aku lupa dia adalah tuan muda.


"cari tempat yang nyamana untukku dan kekasihku" memberi perintah kepada pengawalnya.


"sayang kita disana saja" menunjuk tempat dekat dengan pohon.


"tidak"


baiklah baiklah terserah dirimu.


aku dan daniel berjalan ditempat yang baru saja disiapkan oleh pengawalnya.


inikan sama saja dengan yang tadi aku tunjuk. bahkan tidak ada bedanya.


"pergilah tetap berjaga disekitar kami"


"baik tuan muda"


aku sudah membuka tikar yang kubawa dari rumah.


"kau juga membawa ini?" ia tertawa


kalau aku tidak bawa. bagaimna kita bisa duduk. seharusnya kau berterima kasih aku sudah menyiapkan semua.


aku juga sudah mengeluarkan makanan yang kubuat tadi dirumah. makanan ringan dan minuman botol tidak boleh lupa.


"kemarilah aku sudah menyiapkan semua"


dia menyiapkan semua ini untukku. ternyata dia memang mencintaiku.


"makanan apa yang kau buat?"


"sandwich dan pisang coklat, ini cobalah" menyodorkan kepadanya


"suapi aku"


"baikalah apa yang kau ingin?" daniel menunjuk pisang coklat dihadapannya.


"bagaimana rasanya?" menunggu jawaban.


"biasa saja"


cih aku sudah membuatnya. setidaknya berbohonglah kalau memang tidak enak.


kami pun menikmati makan siang.


••~~••


aku bersandar didada daniel menikmati akhir pekan ini bersama. sudah lama tidak menghabiskan waktu seperti ini. mengajak daniel ditempat seperti ini sangat sulit bahkan aku harus menuruti perintahnya sebagai imbalan. maklum saja dia tuan muda


"ayah mengirim salam untukmu"


"bagaimana keadaannya?" mengusap rambutku


"ayah baik baik saja"


"mari pergi makan malam dengannya?"


"aku akan berbicara dulu pada ayah.

__ADS_1


hmm lalu bagaimana keadaan tuan besar?


"baik, tapi ayah tidak menganggkat telpon dariku"


apa ini karnaku?


"jangan memikirkan hal yang tidak tidak" daniel mengejutkanku.


aku menatapnya ia terseyum kepadaku. entah mengapa aku sangat suka dengan seyum daniel. seyumnya bagaikan candu untukku.


aku memandang disekitarku banyak sekali yang datang, ada satu keluarga yang terlihat oleh pandanganku. mereka terlihat bergembira. pasti mengasyikan jika pergi dengan keluarga.


"sayang aku ingin es cream" mintaku


"aku akan menyuruh mereka membeli"


"jangan, biar kita berdua saja yang beli"


"tidak, aku ingin disini"


"ayolah aku mengajakmu disini agar kita berdua bisa melakukan hal hal seperti orang pada umumnya membeli es cream, bermain lari larian dan hal lainnya" jawabku


kumohon mari lakukan sesuatu jangan hanya duduk dan memelukku saja. dari tadi semua menatap kita tuan muda.


"hey kau sedang berlibur dengan kekasihmu bukan dengan keponakanmu, untuk apa aku harus melakukan hal seperti itu" menjentikan jari dikeningku.


ahh sakit.


"tapi kita sedang berlibur seharusnya kita melakukan sesuatu seperti orang pada umumnya"


"tidak, kau lupa ya kau harus mengikuti semua perkataanku, jadi diamlah dan jadi gadis penurut"


aku ingin melihat bagaimana kau menjadi gadis penurut.


daniel menyuruh pengawalnya untuk membelikan es cream. sejujurnya daniel tidak terlalu suka dengan suasana seperti ini. ia lebih suka jika hanya berdua saja dengan kekasihnya.


"terima kasih" ucap ailee pada pengawal yang membawakan es cream.


dasar pencemburu.


"kenapa hanya satu?"


"kenapa apa kurang banyak, apa aku perlu membeli dengan kedai kedainya?"


itu bukan banyak lagi tapi berlebihan namanya.


"maksudku kenapa hanya untukku lalu untukmu?"


"aku bisa meminta padamu" memakan es cream yang dipegang ailee.


"kenapa? kau tidak suka? kita sudah sering berbagi makanan bukan"


"hahaha iya kau benar" ailee tertawa sambil memakan es cream bekas gigitan daniel.


aku akan mengerjaimu.


"berdirilah aku ingin memotretmu"


"sekarang? tapi aku sedang makan es cream"


"aku tidak peduli, cepat berdirilah kau lupa dengan janjimu?"


ahh kenapa itu lagi yang diungkit.


ailee bangkit berdiri, ia tepat berada didepan mata daniel, ia bingung harus berpose seperti apa. ia bukan tipe orang yang suka berfoto. dia mulai dengan gaya yang klasik (seyum). itu gaya yang biasa di lakukan orang awam bukan.


"simpan es creammu, dan berpose seperti model, jangan hanya seyum"

__ADS_1


aku bukan model bagaimana aku tau pose mereka.


"tapi aku tidak tau pose mereka"


"dasar kampungan, kalau begitu berpose dengan gaya yang lucu"


ailee mengikuti perintah daniel ia sudah mulai berpose dengan gaya yang lucu bahkan ini bisa dibilang ailee sudah seperti orang gila. daniel tertawa puas melihat tingkah kocak kekasihnya itu.


dia sangat menggemaskan.


"sayang apakah sudah selesai? aku sudah lelah"


kumohon berhentilah semua orang sudah menatapku


"kemarilah"


aku berjalan menghampirinya. ia mengusap rambutku, rasanya puas setelah mengerjaiku itu arti raut wajah daniel.


anda puaskan tuan muda sudah mengerjaiku.


"apa kau senang?" daniel bertanya pada ailee.


"ya tentu saja"


"apa kau ingin pergi ketempat yang lain" tanyanya


"tidak aku ingin disini"


"terima kasih"


"untuk apa? aku melakukan ini karna aku peduli padamu, lagi pula kita juga jarang memiliki waktu bersama"


"aku mencintaimu" daniel mencium puncak kepala ailee


ehh barusan dia bilang mencintaiku?


daniel bukan tipe orang yang selalu mengatakan hal romantis, ia lebih menunjukannya lewat perilaku. tentu saja kata itu menngagetkan ailee jarang sekali daniel mengucapkan hal seperti itu.


____________________________________________


sore sudah tiba. sudah waktunya untuk pulang ailee sudah membereskan barang barang yang dibawanya, ailee dan daniel berjalan menuju tempat parkiran.


kenapa ada sekertaris daan


daan menunduk hormat saat daniel dan ailee datang.


"kau datang tepat waktu? aku pikir kau sedang berkencan" ucap daniel


"tidak tuan muda"


hahaha sayang sekertaris daan itu tidak tau cara berkencan.


"sayang kenapa kau memanggil sekertaris daan?"


"memangnya kenapa? aku ada perlu dengannya"


ihh aku kan hanya bertanya kenapa marah marah.


daniel dan ailee pun sudah didalam mobil. suasana hening ailee sudah tertidur dipelukan daniel, sungguh menyenangkan dan melelahkan menghabiskan akhir pekan.


mereka sudah tiba didepan rumah ailee. daniel membangunkannya. ini adalah kejadian yang selalu dibenci daniel ketika dia harus berpisah dengan kekasihnya. ia ingin agar ailee selalu disampingnya.


"ailee bangunlah kita sudah sampe"


"baiklah. terima kasih" ucapnya


"istirahatlah" ucapnya sambil mencium kening ailee. ailee mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


setelah ailee masuk kedalam rumah daniel pun pergi. waktu berakhir pekan sudah selesai. walau hanya menghabisknannya ditaman tapi sangat menyenangkan, bukankah begitu mau menghabiskannya dimana pun tapi jika dengan orang tercinta itu sudah cukup.


`bersambung`


__ADS_2