
KEESOKAN Harinya, Ria duduk diteras rumahnya sambil membaca buku novel kesukaanya, siang ini terik matahari panas sekali menyinari rumah Ria yg sederhana itu. dia serius membaca novelnya,Tak lama kemudian ibunya keluar lalu menghampiri Ria, yg sedang membaca buku itu diteras rumah.
" Ria.. Tolongin ibu y? kata bu mira
lalu dia berdiri dan menutup bukunya yg tadi dia baca lalu diletakkan diteras, tempat tadi dia duduk.
" tolong apa bu? tanya Ria
" tolong anterin baju jaitannya ibu ke rumah bu Herni?
" tante herni kn lg pergi sama yg lainnya,?
" kamu titipin aja ke pembantunya bu herni?
" maksudnya bu asih?
"iya
" nanti sore aja y, skrang panas banget?
" Ria skrang, nanti ibu gk kasih uang jajan lebih lg?
" iya-iya aku anterin,?
" bentar ibu ambil dulu?
bu mira masuk ke rumahnya untuk mengambil jaitan pesanan bu herni temannya itu. tidak lama dia keluar lalu menyerahkan baju jaitan itu kepada Ria, Ria lalu mengambilnya dari tangan bu mira.
" kalau gitu aku pergi dulu y, Assalamualaikum?
" Waalaikum salam?
Ria pun pergi untuk mengantarkan pesanan Bu herni ke rumahnya, Tak lama kemudian dia sampai dirumah sahabatnya itu. dia terus melihat rumah Raka yg sepi sunyi tidak ada Orangnya hanya ada pembantunya yg menjaga Rumah bu herni, Ria melangkah berjalan ke arah depan pintu dia mengetuk-ngetuk rumahnya.
" Assalamualaikum bi biasih?
Tak lama kemudian pembantunya yg berbama bi asih itu membuka pintunya lalu keluar, " Waalaikum salam, non Ria ada apa non? katanya bi asih sambil tersenyum.
" ini bi aku kesini buat nganterin baju pesanan yg tante herni pesan ke ibu saya ni bi?
lalu ria menyerahkan baju pesanan bu herni ke bi asih, bi asih lalu mengambilnya.
" ooh makasih y non, ibu herni katanya udah Bayar ke ibu kamu.?
" iya bi sama-sama?
" non ria mau mampir dulu sambil minum?
" enggak bi terimakasih aku mau pergi dulu, assalamualaikum? katanya sambil tersenyum.?
" waalaikum salam?
SEtelah mengantarkan pesanannya bu herni, Ria ingin pergi dulu ke taman untuk maen basket. Saat dijalan untuk menuju ke taman, Ria melihat Perempuan itu sedang di ganggu sama orang-orang berkepala botak berjaket hitam dan berbadan keker. sepertinya dia mengenali perempuan yg sedang diganggu oleh orang-orang jahat itu, Ria terus melihat perempuan itu dari tadi perempuan itu adalah, Devi teman kampusnya.
" Itukan si devi, Gue harus tolongin,? gumamnya.
Ria lalu berjalan mendekati devi yg sedang diganggu oleh oranv-orang jahat.
" Eeh loh berdua jangan gangu temen gue, apa loh berdua mau tangan gue ini akan nonjok kepala loh berdua yg botak itu?
" jangan-jangan ampun? kata mereka?
" awas y kalo loh berdua gangguin temen gue lg, gue gk akan segan-segan nonjok loh berdua sampe babak belur?
__ADS_1
" iya-iya kita gk akan ganggu temen loh lg? kata mereka berdua
" skrang loh pergi, pergiiiiiiii?
Mendengar teriakan Ria yg cukup keras kedua penjahat itu, akhirnya pergi lalu lari secepat kilat. karena mereka tidak mau di tonjok sama cewek nacam ria, Devi yg tadinya diam dia ikut bicara juga. dia kagum melihat dua orang penjahat tadi takut sama Ria knp dia bisa mengusirnya,
" Loh gk papa?
" gue gk papa, Ri... loh tadi hebat banget sampe-sampe kedua penjahat itu takut ngelihat loh. knp mereka bisa takut?
" gue juga gk tau, sebenarnya loh mau kemana si?
" y gue mau main ke rumah loh tadinya, skrang loh mau kemana?
" gue mau ke taman mau maen basket,mau ikut gk ?
" mau dong, ?
" ya udah ayuk?
Devi temannya ikut Ria ke taman, tempat biasa Ria dan raka main. Dia mending ikut Ria daripada luntang-lantung sendirian dijalan kayak tadi di ganggu preman lg. 30 menit kemudian mereka berdua sampai ditaman, Devi begitu terkejut melihat pemandangan yg begitu indah dari jauh. dia juga melihat Rumah pohon yg bagus dihiasi dengan kain merah serta balon yg bewarna biru, yg menakjubkan lg dicat warna-warni.
" Wah ada rumah pohon bagus banget Ri... ini rumah pohon tempat biasa loh sama Raka berteduh kn?
" iya, Dev maen basket yuk?
" enggak aah, gue males?
" males apa gk bisa?
" dua duanya,?
" Aah gk asik loh mah ?
" ya udah ayuk?
Mereka berdua pun akhirnya naik ke rumah pohon, saat di atas devi terkejut melihat pemandangan yg begitu indah dilihatnya. banyak pohon-pohon yg menjulang tinggi serta gunung yg berdempetan berwarna biru tua, baru pertama kali dia melihat pemandangan yg begitu indah.
" oh my good, bagus banget Ri pemandangannya?
" iya bagus, coba kalo loh tinggal didekat rumah gue. mungkin loh tiap hari lihat surga yg bener-beber indah.?
" iya coba kalo gue tinggal didekat rumah loh,?
" coba kita ke dalam gih bagus banget, pasti loh terkejut?
" boleh ri?
" y jelas boleh, ayo?
mereka berdua masuk ke rumah pohon,kali ini Devi terkejut lg sampai-sampai bulu matanya jatoh seperti ada angin yg lewat. betapa terkejutnya dia melihat dalam rumah pohon ini banyak tulisan serta poto-poto sahabatnya Ria, mereka berdua duduk untuk lebih jelas melihat poto-poto persahabatan Ria.
" Ri ini poto loh dan raka dulu masih sd y?
" iya udah lama banget?
terus devi melihat poto yg sebelah kiri, dia lalu bertanya kepada Ria siapa anak yg pake baju biru dekat Ria dan raka.
" Ri.. kalo boleh tau ini siapa?
" dia teman dekat gue dan Raka, namanya Dino heryanandi kepanjangannya. panggilannya dino?
" kok loh gk bilang si punya teman kecil dulu yg begitu gantengnya?
__ADS_1
" knp harus bilang, loh juga gk nanya?
" serius Ri?
" sayangnya dia udah gk ada?
" maksudnya, udah meninggal?
Ria hanya mengganguk tanda iya,
" Inalilahi wainalilahi rojiun, sayangnya gue belum ketemu sama dia?
seketika ria meneteskan air mata kesedihan lagi, atas kehilangan sahabat dekatnya itu.
" meninggalnya udah lama saat dia masih sd umur 12 th, jadi sampai saat ini gue slalu kehilangan Dino. dia meninggal karena punya penyakit kanker otak yg ganas dikepalanya,
tapi skrang gue udah ikhlasin kepergian dia?
mendengar perkataan Ria barusan, devi juga ikut sedih dia juga. sayangnya dia belum ketemu sama dino,padahal dia ingin sekali, mungkin tuhan berkehendak lain. Ria pun mengusap air mata yg ada dipipinya itu, dia tidak ingin bersedih lg.
" udah aah jangan cerita soal dino lg, ntar jadi sedih lg gue, kita lupain aja yg tadi.?
" loh yg nyeritain, mana gue tau?
" iya juga si maaf,?
" Ri.. rumah pohon ini dibuat oleh siapa?
" kita bertiga,saat kita bertiga masih sd?
" alasannya knp kalian bertiga, bikin rumah pohon yg sebagus ini?
" ya untuk meneduh kehujanan,kadang nih kita bertiga suka ketiduran disini lupa sama pulang dan makan?
" ternyata banyak yah kenangan loh bertiga, gue mau kayak loh bertiga punya kenangan yg begitu indah untuk dikenang, bahkan sejak kecil gue gk punya kenangan?
" mungkin itu sudah tadir loh gk punya kenangan?
" huhhh sombong mentang-mentang loh punya kenangan banyak sama temen-temen loh?
" biarin?
" Ri.. Si raka mana tumben 2 hari ini tadi dia gk masuk kuliah?
" dia lg pergi sama orangtuanya ke rumah saudara papahnya, sembari nginep?
" pantesan aja, Ri gue seneng bisa kenal sama loh, ya walaupun tingkah loh itu beda kayak perempuan biasa?
" gue juga seneng bisa kenal sama loh dev, udah baik cantik gk sombong?
" emang gue cantik kayak personil black pink?
" beda jauh, loh itu mukanya kayak pelawak yg ada ditv -tv?
" maksud loh bopak?
" itu tau ?
" iiih Riaaaaa,loh itu bener -bener y tadi loh muji gue cantik kayak pelawak bopak ?
" iya- iya gue minta maaf loh cantik deh?
Devi pun akhirnya tidak kesal lg kepada Ria, karena ria bicara cantik kepadanya. sebenarnya devi itu gk cantik sih biasa aja, karena kalo tidak dipuji cantik dia akan jutek. seperti tadi ke ria mukanya kesal dan jutek, dalam hatinya cantik kan kakaknya ria naya.
__ADS_1
Dalam hatinya Ria tidak sabar untuk bertemu Raka lg, dan dia tidak sabar untuk menunggu besok pagi.