
Susuk Berkarat..
Kisah ini berawal di sebuah desa, di jawa barat.
Desa yang berpenduduk tidak terlalu padat, membuat suasana sehari hari nampak tenang.
Alam yang belum banyak tersentuh kehidupan kota. Belum banyak polusi udara dan belum ada yang namanya limbah pabrik.
Penduduk desa itu pun, masih jarang yang memiliki kendaraan bermotor.
Kalaupun ada, mungkin hanya orang orang kelas menengah keatas saja.
Sebab memang pada kenyataannya. Sebelum tahun 80 an. Kendaraan seperti mobil atau motor, terbilang kendaraan mewah.
Mayoritas warga setempat hanya memiliki sepeda. Itupun sudah boleh di bilang mampu.
Sebab masih banyak orang yang belum bisa untuk membeli sebuah sepeda.
Karena jaman itu, masih terbilang jaman normal. Normal dalam artian sudah merasa cukup apabila kebutuhan sehari hari terpenuhi.
Asal bisa makan dan tidur nyenyak dan bisa bermimpi indah...
Desa itu, di pimpin oleh seorang kades yang sangat di hormati.
Kemana pun dia lewat, pastilah semua orang menyapanya.
Namun ada sikapnya yang kurang baik yang ia tonjolkan.
Sebagai seorang pemimpin sebuah desa, yang memiliki rakyat atau penduduk mayoritas miskin dia terlihat terbilang berlebihan.
Kades yang bernama lengkap Surinto Panjita ini, tak pernah berjalan kaki.
Dia lebih suka mengendarai mobil sedan corona, yang pada masa itu terbilang cukup wah !
Ia hanya membuka kaca mobilnya jika ada orang yang mengangkat tangan tanda hormat, hanya mengangguk tanpa menjawab.
Begitu pun jika di rumahnya yang selalu tertutup rapat.
Pak kades jarang terlihat, sekalipun ada seseorang warga yang membutuhkan pertolongannya.
Rumahnya 2 lantai dengan alas lantai terpasang ubin berukuran besar.
Jendela berukuran besar dengan kaca gelap. Sehingga orang tak bia melihat dari luar.
Pak kades mempunyai dua orang anak laki laki.
Yang pertama bernama Caraka. Dan adiknya bernama Ramli.
Caraka, sudah memiliki seorang istri yang bernama Siti Sundari.
Dari pernikahan mereka telah dikaruniai seorang bayi mungil baru berusia 5 bulan.
Sedangkan Ramli, masih lajang.
Kedua anak pak kades ini, adalah orang malas.Alias tak pernah bekerja.
Caraka, meskipun sudah beristri dan punya anak pun masih tetap jadi penganggur berat.
Kebutuhan sehari hari untuk keluarga kecilnya masih dari orang tuanya.
Begitupun dengan adiknya, Ramli.Pemuda itu sering membuat onar.
__ADS_1
Dia selalu mabuk munuman.Dia juga sering bikin keributan.
Sepertinya dia selalu membanggakan jabatan orang tuanya, sehingga orang segan dan enggan berurusan dengan dia.
Peristiwa tragis.
Caraka, sering uring uringan manakala melihat Damar, seorang pemuda yabg sukses hidup di Jakarta sebagai penjual bebek goreng, yang kini telah menjadi bos dan mempunyai anak buah dalam mengembangkan usaha dagangnya.
Kenapa Caraka, mesti uring uringan melihat Damar?
Pasalnya...Damar, bila pulang mudik selalu membawa motor gede, yang belum pernah ada di kampung itu.
Mungkin motor punya Damar, hanya ada dalam mimpi pemuda pemuda kampung saja. Termasuk Caraka...
Menurut Caraka. Dia itu kan anak kades, masa kalah sama si Damar, yang hanya penjual bebek goreng.?
" Aku harus bisa punya motor seperti itu,,,Bapak aku kan orang kaya. Dia pasti mau belikan aku motor...Tapi kalau enggak,,,? " Caraka, berkata pada diri sendiri.
Dia benar benar telah terobsesi dengan motor gede kepunyaan Damar.
Maka ia pun memberanikan diri meminta kepada ayahnya.
" Caraka,,,Walaupun ayahmu ini seorang kades. Mana mungkin ayah bisa membeli motor seperti itu yang harganya mahal.
Gajih ayah tidak seberapa, Nak,,,Belum lagi ayah juga harus menanggung biaya hidup keluarga kamu...Seharusnya kamu kerja.! Kamu kan sudah punya keluarga sendiri, masa harus terus menerus menggantungkan hidup sama ayah...
Ayah bingung dengan kalian. Kamu tak pernah mau kerja. Begitu juga Ramli. Dia sering membuat ayah kesal. Selalu saja bikin onar...!" Jawab pak kades, mengungkapkan kekesalan nya.
Kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Sikap Caraka, kini semakin dingin. Setelah ayah nya menolak permintaan nya. Bahkan menohok perasaannya dengan mengatakan dirinya hanya menyusahkan sang ayah.
" Aku kesal sama ayah..!" Sungut Caraka.
" Memangnya ayah kenapa,,,?"
" Aku minta motor sama ayah. Eh, dia malah bilang macam macam.! Aku pemalas lah, pengangguran lah..Dia kan seorang kades...Masa cuma beli motor saja dia gak mampu... Malu maluin aja..!"
" Apa yang dikatakan ayah, itu benar ko mass,,,Seharusnya mas, sebagai kepala rumah tangga buat aku dan anak kita, mas itu bekerja...Menafkahi aku dan anak aku. Bukannya menjadi beban ayahmu, mas...!" Balas istrinya.
" Oh...Jadi kamu juga sudah berpihak pada ayah. Dan selalu menyalahkan aku,,,!"
" Aku bukan membela ayah, mas. Tapi itu memang fakta,,kalau kamu ini cuma seorang pengangguran...Ya sudah. Mas terima saja kata kata ayah...!"
" Jangan bikin aku tambah emosi..Diam dan jangan berceloteh lagi. Dasar perempuan tak berguna.! Seharusnya kamu membantu membujuk ayah, agar dia membeli motor buat aku. Dan ini juga demi kamu,,,!"
" Demi aku kamu bilang..? Aku tidak membutuhkan motor. Yang aku butuhkan dan yang aku inginkan ialah... Bagaimana rasanya bisa menikmati nafkah seorang suami dari hasil keringatnya sendiri. Bukan sebagai pengemis atau benalu orang tuamu,,!"
" Sudah cukup. Atau aku akan membuat kamu menyesal..!" Caraka, mengankat tangan untuk menampar istrinya.
" Ayo pukul aku...! Aku memang sudah menyesal mempunyai suami pengangguran seoerti kamu,,,!!!" Teriak istrinya lantang.
Plak !
Tamparan tangan Caraka, mendarat di pipi sebelah kanan istrinya.
Wanita itu neringis tapi tidak mengaduh. Bahkan dengan berani dia menantang agar suaminya memukulnya lagi.
Caraka, terdiam. Menunduk dan membiarkan istrinya terisak...
Caraka, sadar. Dan di dalam hatinya mengakui apa yang telah di ucapkan istrinya itu benar.
__ADS_1
Namun pikiran dan akal sehatnya sudah tertutup rasa gengsinya yang tinggi.
Dalam ingatannya hanya ada sebuah bayangan sebuah motor gede...
Hampir semalaman dia tak bisa tidur. Otaknya terus berputar, berpikir mencari cara untuk mendapatkan uang dan uang.
Caraka, mencoba membicarakan hal ini kepada ibunya.
Namun hasilnya sama saja.!
Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang kecuali,,,,?
Malam menjelang dini hari.
Caraka mengendap endap memasuki kamar orang tuanya, yang kebetulan tidak terkunci.
Membuka satu demi satu laci di meja kerja ayahnya.
Dia tak menemukan apa apa disana.
Matanya tetap mengawasi kedua orang tuanya yang tengah terlelap.
Langkahnya bergerak mendekati lemari pakaian.
Saf demi saf ia geledah. Dan pada saf paling bawah di lemari itu. Dia melihat sebuah kotak perhiasan.
Dengan dada berdebar. Dia membuka tutup kotak yang terbuat dari perunggu itu.
Matanya terbelalak lebar seketika. Seperangkat perhiasan emas membuat mulutnya menganga lebar.
" Emas,,,Kurasa ini pasti laku mahal jika aku jual nanti...!" Serunya dalam hati.
Dia membungkus semua perhiasan itu, dengan sapu tangan yang semula ia gunakan sebagai penutup wajahnya.
Perlahan ia kembali menyimpan kotak kosong itu pada tempatnya. Kemudian keluar meninggalkan kamar orang tuanya.
Tapi ia kurang teliti, laci dalam saf lemari itu kurang tertutup rapat. Sehingga pintu lemari itu belum tertutup dengan benar.
Dan ada sepasang mata, yang memperhatikan nya di balik rak piring.
Pagi harinya.
Ibu Ranti, istri pak kades terkejut dan heran melihat pintu lemari yang tidak tertutup rapat
Apalagi setelah melihat posisi baju baju sudah agak berantakan.
Dan keterkejutannya semakin menjadi jadi, ketika ia menyentuh kotak perhiasan menjadi ringan.
Cepat dia membukanya.
" Hah. Kosong..!" Serunya kaget.Dan ia pun membangunkan suaminya.
" Ada apa toh bu,,,Mengganggu saja..!?" Pak kades terpaksa bangun dengan malas.
" Ini loh pak,,,Perhiasan ibu hilang semua...Jangan jangan rumah kita semalam kedatangan pencuri..!"
Pak kades langsung bangun dari tempat tidurnya, dan mulai mengecek semuanya. Dari lemari pakaian, laci meja kerja sampai pintu depan sampung dan belakang. Ternyata semua aman. Masih terkunci rapat.
Lalu mengapa lemari itu terbuka dan siapa yang mengambil perhiasan istrinya itu ?
Bersambung.
__ADS_1