
"Aku benar-benar pernah kesini, tapi aku tidak tau kapan? " Kata Pangeran
"Sudahlah Pangeran mungkin itu hanya perasaan kamu saja" ujar putri
"Dari pada kalian memikirkan hal yang tidak berguna lebih baik kalian berkeliling dan disaat sore nanti bergegaslah ke penginapan yang di dekat jembatan Merah itu" Kata Guru Leo
Pangeran dan Putri langsung pergi meninggalkan Guru Leo.
"Berhenti dulu.. Kita tak mungkin memanggil dengan panggilan Pangeran dan putri kan? " ucap Riyu
"Benar juga kita harus memanggil nama kita mulai sekarang" Ucap Violet
"Oiya violet kita mau kemana ini, kota ini begitu besar"
"iya juga... "
Tak lama dari itu Violet melihat ada keributan di kota bagian selatan. Semua warga selatan berlari ketakutan. Violet dan Riyu bergegas mencari sumber keributan.
"Kita tidak bisa melewati kerumunan ini Violet! " kata Riyu
"Terus bagaimana? "
"Nah... kita melompati atap, hanya itu satu satunya jalan. "
"Baiklah... "
Riyu dan Violet melompati rumah warga.
"Kenapa berhenti Riyu? " tanya violet yang kaget Riyu berhenti mendadak
"Lihat disana ada 2 peri yang di serang monster yang sangat besar "
"Ayo bergegas "
Mereka berdua langsung melesat seperti kilat menyambar...
"Siapa itu"
"Seperti ada yang melesat dengan cepat Rio, apakah kau melihatnya juga? "
"Iya... lihat di atas rumah itu"
Riyu dan Violet mengeluarkan senjatanya...
"Lyla awas... " Teriak Rio karena lyla akan diserang oleh monster itu. Tapi tiba-tiba Violet dan Riyu datang pas pada waktunya dan menebas tangan monster itu...
"Apa kalian tidak apa-apa? "
"Kami tidak apa-apa, kalian siapa? " Tanya Rio
" Nanti akan aku jelaskan sekarang fokus ke monster itu!! " Jawab Riyu
"Mereka semakin banyak" ucap Lyla
"Jangan takut, ayunkan senjata kalian ke arah kepala mereka semua. Violet... "
"ham... "
Violet langsung mengeluarkan cahaya biru dari sisi pedangnya, Dan melesat menebas kepala mereka satu persatu, Violet tidak sadar ada monster di belakangnya. Riyu melesat dan membantu Violet dan menebas tangan monster itu.
"Kau tidak apa-apa violet? " tanya riyu
"Ham... untung saja"
"Semuanya berkumpul, Kita tidak bisa melawan mereka kalau tidak punya strategi"
Semuanya berkumpul dan riyu langsung memberitahu strategi kepada mereka. Mereka pun mundur untuk merundingkan semuanya.
"Kalian berdua berikan kami jalan untuk sampai ke raja monster besar itu, dan kalian hanya membunuh monster yang ada di barisan tengah dengan cepat, Aku dan Violet akan membantu kalian sedikit supaya mempunyai energi yang cukup untuk membunuh rajanya, jika kau juga yang memakai panah, saat kami ke atas nanti tembakan panah asap ke arah raja monster itu"
"Kenapa langsung membunuh rajanya... apakah itu terlalu beresiko? "
__ADS_1
"Tidak ada pilihan lain lagi, lihat semakin kamu membunuh monster itu satu persatu, Raja monster akan memanggil kawanan yang lebih kuat"
"Baiklah"
"Dan ingat jangan sampai kalian tewas"
Mereka langsung melesat ke arah monster itu, dan menebas secara bersamaan.
"Violet di belakang mu! " Ucap riyu
"Baiklah... Pedang bersinar lah"
"Pedang Taring... tebas lah.... "
Mereka menjalani sesuai rencana Riyu dengan baik.
"Hei... pemanah Sekarang"
"Aku punya nama jangan panggil aku hei... " Lyla langsung menembakan panah asap itu.
"Violet sekarang" Violet langsung memegang tangan riyu dengan erat
"Ham... "
"Lompatan Tinggi... "
Saat melompat monster itu tidak bisa melihat mereka berdua karena terkena asap.
*Sekarang lempar aku violet"
"Baiklah... " Violet melempar riyu dengan sekuat tenaga
"Pedang bersinar lah"
Riyu yang mau menebas kepala raja monster, Tiba-tiba raja monster itu menghirup asap sehingga asap yang tebal itu habis.
"Tidak... Ah" Riyu yang terkena serangan raja monster itu
"Violet lari laah, mundur sekarang " Teriak riyu
"Tapi... "
"Biarkan aku disini, selamatkan mereka berdua, mereka tidak bisa bertahan lagi... "
"Tapi kau bagaimana? "
"Sudah cepat pergi... "
Violet berlari dan menyelamatkan tapi monster itu seolah mau mencakar punggung Violet.
"Violet... "
Violet melihat kebelakang dan melihat raja monster akan mencakar nya. Riyu datang dan mendorong Violet. dan riyu terkena cakaran monster itu.
"Riyu... " Teriak Violet
"Pergi selamatkan mereka dan berpindah tempat lah"
"Aku tidak bisa meninggalkan mu"
Riyu langsung meraih tangan violet dan melesat menolong mereka berdua. Tak jauh dari monster itu, riyu mengaktifkan baru kristal untuk berpindah "Berpindah".
" Setelah ini kita akan memanggil guru dan mengobati... "Violet yang sudah merasa lega riyu ikut mundur tapi riyu keluar dari gelombang kristal itu dengan cepat.
" Riyu... " Teriak Violet yang kaget
"Dark Blaze" Riyu yang di tebas oleh pasukan dark. Violet langsung berlari tapi ditahan oleh Lyla dan Rio.
"Jangan gegabah kita cari bantuan"
Monster Pergi dan menghilang melihat Pasukan Dark datang.
__ADS_1
"Ah... si-si-siapa kalian ha? " tanya Riyu yang kesakitan dan terluka parah
"Kami pasukan dark"
"Dark? "
"Iya pasukan dark, yang dipimpin oleh ratu dark yang bertujuan menguasai pulau peri ini"
"Kau mau apa dariku? jangan macam-macam ya! "
"Kau mengancam ku... "
"Bos... dia adalah manusia dan pemilik kaling naga itu"
"Apa... hahaha ternyata kau pangeran... "
"Kenapa kau tau denganku? "
"Kau lupa siapa aku" membuka topeng
"Ka-ka-kau panglima"
"Jangan panggil aku panglima, panggil aku zack"
"Pedang naga bersinar... Apa pedang ku... "
"Kenapa kau tidak bisa mengaktifkan pedang naga mu itu dasar lemah hahaha.... "
"Bawa dia sekarang... "
"jangan... " Riyu yang dipukul perutnya pingsan
"Putri kamu kenapa? "
"Ri-ri-riyu guru Leo... "
"Kenapa dia... apa yang terjadi? "
"Pasukan Dark dan para monster mencoba membunuh teman dia paman"
"Apa Pasukan Dark? " Guru leo sontak terdiam
"Tolong bawa putri ke kamar dan di sana ada peralatan juga obat-obatan, obati luka kalian" ujar guru leo yang bergegas mengaktifkan batu kristal
2 jam kemudian, Violet siuman.
"Akhirnya kamu siuman"
"Riyu... " violet langsung memanggil riyu
Mereka berdua langsung terdiam " apa yang sebenarnya terjadi? Riyu mana, Riyu... Riyu... "
"Putri tenangkan dirimu, paman yang bernama Leo itu sedang mencari temanmu"
Tak beberapa lama datang Guru leo yang membawa batu kristal riyu yang penuh bercak darah. Violet langsung terdiam saat guru leo menaruh kristal milik riyu diletakkan di atas meja.
"Kalian berdua tinggalkan putri sekarang"
"Baik paman... "
Violet berjalan dan mengambil kristal riyu dengan tatapan kosong dan melihat banyak bercak darah di kristal milik riyu. Violet pun menangis keras yang menyebut nama riyu. semua yang ada di ruang tamu tak kuasa mendengarkan tangisan violet.
"Kenapa kau bodoh sekali, kenapa... kenapa kau sibuk melindungi orang lain ketimbang dirimu sendiri... kenapa ha? " Violet yang menangis keras dan berteriak sekuat-kuat.
...Bersambung... ...
"Dari sana saya melihat seolah riyu dimakan oleh monster atau di pasukan dark membunuh riyu, karena riyu adalah manusia"
"Nggak mungkin... "
"Dan juga pedang riyu berceceran seolah riyu memberikan perlawanan sampai titik darah penghabisan"
__ADS_1