Supernatural Detective Office

Supernatural Detective Office
Eps 8 - Penyelidikan


__ADS_3

Cindy Karyn, Derren dan Jack berpencar ke arah yang berbeda, sedangkan James dan Edward tetap berada di kantor.


Di kantor....


"Jadi, ada kasus apa tadi? " tanya James. "Tadi ada klien datang dan... " Edward menceritakan semua yang terjadi tadi.


"Oh... ternyata begitu, baiklah, kalau begitu kita mulai cari tentang kejadian 5 tahun yang lalu! " kata James.


Mereka pun mulai mencari tentang kejadian 5 tahun yang lalu....


London News


03 Agustus 1995


" Seorang wanita ditemukan tewas di area perbukitan. Menurut saksi mata dari keluarganya, dia tewas terpeleset karena tanah yang licin sehingga kepalanya terbentur batu "


"James, coba kamu lihat, apa benar yang ini beritanya? " tanya Edward. "Iya, teruskan mencari " jawab James. "Baik James! " kata Edward.


Di luar kantor...


"Oh ya, aku lupa menanyakan alamat rumah nona Jasmine. Tunggu sebentar, aku hubungi Sir Brain dulu " kata Cindy.


Cindy pun segera menghubungi Brain. "Halo, selamat sore Sir " sapa Cindy. "Iya, halo, selamat sore nona, ada apa nona menghubungi saya? " tanya Brain.


"Saya ingin menanyakan alamat rumah nona Jasmine, Sir " kata Cindy. "Oh... alamat rumahnya ada di... " Brain memberitahukan alamat rumah Jasmine.


Kemudian saat sampai di rumah Jasmine...


"Akhirnya sampai juga " kata Karyn. "Ayo kita masuk ke dalam! Tapi sebelum itu, kamu harus ingat kalau kita disini untuk mencari tahu diam-diam, jangan sampai ketahuan " ujar Cindy. "Baik ketua! " jawab Karyn.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam rumah Jasmine dengan mengendap-ngendap sampai akhirnya mereka bertemu dengan hantu Jasmine.


"Halo, selamat sore nona Jasmine " sapa Cindy. "Hah! ka.. ka.. kalian bisa melihatku? " tanya Jasmine. "Iya nona, kami memiliki kemampuan spesial yang membuat kami bisa melihat hantu sepertimu " ujar Karyn.


"Oh... tapi bagaimana kalian bisa mengenaliku? " tanya Jasmine. "Kami mengenal nona dari kekasih nona yaitu Sir Brain, dia meminta bantuan kami untuk mencari tahu tentang kematianmu " kata Cindy. "Oh... Brain..., baiklah, apakah ada yang bisa aku lakukan untuk Brain? " tanya Jasmine.


"Ada, anda baik sekali nona. Karyn! " kata Cindy. "Baik ketua! nona, apakah nona memperkenankan saya untuk menyentuh kepala nona? " tanya Karyn. "Kepalaku? tentu saja, tapi kenapa? " tanya balik Jasmine.


"Saya memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu makhluk halus. Saya bisa melihat lebih jelas saat menyentuh kepala makhluk halus " jawab Karyn. "Oh.. baiklah, silahkan dimulai nona " kata Jasmine.


Karyn pun mulai melihat masa lalunya. Setelah selesai melihat...


"Aku sudah selesai " kata Karyn. "Baiklah, sekarang ceritakan semua yang kamu lihat Karyn! " perintah Cindy.


Karyn pun menceritakan semuanya yang dia lihat tadi kepada Cindy.


"Oh... ternyata mereka yang telah membunuh anda nona " kata Cindy. "Iya, benar. Aku pun tidak menyangka bahwa mereka yang telah membunuhku " ujar Jasmine. "Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu nona, terimakasih atas informasinya nona " kata Cindy. "Iya, tidak apa-apa, terimakasih juga nona, karena nona telah membantu Brain " ujar Jasmine.


Di sisi lain, di tengah perjalanan menuju kantor...


"Awas bahaya!!! " teriak Jack melihat seorang anak yang hampir tertabrak. "Pit..... " suara klakson yang tiba-tiba berhenti.


Semua tiba-tiba menjadi berhenti, Jack pun terkejut "Hah? apa yang terjadi? tunggu, Derren, apakah ini kemampuanmu? " tanya Jack. "Iya, ini adalah kemampuanku " jawab Derren. "Wah... keren... " ujar Jack. "Sudah, jangan terkesan dulu, kita harus selamatkan dulu anak itu " kata Derren. "Oh iya, maaf hehehe " ujar Jack.


Mereka pun memindahkan anak itu dari tengah jalan ke pinggir jalan. Setelah itu, Derren menjentikkan jari dan semuanya kembali berjalan seperti semula.


Sementara di kantor...


"Huh..... akhirnya sudah selesai " kata Edward. "Ya... walaupun gak banyak informasi yang kita dapatkan " ujar James.

__ADS_1


"Kring.. kring.. kring.. " suara lonceng pintu. "Kami pulang... " kata Karyn. "Selamat datang kembali.... " kata Edward.


"Kalian sudah selesai? " tanya Cindy. "Sudah, kami baru selesai " jawab James. "Ho... ayo kita lihat apa yang sudah kalian dapatkan " kata Cindy. "Informasi yang kami dapat tidak banyak, yang kami dapat hanya ini! " ujar James sambil memperlihatkan laptop kepada Cindy. "Oh... memang tidak banyak ternyata " kata Cindy.


Tak lama...


"Kring.. kring.. kring.. " suara lonceng pintu. "Kami pulang... " kata Derren. "Selamat datang kembali... " kata Edward. "Wah, ketua ama Karyn udh pulang? tumben pulang cepat " ujar Derren. "Kamu gak lihat tuh langit di luar udah item? " tanya Karyn. "Oh iya, benar juga hehehehe " jawab Derren.


"Bagaimana dengan yang aku perintahkan? " tanya Cindy. "Oh iya, katanya benar, seperti kata ketua " jawab Derren. "Ternyata benar dugaanku. Oh iya, Jack, kamu malam ini nginap disini dulu, hari sudah malam. Nanti aku suruh James pinjamkan bajunya untukmu " kata Cindy. "Baik ketua! " jawab Jack.


Malam pun tiba, mereka semua tidur dengan nyenyak di kantor.


Malam pun berganti pagi, mereka bangun dari tidur nyenyaknya dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah Brain.


"Ayo kita berangkat! " kata Cindy. "Tu.. tu.. tunggu aku!! " kata Derren sambil mengikat tali sepatunya. "Lama sekali kamu Derren! Cepetan ! " kata James. "Iya-iya... " ujar Derren.


Setelah itu mereka segera berangkat menuju ke rumah Brain.


Setelah sampai disana....


"Tok.. tok.. tok.. " suara mengetuk pintu. Setelah mendengar suara orang mengetuk pintu, Brain segera membuka pintu. "Selamat pagi Sir " sapa Cindy. "Oh, ternyata nona, selamat pagi nona, silahkan masuk " sambutan Brain.


Setelah disambut oleh Brain, mereka semua pun masuk dan duduk di ruang tamu.


"Saya akan menyiapkan teh, silahkan tunggu sebentar " kata Brain. "Oh, tidak perlu repot-repot Sir, kami disini hanya untuk mengajak Sir pergi ke rumah nona Jasmine " ujar Cindy. "Oh, kalau boleh tahu kenapa kita harus ke rumah Jasmine? " tanya Brain. "Karena kasus ini berkaitan dengan keluarga nona Jasmine dan saya akan memecahkan kasus ini di rumah nona Jasmine " jawab Cindy.


"Oh... ternyata begitu " kata Brain. "Oh ya, Sir, kemana perginya para pelayan yang ada di rumah Sir? bahkan tadi Sir sendiri yang membuka pintu dan menyiapkan teh untuk kami " tanya Karyn.


"Oh, itu. Setiap hari minggu memang para pelayanku tidak bekerja, aku yang meliburkan mereka. Karena kebanyakan para pelayan sudah tua, jadi agar mereka tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, aku memberikan mereka istirahat satu hari " kata Brain.

__ADS_1


"Oh.... ternyata begitu. Sir memang baik hati sekali, sama seperti nona Jasmine " kata Karyn. "Apa? kalian pernah bertemu dengan Jasmine? " tanya Brain. "Iya, kami pernah menemuinya meskipun sudah dalam bentuk roh " jawab Karyn. "Ka.. ka.. kalian bisa melihat hantu Jasmine? " tanya Brain. "Iya benar " jawab Karyn. "Maaf menganggu sebentar pembicaraan kalian, tapi kita harus segera pergi ke rumah nona Jasmine " kata Cindy. "Oh baiklah, tidak apa-apa " ujar Brain. "Baiklah, kalau begitu kita langsung berangkat! " kata Cindy. "Baik ketua! " jawab semua.


Mereka semua pun berangkat ke rumah Jasmine. Saat sampai disana...


__ADS_2