
Mereka menjalankan tugas masing-masing.
Sedangkan Cindy dan Karyn pergi ke rumah Catharina.
Saat sampai disana...
"Huh... benar-benar aura hitam yang sangat pekat" kata Cindy. "Iya " lanjut Karyn.
Tiba-tiba Karyn melihat sosok berambut panjang berwarna pirang dengan mengenakan pakaian warna putih lewat.
"Eh ketua, coba ketua lihat kesana! " kata Karyn sambil menunjuk ke arah sebuah taman yang ada di rumah Catharina. Cindy langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Karyn.
"Siapa itu disana? " tanya Cindy. Cindy dan Karyn perlahan-lahan mulai mendekati sosok itu. Setelah cukup dekat untuk melihat wajahnya, mereka tiba-tiba terkejut.
"Nona Catharina Beatrix? " tanya Karyn. "Bukan, aku bukan Catharina Beatrix, namaku Jessica Beatrix. Aku adalah ibu dari Catharina Beatrix " jawab Jessica. "Oh... saya kira nona adalah Catharina Beatrix, melihat wajah nona yang mirip dengan nona Catharina " kata Karyn.
"Kalian kenal dengan anakku? " tanya Jessica. "Iya nona, kami mengenalnya. Nona Catharina adalah klien kami. Dia meminta kami untuk mencari tahu tentang kalung yang terkutuk, itu alasan kami berada disini " jawab Karyn.
__ADS_1
"Oh.. ternyata sekarang dia sedang mencari tahu tentang kalung itu " kata Jessica. "Oh ya nona, daritadi ada satu hal yang ingin saya tanyakan " ujar Cindy. "Silahkan nona, apa itu? " tanya Jessica. "Apakah nona tidak terkejut karena kami bisa melihatmu? " tanya balik Cindy.
"Oh... ternyata itu, aku tidak terkejut karena sewaktu hidup aku juga seperti kalian, aku memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus " jawab Jessica. "Oh... ternyata begitu, pantas saja nona tidak terkejut mengetahui kami dapat melihat nona " kata Cindy.
"Nona apakah kami boleh melihat masa lalumu? " tanya Karyn. "Wah... tidak hanya dapat melihat makhluk halus tapi kalian juga punya kemampuan seperti itu? " tanya balik Jessica. "Iya nona, kami dilahirkan dengan kemampuan tertentu " jawab Karyn. "Baiklah, silahkan lihat sepuas kalian " kata Jessica.
Karyn mulai melihat masa lalunya dari dimana kalung itu diberikan padanya sampai dia meninggal.
"Sudah selesai, terimakasih nona Jessica " kata Karyn. "Iya sama-sama, aku akan melakukan apapun untuk membantu anakku, terimakasih karena sudah membantu anakku " ucap Jessica.
Setelah pembicaraan itu selesai, Jessica pun langsung menghilang.
Karyn menceritakan semua yang dia lihat tadi kepada Cindy.
"Ho... sepertinya lumayan menarik " kata Cindy dengan ekspresi yang bersemangat. "Wah... tumben ketua tersenyum, biasanya kan muka ketua biasa-biasa saja kalau ada kasus, sepertinya kasus ini membuat ketua tertarik " ujar Karyn.
Sementara di kantor...
__ADS_1
London News
5 Januari 1990
"Charllote Beatrix meninggal dunia 3 hari setelah pesta ulang tahunnya yang ke-86 tahun tanpa sebab. Charllote meninggal di kamarnya sendiri, tidak ada tanda-tanda pembunuhan. "
"Huh... informasi tentang kejadian 10 tahun lalu hanya segini " ujar Derren. "Iya, diinternet juga sama hanya segini " lanjut James.
"Ayo kita cari lagi, kalau hanya segini, bisa-bisa kita dihajar sama ketua lagi " kata Derren. "Iya, tumben ada benarnya juga kamu Derren " ucap James. "Bukan hanya tumben! tapi selalu benar! " kata Derren. "Iya-iya.... " ujar James.
Di tempat Edward...
"Bagaimana keadaanmu Catharina? sudah baikan? " tanya paman Catharina. "Iya sudah lebih baik paman, oh ya bagaimana kabar paman dan keluarga? " tanya Edward. "Semua baik..., hanya saja paman mengkhawatirkanmu, lebih baik kamu buang saja kalung itu, daripada nanti kamu kena malapetaka seperti ibumu " kata paman Catharina.
"Iya, nanti aku buang kalungnya, terimakasih paman sudah mau mengkhawatirkanku " ujar Edward. "Iya, tidak apa-apa sudah sebuah keharusan seorang paman mengkhawatirkan keponakannya " kata paman Catharina.
Di tempat Cindy dan Karyn...
__ADS_1
"Karyn, hubungi yang lain, beritahu kalau sudah selesai, langsung menuju kesini " kata Cindy. "Baik ketua! " jawab Karyn.
Setelah itu, Karyn menghubungi James, Derren dan Edward sesuai dengan yang diperintahkan.