
"Kakanda... " Panggil ratu yang terpaku melihat Riyu
"Iya Adinda "
"Lihat... " ratu yang menunjuk ke Riyu
Riyu mengangkat pedang itu ke atas, raja dan ratu melihat seorang pendekar yang bernama Bruno. Bruno adalah manusia yang sangat kuat dan dia hidup 1000 tahun lalu, dia membunuh moster dengan sekali tebas dengan padang naga emas, jika pedang itu ditebas ke arah gunung, gunung itu akan meletus dan terbelah, sakin dasyatnya kekuatan bruno. Tapi Bruno menghilang entah kemana disaat monster dan perang besar sudah damai.
"Ayahanda Ibunda kenapa meneteskan air mata? " Tanya Violet
"Ah tidak ayah teringat Guru ayah saja" jawab sang raja sambil mengusap air matanya
"Riyu... Mau kah kamu menjadi raja selanjutnya? "
"Haa... apa... Maaf sebelumnya Ayahanda tapi..."
"Tapi kenapa? “tanya sang raja
" Tujuan aku hanya mencari ibu dan Merasakan pelukan hangat ibu aku saja Ayahanda " jawab Riyu sambil menundukan kepalanya
"Ibumu juga senang kamu bakalan senang kau adalah raja" Kata Violet
"Tidak violet, Aku hanya ingin melihat ibuku saja"
Tiba-tiba ada ledakan dari luar istana, raja dan ratu kaget dan bergegas keluar untuk memastikan, Riyu dan Violet ditugaskan untuk mengumpulkan warga menuju tempat paling aman di istana.
"Apa yang harus kita lakukan? " Tanya riyu yang cemas
"Kau kumpulkan warga dan suruh mereka berkumpul di ruang bawah tanah, Ruang bawah tanah di bawah kerajaan ini tidak bisa diledakkan dan di hancurkan" Jawab Violet yang memakai baju zirah
"Heii... violet kau mau kemana? " tanya Riyu sambil berteriak
"Aku akan pergi ke garis tempur"
"Bukan kah kau di suruh untuk melindungi dan menuntun warga bersama ku, Violet... Violet"
"Aku percaya padamu" Jawab Violet sambil berlari keluar istana
"bukan kepercayaan itu yang aku inginkan tapi bagaimana caranya mengumpulkan warga sedangkan mereka belom bengenalku" Riyu yang kebingungan dan langsung keluar
Riyu langsung memberitahu warga dan mereka tak mendengarkan Riyu.
"Semuanya masuk ke ruang bawah tanah cepat" Tak ada yang mendengarkan Riyu dan tiba-tiba ada ledakan besar didepan gerbang tempat warga tinggal.
__ADS_1
Riyu yang panik dan menuntun warga untuk berlindung, dan ada suara rintihan anak kecil yang terdengar oleh Riyu "Tidak anak itu kakinya terjepit, aku harus menolongnya" Riyu berlari dan menolong anak itu tapi Riyu tidak bisa mengangkat batu yang terlalu besar, Monster yang sangat besar itu muncul di atas reruntuhan. Riyu langsung mengeluarkan semua tenaganya dan kaki anak itu keluar dari jepitan batu, Riyu menggendong anak itu sampai ke tempat yang aman.
Tak lama dari itu Riyu mendengarkan suara teriakan perempuan dari garis depan pertempuran.
"Suara itu berasal dari garis depan, jangan-jangan itu, aku harus bergegas ke sana, tapi aku tak akan bisa melawan para monster yang mengamhk itu, apa yang harus aku lakukan"
"Lindungi orang yang berarti bagimu, walau nyawa taruhan, lebih baik nyawa hilang untuk melindungi seseorang yang berarti dari pada kamu diam seperti pecundang" pesan ibunya saat menceritakan dongeng fantasi kepadanya
"Ibu benar, aku tidak mau selalu diam, aku tak mau melihat lagi orang di sekitar ku pergi" Riyu yang berlari sekuat tenaga dan mulai menguatkan jati dirinya untuk melindungi orang-orang
"Violet" Teriak Riyu
"Riyu, kenapa kau kesini, lindungi warga cepat"
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan warga kerajaan, sudah ku atasi semuanya, Violet awas" Riyu pun melompat dari atas gerbang istana
"Aaa..." Violet yang terhempas karna menahan serangan monster
"Violet... Aaaa... " Tiba-tiba ada senjata pedang naga yang tertancap sudah lama terbang dan menuju ke arah riyu. raja melihat kejadian pedang naga itu terbang ke garis terbang.
"Apa apakah guru datang untuk menyelamatkan istana? Tapi tidak mungkin"
"Siapa yang memanggil pedang naga itu sang raja? " Tanya panglima perang
"Anak itu, siapa anak itu sang raja? "
"Duaaaaaarrrr" Suara ledakan dasyat terjadi di garis depan
"Semua pasukan beralih ke garis depan sekarang" perintah sang raja kepada semua pasukan
"Serang" suara pasukan
Pedang naga itu langsung menuju ke riyu dan mengakibatkan ledakan besar terjadi. Semua pasukan digaris depan kaget dan terdiam melihat pakaian riyu seperti Zirah sang pahlawan bruno. Zirah itu berwarna Hijau yang artinya ketenangan dan emas artinya gagah dan berani.
Riyu yang tanpa sadar langsung melompat ke arah kepala monster dan menebas kepala sang monster yang tingginya sepuluh kaki dari tanah. Para monster berlari dan menyerang Riyu secara bersama. Tina-tiba riyu mengucapkan "Pedang naga bersinar lah" Pedang itu bersinar dan mengeluarkan api disekitar pedang itu.
"Guru... " Kata sang raja yang baru sampai di garis depan
"Pahlawan Bruno" kata semua pasukan
Riyu menebas semua monster yang berada disekelilingnya dengan mudahnya. "5, 10, 20, 50, 100, 200" Riyu yang menghitung jumlah monster yang ada di garis depan dan hanya tersisa 1 monster. Monster itu sangat besar dan kuat, aura monster itu terpancar berwarna ungu kegelapan dan matanya merah, berbentuk seperti harimau berkepala tiga, Riyu bergegas dan melompati tebing untuk membunuh monster terakhir. sesampainya diatas tebing Riyu kaget betaba besarnya monster itu.
"Ayahanda, ayo kita bantu Riyu sekarang" kata violet yang cemas dengan riyu karena Riyu tak memiliki kemampuan bertarung sama sekali.
__ADS_1
"Tapi kita harus memanjat tebing itu terlebih dahulu" Jawab sang raja yang ikut cemas
"Itu bakalan lama Ayahanda "
"Mati kau" Kata Riyu yang geram
Riyu terhempas oleh tepisan ekor harimau dan jatuh ke bawah tebing itu
"Riyu.... " Teriak Violet
"Kau memang memancing amarah ku, mati kau" Riyu yang mulai dikendalikan oleh pedang naga itu dan kekuatan zirah
"Ayahanda apa yang terjadi, kenapa aura zirah itu memerah dan mata riyu juga memerah? " Tanya Violet yang semakin cemas
"Ayah kurang tau pasti anakku tapi itu pertanda buruk"
"Itu adalah amukan zirah legendaris dan jika tidak dihentikan kota pedang bakalan hancur" kata petuah yang berumur 100 tahun
"Semuanya pasukan ku bantu Riyu sekarang juga"
Riyu yang semakin tidak bisa dikendalikan dan tenggelam oleh amarahnya sendiri " Aaa... mati kau monster... " Riyu yang ditendang oleh monster sampai sampai terhempas ke dalam lautan
"Riyu..." Teriak violet yang menangis melihat Riyu terluka parah
Semua pasukan penyerang sudah mengikat sang monster dengan rantai panas. Tapi sang monster begitu kuat, Sehingga rantai dan pasukan tak sanggup menahan pergerakan moster itu. Tiba-tiba Riyu datang dari dalam danau dan terbang menuju monster dan menebas ketiga kepala moster itu. walau monster itu tertebas oleh pedang naga tapi monster itu sempat mencakar Riyu yang menyebabkan zirah yang dibadan Riyu menghilang dan perut Riyu mengucurkan darah. Riyu pun terjatuh dari tebing itu.
"Riyu... Tidak ada pilihan lain lagi, Zirah bersinar lah " sang raja tidak ada pilihan lagi sehingga mengeluarkan kekuatan terkuat sang raja.
"Ayahanda... " ucap violet
"ayah tidak ada pilihan anakku" sang raja terbang untuk menyelamatkan kan riyu
...BERSAMBUNG... ...
"BANGUN RIYU BANGUN"
" SEPERTINYA ANAK INI TIDAK AKAN SELAMAT"
"DENGAN KEKUATAN BESAR ITU ANAK INI TIDAK AKAN SELAMAT"
"IBU, AKU MENCARI IBU SELAMA INI, IBU KEMANA SAJA"
"IBU SELALU ADA DIHATIMU NAK"
__ADS_1
"IBU MAU KEMANA JANGAN TINGGALKAN AKU LAGI, IBU"