
Setelah diperintahkan, James, Derren dan Edward langsung bergegas mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Cindy.
Sedangkan di tempat Cindy....
"Ketua, kita masih ada urusan apa emangnya? " tanya Karyn. "Kamu tidak melihat hantu yang ada di depan dinding sana? " tanya Cindy sambil menunjuk ke arah depan dinding.
"Oh iya, aku sudah lihat. Sepertinya dia hantu korban itu" jawab Karyn. "Bagus lah kalau kamu sudah tahu, tunggu apa lagi? ayo kita kerjakan tugas kita! " ucap Cindy. "Baik ketua! " ujar Karyn.
Cindy dan Karyn menghampiri hantu tersebut dan mengerjakan tugas mereka yaitu mencari informasi masa lalu hantu itu!
"Halo nona Lydia" sapa Cindy. "Ka.. kalian bisa melihatku? " tanya hantu Lydia. "Iya, kami bisa melihatmu nona Lydia" jawab Karyn. "Kami memiliki kemampuan tertentu yang membuat kami bisa melihat hantu sepertimu" ucap Cindy.
"Hu.. hu.. hu.. " hantu Lydia tiba-tiba menangis. "Kenapa kamu tiba-tiba menangis nona Lydia? " tanya Cindy. "Hu.. hu.. hu.., aku senang ada orang yang bisa melihatku, jadi aku bisa meminta tolong untuk membantuku mencari pelaku yang telah membunuhku" jawab hantu Lydia sambil menangis.
"Kami akan membantumu mencari pelaku yang telah membunuhmu, tapi sebelum itu kami membutuhkan beberapa informasi darimu" ucap Cindy. "Terimakasih, terimakasih banyak, baiklah, aku akan memberikan informasi apapun yang kau butuhkan! " ujar hantu Lydia.
__ADS_1
"Baiklah, Karyn, sekarang tugasmu" ucap Cindy. "Baiklah" ujar Karyn sambil meletakkan tangannya di atas kepala hantu Lydia untuk melihat masa lalunya.
Karyn mulai melihat masa lalunya, mulai dari dia memiliki masalah dengan mantannya, teman kantornya dan direkturnya sampai dimana ketika dia dikirimi pizza dari orang tidak dikenal.
"Aku sudah melihat masa lalunya" kata Karyn. "Ok, sekarang ceritakan semua yang kamu lihat Karyn! " ucap Cindy.
Karyn pun menceritakan semua yang dia lihat tadi. "Baiklah, selanjutnya kita tunggu informasi dari James, Derren dan Edward, untuk sekarang kita balik ke kantor dulu" ujar Cindy. "Baik ketua! nona Lydia, kami berjanji, kami pasti akan menemukan pelaku yang membunuhmu! " ucap Karyn. "Terimakasih, terimakasih banyak sudah mau membantuku" ujar hantu Lydia.
Cindy dan Karyn balik ke kantor. Sementara beberapa saat yang lalu...
Setelah diperintah oleh James, mereka pun bubar dan melakukan tugasnya masing-masing. James dan Edward menuju ke perusahaan 8eauty. Edward menyamar menjadi Lydia dan James sebagai seorang karyawan. Mereka masuk ke dalam perusahaan, kemudian...
"Selamat pagi semua... " sapa Edward yang menyamar menjadi Lydia. "Selamat pagi bu Lydia" jawab karyawan lain. Dari sapaan tadi, Edward mengetahui kalau hubungan Lydia dan karyawan yang lain sangat baik kecuali 1 orang.
"Selamat pagi... " sapa Edward pada salah satu karyawan yang tidak menjawab sapaannya. "Se.. se.. selamat pagi b.. bu" jawab karyawan itu dengan suara yang bergetar dan mulai berkeringat.
__ADS_1
James yang berada di samping Edward pun membaca pikiran karyawan yang satu ini. "Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Jangan-jangan dia mau... eh, tapi tidak mungkin, dia kan tidak punya bukti! " ujar karyawan itu dalam pikirannya. Ekspresi karyawan itu yang awalnya khawatir mulai terlihat tenang.
Setelah itu, Edward dan James pergi ke ruang direktur.
"Selamat pagi pak.. " sapa Edward pada pak direktur. Seketika ekspresi direktur berubah dari yang biasanya menjadi khawatir, kebingungan dan ketakutan. Direktur langsung berdiri dari tempat duduknya yang mewah dan berteriak ketakutan. "Ha.. ha.. hantu!!!! pe.. pe.. pergi kamu, ka.. ka.. kamu sudah mati" teriak pak direktur. James pun segera membaca pikiran direktur itu. "Ti.. ti.. tidak mungkin! Ba.. ba.. bagaimana dia bisa ada di sini! Dia kan su.. su.. sudah mati!! " kata pak direktur itu dalam pikirannya.
Setelah itu, Edward dan James pun beranggapan bahwa pak direkturlah yang membunuh Lydia. Setelah mendapatkan informasi, mereka berdua kembali ke kantor. Sementara di apartement mantan Lydia...
"Tok.. tok.. tok" terdengar suara mengetuk pintu. Setelah mendengar suara itu, mantan Lydia pergi untuk membuka pintu. "Iya, siapa ya? ada apa? " tanya mantan Lydia.
"Selamat pagi Sir, ini ada kiriman paket dari wanita yang namanya Lydia " jawab Derren yang menyamar menjadi pengirim paket. Setelah mendengar nama Lydia, ekspresinya berubah seperti ekspresi yang ditunjukkan pak direktur tadi. "Ti.. ti.. tidak mungkin, Sir, kamu mungkin salah kirim" ucap mantan Lydia yang mulai mengeluarkan banyak keringat.
"Tidak Sir, ini benar alamatnya disini, coba Sir lihat" kata Derren. Mantan Lydia segera melihat paket tersebut dan tiba-tiba berteriak "Ti.. ti.. tidak mungkin, ka..ka.. kamu kan sudah mati!!! " teriak ketakutan mantan Lydia. Setelah berteriak, mantan Lydia langsung menutup pintu.
Melihat ekspresi dan teriakan mantan Lydia tadi, Derren pun beranggapan bahwa mantannya yang telah membunuh Lydia. Setelah itu, Derren kembali ke kantor.
__ADS_1