
Mereka semua pergi menuju ke rumah Jasmine. Saat sampai di sana...
"Tok.. tok.. tok.. " suara mengetuk pintu. Mendengar suara itu, seorang pelayan bergegas membuka pintu. "Oh, Sir Brain, silahkan masuk " kata pelayan itu. "Baik, terimakasih " ujar Brain.
Mereka semua pun masuk ke dalam dan menunggu di ruang tamu. Tak lama Ibu dan adik Jasmine pun datang.
"Selamat pagi Sir Brain, maaf membuatmu menunggu lama dan ini siapa? " tanya ibu Jasmine. "Selamat pagi nona Alice dan nona Elizabeth. Oh iya, ini adalah Supernatural Detective, saya meminta bantuan mereka untuk mencari tahu tentang kematian Jasmine " jawab Brain. "Kamu masih mencari tahu tentang kematian Jasmine sampai sekarang Sir Brain? " tanya Alice. "Iya, benar nona Alice " jawab Brain.
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian Sir Brain dan nona Alice , saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan untuk nona Alice " kata Cindy. "Iya, tidak apa-apa nona " jawab Brain. "Iya, tidak apa-apa nona, apa yang ingin nona tanyakan? " tanya Alice.
"Dimana saja nona melihat penampakan nona Jasmine? " tanya balik Cindy. "Pertama kali, saya melihat penampakannya di cermin yang ada di kamar kosong dan kedua kalinya Elizabeth melihatnya di lemari bajunya " jawab Alice.
"Oh... bisakah anda jelaskan dengan lebih rinci nona Alice? " tanya Cindy. "Baiklah. Saat itu saya sedang menuju ke kamar saya dan saya tidak sengaja melihat kamar kosong terbuka, jadi saya pergi ke kamar kosong itu. Pertama-tama niat saya hanya ingin menutup kembali pintu kamarnya, tapi siapa sangka ada cermin di hadapan saya saat saya ingin menutup pintu itu, tidak hanya cermin, tetapi di dalam cermin juga terdapat gambaran sosok Jasmine, saya pun langsung lari kembali ke kamar saya karena terkejut " jawab Alice.
"Untuk selanjutnya biar saya yang cerita. Saat itu saya sudah selesai mandi dan ingin mengambil pakaian di lemari baju saya. Saat saya membuka lemari pakaian saya, tiba-tiba ada kak Jasmine di dalam, saya langsung terkejut dan segera menutup lemari pakaian itu serta segera memanggil pelayan ke kamar. Ketika pelayan saya datang, saya menyuruhnya untuk membuka kembali lemari baju itu, tapi setelah dibuka, tidak ada apa-apa di dalamnya " kata Elizabeth.
"Oh.... begitu ternyata, baiklah terimakasih informasinya. Dengan begini saya akan mulai memecahkan kasus ini, tapi sebelum itu, apakah tidak ada yang ingin diakui oleh nona Alice dan nona Elizabeth? " tanya Cindy. "A.. a.. apa maksud nona, tentu saja tidak ada yang perlu kami akui " jawab Alice.
"Baiklah kalau begitu, saya akan mulai menjelaskan semuanya. Semuanya bermula dari 5 tahun yang lalu. 5 tahun yang lalu, saat Sir Jeffran Carmel jatuh sakit, dia menuliskan sebuah surat wasiat yang dimana isinya dua per tiga dari kekayaannya akan diberikan kepada putri tertuanya yaitu nona Jasmine. Sisanya yaitu satu per tiga dari kekayaannya akan diberikan kepada istrinya nona Alice dan anak keduanya nona Elizabeth. Mengetahui bahwa nona Jasmine mendapatkan bagian yang lebih besar daripada dirinya, nona Alice pun berencana untuk membunuh nona Jasmine " perkataannya dipotong sebelum Cindy menyelesaikan perkataannya.
"Apa? itu tidak benar! jangan mencoba untuk memfitnah saya nona! " kata Alice yang terlihat sangat marah saat ini. "Tidak nona Alice, tidak mungkin nona ini mencoba untuk memfitnah nona Alice. Kita dengar dulu penjelasannya, lagian kalau nona Alice tidak bersalah, nona tidak perlu marah seperti itu " kata Brain.
Alice terdiam dan Cindy pun melanjutkan penjelasannya.
"Baiklah, saya lanjutkan lagi. Nona Alice berencana untuk membunuh nona Jasmine untuk mendapatkan seluruh kekayaan sebagai miliknya. Dia pun merencanakan semuanya dimulai dengan mengajak seluruh keluarga untuk liburan ke area perbukitan. Disana dia dan nona Elizabeth membunuh nona Jasmine. Mereka memukul nona Jasmine dari belakang dengan menggunakan tongkat sehingga meninggal dan menyeret tubuh nona Jasmine serta meletakkan kepalanya di atas batu seolah-olah nona Jasmine tewas karena kepalanya terbentur batu. Setelah itu, dia memberikan pernyataan palsu kepada wartawan dengan mengatakan bahwa dia melihat nona Jasmine terpeleset karena tanahnya yang licin dan terjatuh sehingga kepalanya terbentur batu dan meninggal, benar kan nona Alice dan nona Elizabeth? Oh ya saya lupa, mengingat nona Jasmine adalah anak yang diadopsi tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan anak kandungnya sendiri, jadi dia sudah membenci nona Jasmine semenjak nona Elizabeth lahir " penjelasan Cindy.
"Teganya kalian! Jahat sekali kalian kepada Jasmine , aku tidak pernah menyangka kalian akan sejahat itu! " kata Brain. "Tidak! Itu semua tidak benar Sir Brain! jangan mencoba untuk memfitnah saya nona! saya bisa saja menuntut nona atas kasus pencemaran nama baik! kalau memang benar saya dan Elizabeth pelaku yang membunuh Jasmine, coba nona tunjukkan bukti yang membuktikan kalau saya dan Elizabeth telah membunuh Jasmine! " kata Alice.
"Sayangnya saya tidak memiliki bukti yang membuktikan kalau nona Alice dan nona Elizabeth lah yang telah membunuh nona Jasmine " kata Cindy. "Tuh kan... benar kata saya..., nona ini mencoba untuk memfitnah saya! " kata Alice.
__ADS_1
"Duh... gimana ini ketua.., kalau tahu-tahu gak ada bukti ngapain ketua beritahu itu semua? " tanya Karyn. "Tenang saja Karyn, kamu pikir siapa ketuamu ini. Aku tidak mungkin memberitahukan hal yang aku sendiri saja tidak yakini " jawab Cindy. "Baiklah ketua...." kata Karyn.
"Saya memang bilang kalau saya tidak punya bukti, tapi saya tahu satu orang yang mempunyai bukti itu! hanya tinggal waktu saja semuanya terbongkar nona Alice! " kata Cindy. "Hah? siapa itu? siapa yang mempunyai bukti itu? beritahu saya cepat! " kata Alice.
"Ho.... ada apa nona Alice? kenapa nona tidak sabaran sekali? apa nona takut semuanya terbongkar? " tanya Cindy. "Ti.. ti.. tidak! tentu saja tidak! u.. u.. untuk apa saya takut! saya kan tidak bersalah! " jawab Alice.
"Kalau begitu saya beritahu siapa orang yang memiliki bukti itu. Orang yang memiliki bukti itu adalah nona Daisy Fellora. Kenapa nona tidak keluar saja dari tempat persembunyian anda, nona Daisy Fellora, tidak atau lebih tepatnya saudara kembarnya nona Jasmine, nona Daisy Olivia! " kata Cindy.
"Apa? saudara kembarnya Jasmine??? " tanya Alice, Elizabeth dan Brain secara bersamaan karena terkejut setelah mendengar apa yang telah dikatakan oleh Cindy.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Cindy, Daisy pun keluar dari tempat persembunyiannya.
"Bagaimana kamu bisa tahu nona? " tanya Daisy. "Saya merasa ada yang aneh dengan kasus ini, karena keluarga Carmel tidak memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus apalagi nona Alice bukan keturunan keluarga Carmel, jadi sudah pasti dia tidak mungkin memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus. Jadi saya berfikir bahwa yang nona Alice dan nona Elizabeth lihat itu pasti adalah manusia dan juga ada kemungkinan bahwa nona Jasmine memiliki saudara kembar. Jadi saya menyuruh rekan saya Derren dan Jack untuk bertanya apakah nona Jasmine memiliki saudara kembar atau tidak ke panti asuhan yang dulu ditinggali oleh nona Jasmine dan ternyata nona Jasmine memang memiliki saudara kembar " kata Cindy.
Kembali ke saat Cindy membisikkan sesuatu kepada Derren dan Jack....
Kemudian saat Derren dan Jack tiba di panti asuhan....
"Selamat sore nona " sapa Derren. "Selamat sore Sir, apa ada yang bisa saya bantu? " tanya salah satu pengurus panti. "Saya ingin bertanya apakah nona Jasmine yang dulu tinggal di panti asuhan ini sebelum diadopsi memiliki saudara kembar? " tanya balik Derren.
"Oh, sebentar, saya cek dulu daftar namanya. Oh, iya benar Sir, nona Jasmine memiliki saudara kembar bernama Daisy Olivia. Tapi nona Daisy sudah tidak berada di panti asuhan ini karena nona Daisy sudah diadopsi oleh keluarga Fellora sebelum nona Jasmine diadopsi " jawab salah satu pengurus panti.
"Oh baiklah, terimakasih atas informasinya nona " kata Derren. "Iya, sama-sama juga Sir " jawab salah satu pengurus panti.
Kembali lagi ke saat ini...
"Oh... saya mengagumi kecerdasan nona karena menyadari hal itu " puji Daisy. "Terimakasih atas pujiannya nona. Lalu, kenapa nona tidak ceritakan saja semua yang telah nona lakukan? " tanya Cindy.
"Baiklah, mungkin ini memang sudah waktunya untuk memberitahu semuanya. Semuanya dimulai dari 5 tahun yang lalu. 5 tahun yang lalu, setelah saya melihat di tv bahwa Jasmine sudah mati, saya pun pergi ke rumah keluarga Carmel dengan tujuan untuk melayat kesana. Tapi setelah sampai disana yang saya dapatkan adalah sebuah kebenaran yang mengejutkan. Saya melihat nona Alice dan nona Elizabeth sedang berbicara berdua, pertama-tama saya ingin kesana untuk menghibur mereka. Tapi tidak jadi setelah saya melihat mereka tertawa, lalu saya mendengar mereka berbicara. Dari situ saya tahu bahwa mereka yang telah membunuh Jasmine. Saya pun ke sekitar tkp untuk mengambil bukti yang tersisa dan saya mendapatkan tongkat yang digunakan untuk membunuh Jasmine. Setelah itu, saya pun memutuskan untuk balas dendam kepada mereka. Saya menyuruh teman saya untuk menawarkan rumah yang sudah saya bangun banyak tempat rahasianya di mana-mana kepada nona Alice. Nona Alice pun membeli rumah itu. Lalu, saya pun menakut-nakuti mereka berdua " kata Daisy.
__ADS_1
"Ja.. ja.. jadi selama ini menakut-nakuti kami adalah anda nona Daisy! " kata Alice. "Iya benar, saya yang melakukan semua itu. Lebih baik sekarang, kalian berdua menyerahkan diri ke kantor polisi daripada saya yang melaporkan kalian ke kantor polisi dan hukuman kalian lebih berat " ujar Daisy.
"Ba.. ba.. baiklah, kami akan pergi menyerahkan diri ke kantor polisi " kata Alice.
Setelah itu Brain mengantarkan Alice dan Elizabeth ke kantor polisi.
"Terimakasih nona, karena telah membantu saya mengungkap kejahatan nona Alice dan nona Elizabeth " kata Daisy. "Iya, tidak apa-apa, nona. Kalau begitu kami pergi dulu nona " ujar Cindy. "Iya, silahkan nona " jawab Daisy.
Setelah itu Supernatural Detective kembali ke kantor. Saat sampai di kantor....
"Bagaimana menurutmu tugas pertamamu setelah bergabung, Jack? " tanya Cindy. "Menyenangkan dan memuaskan, apalagi saat ketua mengungkap kejahatan nona Alice dan nona Elizabeth tadi " jawab Jack.
"Baiklah, karena kasus ini sudah selesai. Mari kita rayakan pesta penyambutan Jack! " kata Cindy. "Tunggu ketua, sebelum itu, aku ingin melaporkan sesuatu " kata James.
"James, jangan. Nanti aku belikan permen deh ya, jadi jangan kasi tahu ketua ya please.... " bisik Derren. "Kamu pikir aku anak kecil apa, sekali dikasi permen langsung diam " kata James.
"Apa yang ingin kamu laporkan James? " tanya Cindy. "Tadi saat kami pergi beli barang-barang untuk pesta penyambutan Jack, Derren menggunakan kemampuannya lagi seperti biasa " jawab James.
"Ho..., ternyata begitu. Bagus! bagus sekali Derren!!! Lebih baik kamu kembali dan bayar serta minta maaf ke orangnya cepat! " kata Cindy. "Ba.. ba.. baik ketua! " jawab Derren.
Setelah itu Derren kembali ke toko tadi yang dia kunjungi, kemudian melakukan apa yang dikatakan Cindy tadi.
Sementara di kantor...
"Hahahahaha.... " ketawa semua. "Hahahaha, lucu sekali, tadi Derren kena marah ama ketua, hahahaha... bagus! kerja bagus James! " kata Karyn. "Iya-iya benar, kerja bagus James! hahahahaha " kata Edward. "Hahaha.. " ketawa Jack. "Oh... Jack tertawa " kata Cindy. "Habisnya tadi terlalu lucu hahahaha... " jawab Jack.
Setelah itu, tak lama Derren kembali dan mereka merayakan pesta penyambutan Jack bersama-sama.
Kantor pun dipenuhi dengan suara tawa kebahagiaan.
__ADS_1