
SEBENARNYA Raka Dan Ria ingin sekali kembali ke masa itu, ke masa mereka sekolah SD dulu. dan sekarang tiba saatnya untuk mengulang masa kecil mereka saat mereka masih duduk disekolah dasar,
Hari ini mereka bertiga sedang main basket ditaman,berkali-kali Ria memasukan bola basket itu ke dalam ring. Bahkan Dino dan Raka yg jago maen basket itu kalah, skor mereka berdua 12 sementara Ria si cewek tomboy 46 skornya. "apa gue bilang, gue itu selalu menang buktinya liat,? kata Ria. "Curang loh"? kata Raka sepertinya raka tidak terima dirinya kalah dengan si cewek tomboy itu. tapi Dino dirinya kalah pun tidak apa-apa, dia mengalah saja lagi pula Ria itu Cewek.
" loh gk terima kalah y? tanya Ria " iya gue gk terima apa, loh itu tadi curang? kata raka,dia menatap tajam ke mata Ria. "heh gue tuh gk curang yg ada loh"? katanya sambil menulak pinggang, Dino hanya bisa diam melihat 2 sahabatnya itu bertengkar. dia pusing tiap hari harus melihat mereka bertengkar-bertengkar dan bertengkar, "loh itu ke kanak-kanakan banget raka, gue benci sama loh ? kata Ria " maksud loh apa ngomong kayak gitu ? tanya Raka " emang bener loh itu ke kanak-kanakan keras kepala lg? kata ria jawabnya dengan ketus " kok loh nyolot si, seharusnya gue yg marah sama loh ? kata raka.
Dino yg tadinya diam melihat mereka bertengkar, sekarang dia melangkah mendekati Raka dan Ria. lalu dino berusaha melerai pertengkaran mereka, " eeh udah-udah, loh berdua tuh gk capek apa bertengkar terus. lagian ini cuma permainan bukan pertandingan,? kata dino.
mereka berdua menjawab dengan ketus "diem loh ?katanya, dino pun kaget karena mereka berdua jawabnya dengan ketus. mereka masih saja bertengkar, dino pusing sekali melihat mereka bertengkar terus omongannya juga tidak didengar oleh mereka.
"kalo kalah y kalah? kata ria sambil menatap tajam matanya Raka,
"pokoknya gue mau menang, gue tantang loh main lg? kata Raka
"oke siapa takut, yg ada gue yg menang lg? katanya
"gue yg menang?
"gue ....?
"gue yg menang.....?
dino berusaha melerai mereka lg,supaya mereka tidak bertengkar lg satu sama lain. "Stop udahhhh,? katanya kali ini dino marah nada suaranya juga sedikit tinggi. dia marah karena mereka berdua bertengkar terus dari tadi, membuat telinganya panas. "kalian berdua tuh bisa gk gk bertengkar terus", dalam sejenak dino menghela napas panjang. seketika mereka berdua diam tidak bertengkar lg, Raka dan Ria kaget baru kali ini mereka berdua melihat dino semarah ini.
"kalian tuh bener-bener y, masalah kalah main basket aja. dibesar-besarin loh juga Raka, loh biang masalahnya? kata dino.
"kok gue si? kata Raka
" emang bener loh biang masalah,? kata dino
Ria yg tadinya diam dia ikut bicara juga.
" tuh bener kata dino loh itu biang masalah? katanya sambil menatap mata tajamnya lg.
"Ria loh diem? kata dino dalam sejenak dino bicara lg "Ria Raka ini cuma permainan doang, kalian berdua pikir ini pertandingan. sekarang kalian berdua minta maaf? katanya
dino berusaha membaikkan Raka dan Ria. akhirnya mereka bersalaman itu tanda mereka sudah berbaikan dan minta maaf "gue minta maaf y, emang bener kata loh gue ini keras kepala. maafin gue y Ri? kata Raka, "gue juga minta maaf gue udah keterlaluan tadi.? kata Ria. akhirnya Dino berhasil membuat 2 sahabatnya itu baikan lagi, dia lalu memegang pundak mereka berdua sambil tersenyum. "Nah gitu dong baikan, itu baru namanya sahabat? katanya. "loh berdua janji gk akan bertengkar lg? tanya Dino, "janji"? kata mereka berdua "baguslah, udah sore kita pulang aja yuk.,? kata dino " ayo udah gelap juga? kata Ria.
mereka akhirnya pulang juga karena hari sudah sore, awan sudah mulai gelap sepertinya malam ini akan turun hujan. Dino kau slalu membuat mereka berdua berhasil untuk tidak bertengkar lg, kerja kamu bagus.pantas saja ibumu bangga padamu kau anak yg sholeh,
__ADS_1
KEESOKAN HARINYA. hari ini mereka bertiga berangkat kesekolah bareng, naik sepeda merek BMX. mereka membawa sepeda masing-masing, saat dijalan sedang menggoes sepeda. tiba-tiba kepalanya dino mendadak pusing,dia tidak tak tahan untuk menahan rasa sakitnya yg ada itu sambil memegang kepalanya.
sebenarnya dia mempunyai kanker otak. untuk berobat kemotrapi pun dirumah sakit, biayanya cukup mahal. ibunya tidak sanggup membayarnya, untuk makan sehari-hari pun dia harus bekerja.
slama ini dia cukup minum obat yg diberikan dokter, itu pun untuk penghilang rasa sakit, dino dan sepedanya pun jatuh dia tergeletak tak berdaya. Ria dan Raka yg tadinya menggoes sepeda pelan, seketika mereka berhenti karena mendengar suara BRUKK. mereka membalikan badannya ke belakang ternyata suara itu suara Dino yg terjatuh dan pingsan, mereka berdua terkejut melihat temannya itu tergeletak pingsan tak berdaya. mereka menjatuhkan sepedanya yg tadi dinaiki, lalu mereka menghampiri dino.
mereka mengoyak-goyakan badannya, siapa tau dia sadar "din bangun din dino"? kata ria. sambung Raka " Dino bangun din dino bangun? katanya setelah digoyak-goyakan badannya tetapi dino tetap tidak sadarkan diri , Ria raka seandainya kalian tau sebenarnya dino punya penyakit kanker otak. slama ini dia tidak pernah berbicara soal penyakitnya, dia tidak mau Raka dan Ria sedih. makanya dia merahasiakan penyakitnya dari mereka,
keadaan semakin panik dia tidak sadar-sadar. "Rak loh bawa hp gk,? tanya Ria "Bawa? kata raka " skrang loh coba telepon bu rima ayo? kata ria, " iya-iya? kata Raka. Raka berusaha menelepon bu rima ibunya dino.
sementara Ria mencoba mengoyak-goyakan badannya, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada anak itu. "din bangun din dino din bangun? katanya, akhirnya telepon dari Raka diangkat juga.
"assalamualaikum bu ini raka?
" Waalaikum salam iya raka ada apa tumben telepon ibu,?
"ee bu Dino pingsan dia gk sadarkan diri, aku juga gk tau knp dia tiba-tiba pingsan?
"ya allah dino, skrang kalian ada dimana disekolah apa dijalan? tanya bu rima.
"kita ada dijalan bu, masih deket kok. skrang ibu kesini ?
"makasih y raka, ibu kesana?
lalu raka menutup teleponnya dari bu rima, dia lalu melangkah menghampiri Ria yg sedang duduk didekat Dino yg sedang pingsan itu. tak lama kemudian bu rima datang dia lalu menangis, dan memeluk anaknya itu erat-erat.
"bu skrang kita bawa aja dino ke rumah sakit.? kata Ria
"iya takutnya terjadi apa-apa sama dino? kata raka
"iya,? kata bu rima sambil memeluk anaknya itu.
padahal umurnya masih panjang, sayangnya dia punya penyakit kanker otak.dia masih terlalu muda untuk mempunyai penyakit itu, setiap hari dia berdoa kepada yg diatas.dia tidak ingin mempunyai penyakit yg mematikan ini, dia ingin seperti orang-orang yg diluar sana pada sehat-sehat. kadang dia menangis dia tidak ingin ajal menjemputnya, dia tidak ingin kehilangan orang-orang yg dia sayang terutama ibunya, dan 2 sahabatnya itu Raka Dan Ria.
tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit,dino lalu dibawa ke ruang UGD untuk diperiksa keadaanya oleh dokter. suster tidak membolehkan mereka bertiga masuk termasuk ibunya itu, bu rima tidak henti-henti menangis karena tadi dia melihat anaknya yg tak berdaya itu.mereka hanya bisa menunggu diluar ruangan UGD,
Ria dan Raka juga sedih melihat temannya itu, "ibu jangan nangis lg y, Ria yakin dino pasti sadar bukan ibu aja yg sedih kita berdua juga.? kata Ria
"iya Ria? katanya dalam sejenak bu rima bertanya lg sambil mengusap airmata yg ada dipipinya," knp kalian gk sekolah, nanti orangtua kalian berdua marah. tapi kalian harus sekolah? katanya.
__ADS_1
hari ini mereka bolos tidak pergi kesekolah, karena mereka ingin melihat bagaimana kondisinya dino apa sudah baikan apa belum. mereka memang teman yg baik ya walau Jahil dan Usil,begitu-begitu mereka anaknya penyanyang.
"ee bu kami mau disini aja, temenin ibu? kata Ria. sambung Raka "sekalian mau liat kondisinya Dino"? katanya "tapi kalian jadi bolos begini? tanya bu rima.
"gk papa bu ini demi Dino,? kata Ria "kita lebih pilih teman daripada sekolah,? kata Raka bu rima terharu dengan kata-kata Raka yg barusan dia bicarakan tadi . "kalian emang teman yg baik, makasih y raka Ria kalian baik sekali sama dino? katanya sambil tersenyum lalu mengusap-usap punggung mereka.
mereka membalas senyuman itu dari Bu rima, tak lama kemudian dokter keluar lalu bu rima menanyakan bagaimana kondisi dino anak semata wayangnya itu. "dok gimana kondisi anak saya? tanya bu rima " maaf bu sel kanker yg ada diotaknya cukup ganas, skrang dia sudah stadium terakhir. kami tidak bisa berbuat apa apa lg, sebaiknya kita serahkan pada yg maha kuasa.? katanya
bu rima meneteskan air mata lg, dia tidak mau kehilangan anak satu-satunya itu, dia tidak mau anak itu meninggal sebelum dia meninggal. "ya allah ya tuhan Dinooo, saya boleh liat anak saya dok? tanya bu rima. "silahkan, kalo gitu saya permisi dulu y,? katanya.mereka bertiga mengangguk tanda iya, lalu mereka bertiga masuk ke ruang UGD.
Ria dan Raka kaget mendengar apa yg dikatakan dokter tadi, mereka baru tahu tentang penyakitnya Dino. seketika mereka berdua meneteskan air mata kesedihan, mereka berdua menangis karena melihat temannya itu hanya bisa terbaring lemah diranjang rumah sakit. mereka tidak ingin kehilangan sahabat terbaik dibumi ini, bu rima hanya bisa menangis melihat anak semata wayangnya itu lemah tak berdaya. dino dari tadi tidak sadar-sadar karena sel kanker yg ada dikepalanya cukup ganas, oksigen hanya bisa membantu untuk napas saja, yg terpasang dihidungnya dino sekarang.
sebenarnya dino tidak mau untuk pulang pergi ke rumah sakit terus, dia tidak mau merepotkan ibu tercintanya itu. biaya rumah sakit pun tidak seberapa mahal sekali, untuk dikemotrapi pun harganya cukup mahal sekitar 3 sampai 4 jutaan. mana mungkin ibunya bisa membayar untuk pengobatan anaknya itu, dino tidak mau ke rumah sakit ini lagi. dia kasihan meliha ibunya harus bekerja untuk membiayayai rumah sakit, anak itu memang anak yg sholeh, dia lebih memilih dirawat dirumah daripada dirumah sakit.
seketika dino sadar dari pingsannya,ibunya menangis bahagia karena dino sudah sadar "dino kamu sudah bangun nak, ini ibu"? kata bu rima sambil mengusap-usap kepala anaknya itu, " Bu aku dimana"? tanya dino "kamu dirumah sakit nak? kata bu rima "aku gk mau dirumah sakit ini lg, aku mau pulang bu"? katanya Raka dan Ria yg tadinya diam hanya bisa menangis, seketika mereka ikut bicara juga "loh harus sembuh Din,? tanya raka " iya din loh harus semangat lawan penyakit loh itu,? kata Ria sambil tersenyum.
dino bingung knp mereka berdua bisa tahu soal penyakitnya itu, dia lalu bertanya kepada mereka berdua "loh berdua udah tau penyakit gue,? katanya " iya kita berdua tau, kita denger dari dokter yg memeriksa loh? kata Ria. sambung raka "Din knp loh gk pernah cerita sama kita berdua soal penyakit loh, kita berdua kn sahabat loh? kata Raka.
"gue gk mau loh berdua sedih karena penyakit gue ini,makanya gue gk pernah cerita sama loh berdua.? kata Dino
"loh pasti sembuh din gue percaya sama loh loh pasti sembuh, seperti sedia kala? kata Raka
"Raka Ria penyakit gue ini penyakit ganas, dan kata dokter umur gue gk akan lama lg? kata Dino. seketika anak itu meneteskan air mata,
bu rima yg tadinya diam dia ikut bicara juga, "kamu gk boleh ngomong kayak dino, umur kamu masih panjang. kamu pasti sembuh"? katanya sambil terus mengusap-usap anaknya itu. "emang bener kok bu aku ini udah gk ada harapan lg buat hidup, aku hanya bisa pasrah.tolong ibu ikhlasin aku"? katanya sambil menatap mata ibunya itu yg sedang menangis,
lalu dino menata ke arah Raka dan Ria, dia ingin memberi pesan kepada mereka berdua "Raka Ria seandainya gue udah gk ada, Loh berdua harus menjaga persahabatan kalian berdua. gue gk mau diantara kalian yg namanya putus persahabatan, dan jangan bertengkar lg? katanya
mereka berdua menangis lg, air matanya tidak henti-henti menangis.
mendengar perkataan barusan yg tadi dikeluarkan dari mulutnya, " iya Din kita berdua gk akan putus persahabatan,? kata Ria sambung raka "iya din kita janji, kita gk akan bertengkar lg"? katanya Dino hanya menganguk tanda iya, tiba-tiba kepalanya mendadak sakit lg, dia memegang kepalanya erat-erat. bu rima serta Raka dan Ria kaget melihat anak itu kesakitan, ADUH SAKIT BANGET SAKIT BU KEPALA AKU SAKIT BANGET, katanya.
"din dino loh knp? kata Raka tetapi Dink tidak mengubris pertanyaan Sahabatnya itu, skrang dia tidak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa memegang kepalanya yg sakit itu. "dino kamu harus nak kamu harus kuat,? kata bu rima. Seketika dia menutup matanya ibunya mengoyak-goyak kn tubuh Dino " Dino djno bangun nak dino"? katanya tetapi anak itu tidak bangun-bangun, " Rak tolong Panggilin dokter, ayo cepet"? katanya "iya"? katanya. raka pun keluar Ruang UGD untuk mencari dokter.bu rima terus menggoyak-goyakan badan anaknya itu, Ria hanya bisa menangis melihat Dino tidak bangun-bangun.
Tak lama kemudian dokter dan Raka datang "dok tolong anak saya dok, dia tidak bangun-bangun? tanya bu rima. "iya saya periksa dulu? kata dokter, dokter lalu memeriksa dino. setelah diperiksa dokter itu mengatakan, "Innalilahi wainalilahi Rojiun, anak ibu udah meninggal? kata dokter itu. Ria dan Raka menangis lg dan lg, "gk gk mungkin anak saya masih hidup. dia gk meninggal dia masih hidup,? kata bu rima. "Dokter bohong kn dia masih hidup dok dia masih hidup"? tanya Raka "Gk gk mungkin gk mungkin Dino udah meninggal, din loh gk boleh tinggalin kita dino? kata Ria. bu rima menjerit-jerit tidak henti-henti dia terus menggoyak-goyakan badan sang anak.
seakan dia tidak percaya, kalau dino itu sudah meninggal, "Dino bangun nak, bangun? kata bu rima sambung Raka dan Ria " dino loh jangan tinggalin kita? kata Ria "dino jangan tinggalin kita, din dino dinoooo? kata Raka.dokter itu hanya bisa terdiam melihat mereka bertiga nangis, dokter itu juga ikut bersedih karena pasiennya yg bernama dino meninggal. bu rima memeluk erat-erat jasad sang anak,
KEESOKAN HARINYA, mereka semua sudah ada dikuburan bahkan kerabat-kerabatnya berdatangan sudah ada dikuburannya dino anak semata wayangnya bu rima. anak yg selama ini dia kandung dalam perutnya, kini telah tiada. Ibunya ria Dan ibunya Raka pun ikut bersedih atas meninggalnya dino. bu rima tidak berhenti-berhenti bersedih, disebelahnya juga ada suaminya dia hanya bisa melihat. anaknya itu sudah dikubur, dia tidak sempat memeluk anak lelakinya itu. Ria dan Raka hanya bisa diam,melihat sahabatnya itu sudah terkubur didalam tanah. sampai-sampai mata mereka berdua bengkak karena terus-terusan menangis.
__ADS_1
Mungkin Dino sudah tenang disana, sekarang dia sudah tidak merasakan sakit dikepalanya dia sudah sembuh seperti semula. dino seandainya kau liat mereka, ibumu bapakmu dan 2 temanmu itu tak henti-henti menangis dari kemaren, mungkin kau juga ikut menangis. skrang kau bebas tidak merasakan sakit lg dikepalamu itu,
SELAMAT TINGGAL DINO HERYANANDI