Supremasi Tertinggi

Supremasi Tertinggi
Lin chaoying Dalam Bahaya


__ADS_3

" nona cepat lari selamtkan dirimu , jika anda mati saya tidak akan memaafkan diri hamba tolong jangan keras kepala cepat ? Ujar tetua Lin Pau.


Lin caoying " tapi kek. "


Lin Pau " Tolong nona saya tidak mau menjadi pendosa klan lin jika terjadi sesuatu kepada anda"


Lin Chaoiying "Baik kakek lin Pau tolong Jaga diri Kakek berusahalah untuk menghindar"


Setelah itu lin chaoiying pergi ke arah gunung dekat sekte, melihat Gadis yang ingin dia bunuh pergi melarikan diri dia merasa murka dan marah di langsung mengejarnya namun dia serang dan dibopong dari belakang sebuah laser berwarna emas yang berhasil membuat punggungya berdarah , dia semakin jengkel dan kemarahannya memuncak dia melihat ke arah siapa yang menyerangnya lalu dia menyerengai meremehkan.


" tua bangka apa kau mau mati Hah? Jika kau mau mati aku akan menurutinya namun setelah aku membunuh keturunan Lin Po tian " Berkata Tetua Muzhen ke arah Lin Pau.


" Diriku ini adalah pendosa klan lin tidak mungkin saya mengijinkan anda melukai nona muda hal ini akan membuat saya malu" ujar tetua Lin pau dengan berteriak ke arah Tetua Muzhen,


"ku bilang padamu orang tua aku bisa membunuhmu hanya dengan kakiku walaupun aku sudah tidak punya tangan" ujar Tetua.Muzhen.


" sudah saya bilang saya akan menahanmu disini walaupun saya harus mati saya akan menebus kesalahan masa lalu dengan Nyawa saya " ujar tetua Lin pau dengan Semangat berapi api.


" bajingan menyikirlah " Muzhen langsung menyerang dengan kakinya dengan pembakaran jiwanya dia sudah melangkah pada level Supreme menengah jelas level mereka tidak berimbang sama sekali tendangan muzhen jatuh menuju perutnya namun dia mengunakan tangan kananya untuk menahan serangan itu hingga tanganya berbunyi " kretek " tangan sebelah kanannya langsung patah namun dia masih bertahan rasa sakit di sebelah tanganya masih dia tahan , dia langsung memukul kaki Muzhen dengan tangan kirinya hingga muzhen terbang kembali.


" bajingan mati kau jurus monster neraka" hancurlah tua bangka " Tetua Muzhen berteriak sebuah rakssasa api berwarna merah langsung menginjak Tetua Lin pau


Raksasa api menginjak tetua Lin Pau

__ADS_1



" ***Tetua lin pau awas " Muksin berteriak ke arah Tetua Lin pau.


" bocah bau kenapan kau mencampuri urusan orang lain apa kau menghinaku , Hah Ujar" Pemimpin Five Supreme agung Hongmeng.


" Tuan yang mulia apakah pantas anda menyebut diri anda seorang supreme yang mulia , bahkan ketika kakek tua yang sudah seperti tetap kalian siksa Hah " muksin berteriak ke arah Songmin hal ini membuat , songmin akan terkejut namun dia memilih diam dilupuk hati kecilnya dia ingin sekali mengatakan perbuatan ini tidak benar namun dia harus mengatakan ini adalah kewajiban*** seorang bawahan.


:


" nak kau tidak tahu Apa apa tentang tanggung jawab jadi jangan mengajariku tentang benar dan salah ujur Tetua Songmin.


Di sisi lain setelah bertarung cukup lama Tetua Lin pau hampir roboh namun Dia masih tetap berdiri dengan penglihatannya yang sudah mulai kabur , melihat ke arah musuhnya di berkata lantang" Ayo apa Segini saja kemampuanmu Hah , mana yang kau sombongan tadi " Tetua Lin Pau di Titik akhir Hidupnya mencoba Memprovokasi Lawanya,


" tua bangka aku tahu kue akan memprovokasiku baiklah jika kau mau mati akan ku kabulkan " ujar Tetua muzhen , aura tetua Muksin meningkat dia secepat kilat langsung terbang ke arah tetua Lin Pau " dia bertriak jurus pedang Kembar bulan " dua buah pedang yang tergelak ditanah langsung melesat ke arah Tetua Lin Pau , sedangkan tetua lin Pau sudah tidak bisa mengerakan tubuhnya akibat cedera dan tanaganya sudah habis dua senjata itu langsung menusuk perut tetua Lin pau hingga dia terbang ke belakang saking kencangnya pedang itu



***Melihat tetua Lin Pau yang terkena telak oleh serangan Tetua Muzhen membuat Muksin sedikit sedih dan meneteskan air mata harus diketahui bahwa Dia sudah kenal lama dengan Tetua Lin pau yang sudah Di anggap sebegai kakek angkat Lin caoying dan Kakeknya sendiri


" mati juga kau Tua bangka***


Melihat bahwa Tetua Lin pau sudah mati, Muzhen memutuskan untuk mengejar Lin Chaoying.

__ADS_1


Melihat Bahwa Tetua Muzhen dari Sekte Hongmeng berniat untuk mengejar Lin Chaoying membuat Muksin sangat khawatir terhadap lin Chaoying.


Muksin " bajingan tua jangan lari hadapi aku , dasar tikus tua ?


Tetua Songmin " tidak perlu mengejarnya bocah lawanmu adalah aku ,


namun Dua sebuah tombak emas meluncur ke arah tetua songmin dengan aura yang sangat padat , dia tidak bisa mengelak terhunyung ke balakang lalu memuntahkan darah, hal itu membuat Muksin melihat ke arah penyerang , Seorang pria dengan jubah berkibar dengan lambang Sekte lin tertera di depan jubahnya.


Muksin juga melihat Tiga orang berada di ranah supreme menengah dan beberapa raja peri , hal ini membuat dia agak sedikit takut untuk bergerak, namun sebuah suara datang dari pria berpakain jubah lin itu Dia berkata " nak jangan takut aku utusan Sekte Lin agung Namaku Raja Supreme Jendral Lin Batian dan mereka sambil menunjuk ke arah Tiga supreme dan beberapa peri " utusan Sekte Lin untuk membantu Sekte Guan imortaal.


Tetua Songmin berdiri dan langsung melihat siapa yang menyerangnya dia melihat ke arah Jendral Batian lalu ke arah Tiga lainya dia tertegun setelah melihat siapa mereka dia menjawab terbata - bata "Yan....g muli...a Raja ....suprema.....Lin Batian " Ujar Tetua songmin sambil menunjuk ke arah Lin batian.


Muksin terkejut Bagaimana mungkin seorang sehebat Songmin begitu ketakutan melihat orang berpakain merah yang dikatakan Lin batian itu seberapa hebat dia bisa menakuti Supreme Songmin ?.......


Jendral besar lin batian



" Kenapa kau tidak muncul Mantan Jendral Shenlong" raja supreme Hongmeng Xi " Jendral Lin batian berkata lantang.


Muncul seorang dari atas berpakain Hijau Tua , Ini membuat semua orang tercengang adapa ini , Muksin sampai ketakutan melihat satu persatu orang - orang kuat muncul ,dia berjalan menuju jendral Lin Batian menatapnya sebentar lalu berkata " lin tua aku hanya bertanya kepadamu siapa pembunuh keponakan ku , melihat apa pertanyaan orang yang bernama Hongmeng Xi jantung Muksin berdetak kencang , dihadapan para raksaasa ini dia hanyalah semut , apa ranahnya sekarang , mungkin kalau soal senjata dia boleh berbangga diri ataupun soal jurus , buku dugu sudah lebih dari cukup namun masalahnya dia belum bisa mencapai jurus ke empat dari pedang dugu , lalu ranah masih rendah dan pengalamanya kurang , dia Mulai mengerti kelemahanya,


LIn batian" aku tidak tahu Soal kematian Keponakanmu , Ujar Jendral Lin Batian.

__ADS_1


Hongmeng Xi " jawabanmu belum membuatku puas Lin Tua , kau tahu maksudku adalah pemuda itu menunjuk ke arah Muksin.


Muksin langsung Terkejut , ketika Jendral Shenlong menunjuk ke arahnya


__ADS_2