Supremasi Tertinggi

Supremasi Tertinggi
Pertarungan Muksin 1


__ADS_3

Gelombang api dahsyat menyapu area pertarungan leluhur sekte dan Duo Haotian untung segel yang di pasang Leluhur Sekte Guan imortaal mampu menahan ledakan energi akibat jurus bunuh diri milikya ,di lain sisi Muksin dan Lin chaoiying yang melihat letusan di atas Sekte Guan imortaal Mereka berdua menjadi Cemas.


Lin chaoying dan Muksin melihat Ledakan di atas sekte Guan imortaal


" ayo lin cepat perasaanku tidak enak " ujar Muksin, mereka berdua mempercepat kecepatanya agar cepat ke dalam Sekte Guan imortaal, di jalan- jalan mereka berdua melihat banyak mayat yang bergelimpangan dan bau darah yang menyengat.


di area Ledakan beberapa sekte aliran hitam , netral termasuk para tetua Guan imortaal menghentikan pertarungan mereka akibat ledakan tersebut, kesedihan terlihat jelas di mata para tetua dan sesepuh Sekte Guan imortaal Semangat di mata mereka yang masih menyala seketika padam akibat pelindung sekaligus leluhur Meraka telah gugur.


" Leluhur Sekte hu...hu ..hu..." Tetua Lin pou yang menahan air matanya akibat kematian lelulur Guan imortaal, namun di saat seperti itu mereka malah mendapat serangan dari seorang berwajah bengis dengan lambang khas sekte Hongmeng ,meraka berjumlah dua belas orang dengan satu laki laki muda di tengahnya.


"apa maksud mu menyerang sekte guan, hongmeng ji " sambil berteriak ke arah barisan sekte Hongmeng.


" kenapa marah Lin pau bukankah kita tidak bertemu selama seratus tahun apa kau tidak menyambutku" ujar Hongmeng ji


" bajingan kau aku sudah tahu bahwa sektemu lah tersangka yang membebasankan segel seruling penghancur jiwa terkutuk lalu menuduh beberapa sekte agar hubungan sekte aliran putih mulai renggang dan kau memulai rencana licik mu kan? " menuduh Sekte Hongmeng.


" Lin pou kalau memang benar kau mau apa Hah? Ujar Hongmeng ji.


" bajingan kaupikir aku takut yang mulia ini juga pendekar " aura tetua lin Pau meletus mengintimindasi semua orang angin sepoi- sepoi berada di sekitar Beliu dan aura biru muncul di tubuhnya

__ADS_1


" Ranah peri tahap menengah ternyata kau menyembuyikan kekuatanmu Lin pou tapi kalau hanya untuk menghadapimu tidak aku tidak butuh bantuan siapapun " menyombongkan dirinya.


"lihatlah apa kau pikir hanya kau yang berada di ranah itu lihatlah baik- baik , aura tetua Sekte Hongmeng yaitu Hongmeng ji meletus Ranahnya dari Peri tahap bawah sampai Peri tahap Menengah di tubuhnya muncul aura hijau di sekitar tubuhnya .


" jurus peri penghancur bintang " sebuah bintang berwarna melesat ke arah Hongmeng ji namun dia juga langsung mengunakan "jurus api penghancur peri


" jurus angin pedang peri jiwa " tetua Lin pau langsung mengunakan pedang lalu meleparkan pedang itu mengunakan jurus angin hingga pedang itu melesat ke arah tetua Hongmeng ji , Dia yang tidak siap sepenuhnya terhadap serangan tetua lin pou langsung terkena jurus itu hingga tangan sebelah kirinya terpotong.


"membunuh " jurus harimau peri " rasakanlah" berteriak tetua Hongmeng ji.


"melihat harimau ukuran sedang melesat ke arahnya tetua Lin pou langsung mengeluarkan jurus adalanya yaitu " sutra hati peri " Hah wus wus wus........., kedua jurus bertabrakan menghancurkan sisi tembok Sekte Guan imortaal.


Melihat ada celah Tetua Lin pau langsung mengunakan pedangnya untuk memberikan luka fatal ke pada Hongmeng ji namun , Dia dapat menghindari titik fatal serangan itu namun kakinya cedera akibat dia menahan pedang itu. Pengalaman tempur Tetua lin pau memang Di atas Hongmeng ji walaupun ranah mereka sama sama di ranah tahap peri menengahh


"maaf tetua Lin pau kami harus menyerang mu bersama- sama ujar Hongmeng sijin.


pertarungan terjadi berat sebelah antara sebelas orang ranah peri menghadapi satu ranah peri membuat Tetua Lin Pau terkena beberapa serangan dan hampir Tumbang Dia sampai batuk darah. Tiba tiba dari arah samping ada seorang anak berbaju merah dan gadis perempuan dengan mengunakan pedang hitam menghentikan serangan mereka bersebelas dan memberi ruang Tetua Lin pou untuk bernafas sebentar.


"Muksin apa yang kaulakukan di sini dan nona lin apa yang ada lakukan haruanya kalian kabur dari sini ?

__ADS_1


" maaf kakek pou aku tidak akan pergi sebelum kau pergi bersama kami " ujar Lin chaoiying.


" nona orang tua ini tidak pantas untuk di kasihani oleh dirimu yang mulia kalau terjadi apa -apa yang tua ini akan menjadi pendosa klan Lin agung tolong pergilah dan Muksin" memaksa muksin dan lin untuk pergi, Muksin melihat ke arah Tetua Lin pou dan lin Chaoying tidak ada kemiripan sama sekali.


" Muksin maaf tidak memberitahumu sebenarnya Kakek lin pau ini orang yang berasal dari keluarga lin bukan kakek asliku dan aku adalah nona muda keluarga lin agung , tapi kakek lin pau sudah aku anggap sebagi kakek sendiri." menjelaskan jati dirinya kepada Muksin, hal ini membuat Muksin tertegun Dia ingat baru ingat perkataan pamanya Pemimpin keluarga lin juga seorang Raja supreme.


" jadi kau nona muda keluarga lin inti pantas kau tidak seperti orang biasa aura yang keluar dari tubuhmu tidak sama dengan tetua lin Pau karena dia bukan garis inti keturunan keluarga lin" muksin berkata pelan kepada lin chaoying.


" bajingan kau bocah berani mengangu yang mulia ini "ujar salah satu dari anggota Sekte Hongmeng ,


" apakah kalian tidak tahu malu Hah? Menyerang se orang satu orang dengan puluhan orang dimana jiwa pendekar kalian ? Muksin mencemoh.


" bocah nakal jangan kurang ajar berani sekali kau menceramahi seorang peri " ujar Hongmeng ji yang berjalan pelan ke depan ,


" seorang peri apanya kau hanya kentut tua dan segerombolan peri kentut" muksin mencaci


" lebih baik kau bersujud kepadaku bocah aku Tuan muda Sekte Hongmeng Yang mulia Kuang akan mengampuni nyawamu" ujar tuan muda Hongmeng kuang dengan sombongnya.


" hai lin siapa yang bicara tadi ada suara kok tidak ada rupa " ujar Muksin

__ADS_1


" bajingan bunuh dia Tetua Hongmeng ji dan cincang daginya karena menghina yang mulia ini " berteriak marah Tuan muda Kuang, tetua hongmeng ji langsung maju ke arah muksin namun apa yang terjadi jantung tetua hong meng ji langsung ditikam oleh muksin dari belakang , hal ini membuat semua orang tertegun sampai tetua Hongmeng ji jatuh ke tanah dan menjadi mayat " gedebuk......bunyi jatuh dan mereka tidak dapat mengerti apa yang terjadi karena kecepatan muksin sangat cepat dan luar biasa.


" apa apaan itu tadi " beberapa tetua melihat ke arah muksin yang berada di belakang mayat tetua Hongmeng ji punggung mereka terasa dingin melihat bagaimana muksin membunuh tetua Hongmeng ji hanya dengan satu serangan, mereka serempak berkata" Ranah Raja peri berusia 13 Tahun " sambil berteriak histeris, Tuan muda Kuang yang melihatnya pun tertegun seolah olah dialah seorang anjing yang mengongong ke arah singa.


__ADS_2