System Advantages

System Advantages
Chapter 34 Apa Kamu mengetahui?


__ADS_3

Kerena rasa suka dan cinta nya ditolak, Yukuanro pun sakit hati. Siapa yang tidak sakit hati kalau orang yang kita suka dan cinta ternyata malah akan menikah dengan kk kita sendiri?


Rasa sakit hati pun bertambah ketika Yukuanro mendengar kabar bahwa orang yang dia suka dan cintai ternyata malah mengandung anak orang lain, yaitu anak dari kk nya sendiri. Saat itu ibu nya Yuwen San sedang mengandung Yuwen San. Setelah tau akan hal itu, Yukuanro pun jadi sangat membenci ibu nya Yuwen San dan Yuwen San.


Ibu nya Yuwen San bernama Cahya Gu, dia orang baik dan berhati mulia, serta miliki paras yang cantik dan memiliki tubuh yang menarik. Maka dari itu, dia jadi banyak disukai oleh orang-orang, terutama para laki-laki.


Setelah Yukuanro berbicara, Yuhanran pun lalu berbicara.


"Kerna kita sudah memutuskan akan membiarkan Yuwen San bertarung dengan tuan muda dari keluarga Ling, maka rapat ini sudah bisa dibubarkan" ucap Yuhanran.


"Baik kepala keluarga Yu!" ucap orang-orang serentak.


Setelah itu, rapat pun dibubarkan!


Setelah rapat dibubarkan, Yuhanran pun berkata.


'Apakah ini adalah pilihan yang tepat?!" ucap Yuhanran dalam hati nya merasa bimbang.


Pada saat selir Qiaran melihat Yuhanran sedang bimbang, ia pun lalu melangkahkan kaki nya berjalan menghampiri Yuhanran dan berkata.


"Apakah tuan sedang bimbang?" ucap selir Qiaran menyentuh pundak Yuhanran pada saat dia sudah berada di dekat Yuhanran.


"Apakah terlihat jelas bahwa aku sedang bimbang?" ucap Yuhanran membalikkan badan nya menghadap selir Qiaran.


"Saya tidak tau apa yang ada di dalam pikiran tuan, tapi saya hanya melihat tuan sedang bimbang tentang keputusan yang tuan ambil ini" ucap selir Qiaran menatap Yuhanran.


"Kamu memang yang paling mengerti tentang aku" ucap Yuhanran menyentuh tangan selir Qiaran yang memegang pundak nya.


"Menurut saya keputusan yang tuan ambil ini adalah keputusan yang paling tepat, keputusan yang tuan ambil ini akan menyelamatkan kehormatan keluarga Yu ini" ucap selir Qiaran meyakinkan Yuhanran agar Yuhanran tidak bimbang lagi tentang keputusan yang dia ambil.


"Baiklah, sekarang waktu nya aku melakukan tugasku yang lain nya dulu" ucap Yuhanran lalu melangkahkan kaki nya berjalan meninggalkan selir Qiaran.


Sebenarnya Yuhanran masih memiliki hati nurani, dia masih tidak tega untuk membiarkan anak nya mati begitu saja. Apalagi ketika anak nya mati nanti dia sendiri yang akan menyaksikan kematian anak nya. Kerena pada saat pertarungan antara Yuwen San dan tuan muda dari keluarga Ling nanti, Yuhanran sendiri yang akan menyaksikan pertarungan antar mereka sebagai ayah dari Yuwen San sekaligus sebagai kepada keluarga Yu.


Setelah mendengar Yuhanran berkata begitu, selir Qiaran pun lalu berkata.


"Silahkan tuan" jawab selir Qiaran.


Setelah Yuhanran meninggalkan ruangan rapat, selir Qiaran pun lalu berkata.


'Kerna Yuwen San sudah mulai menyelidiki tentang kematian ibu nya, aku harus secepatnya menyingkiran dia!'

__ADS_1


'Kalau tidak, cepat atau lambat penyebab kematian ibu nya Yuwen San akan terbongkar!'


Ucap selir Qiaran dalam hati nya sambil mengepalkan tangan nya.


Setelah berkata begitu, selir Qiaran lalu melangkahkan kaki nya berjalan keluar dari ruangan rapat.


Pemilik asli tubuh Yuwen San dulu nya memang sudah curiga ada yang menjanggal tentang kematian ibu nya. Maka dari itu dia mulai menyelediki tentang kematian ibu nya. Tapi apa daya, sebelum dia mengetahui kebenaran tentang kematian ibu nya, malah dia yang duluan dijemput oleh kematian nya.


Setelah rapat dibubarkan, semua orang kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk tidur dan beristirahat di kediaman mereka, kerna hari nya memang sudah larut malam.


Dipagi hari!


Pagi pun tiba.


"Kukuruyuk!"


"Kukuruyuk!"


Suara ayam berkokok.


Terdengar suara ayam berkokok yang bertugas membangunkan warga setempat, menandakan hari sudah pagi. Semua orang yang mendengar suara ayam berkokok pun terbangun dari tidur nya.


Kecuali Yuwen San, dia masih belum bangun dari tidur nya, kerna dia merasa sangat lelah dan hanya ingin tidur saja.


Ketika Yuwen San sedang nyaman-nyaman nya tidur, malah ada orang yang mengetuk pintu kamar nya.


Suara orang mengetukan pintu kamar Yuwen San.


Pada saat Yuwen San mendengar ada seseorang sedang mengetuk pintu kamar nya, ia pun berkata.


"Siapa sih pagi-pagi begini mengetuk pintu, mengganggu tidurku saja?!" gumam Yuwen San dalam keadaan setengah sadar.


Setelah semua nyawa Yuwen San terkumpul, ia pun berkata.


"Iya, tunggu sebenar!" ucap Yuwen San beranjak dari kasur nya.


Setelah Yuwen San beranjak dari kasur nya, ia lalu melangkahkan kaki nya berjalan kedepan pintu kamar nya untuk membuka pintu tersebut. Ketika Yuwen San sampai di depan pintu kamar nya, ia pun lalu membuka pintu tersebut.


Pintu pun terbuka!


Setelah pintu terbuka, Yuwen San melihat ada seorang pelayan sedang menunggu nya di depan pintu kamar nya itu. Pada saat Yuwen San melihat pelayan itu, ia berkata.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Yuwen San pada pelayan tersebut.


"Maafkan saya, kalau saya mengganggu tidur tuan muda" ucap pelayan itu meminta maaf.


"Saya diperintahkan oleh tuan besar untuk memanggil tuan muda Yuwen San agar segera menghadap nya" jawab pelayan itu.


"Baiklah" ucap Yuwen San.


"Mari, saya antarkan tuan muda Yuwen San untuk menghadap tuan besar" ucap pelayan itu menunjukkan jalan pada Yuwen San.


"Herm" gumam Yuwen San lalu mengikuti pelayan tersebut.


Setelah itu, Yuwen San dan pelayan itu pun lalu melangkahkan kaki mereka berjalan menuju ruangan kerja Yuhanran untuk menghadap Yuhanran.


Setelah berapa saat, akhirnya Yuwen San dan pelayan itu sampai di ruangan kerja Yuhanran. Pada saat mereka berdua sampai di ruangan kerja Yuhanran, pelayan yang membawa Yuwen San ke situ pun lalu berkata.


"Lapor tuan besar, hamba sudah membawa tuan muda Yuwen San ke sini!" ucap pelayan tersebut menunjuk Yuwen San.


"Baiklah, sekarang kamu sudah boleh pergi" ucap Yuhanran menyuruh pelayan itu pergi.


"Pelayan ini undur diri tuan besar" ucap pelayan tersebut mengundurkan diri nya untuk meninggalkan rungan kerja Yuhanran.


Sebelah berkata begitu, Pelayan itu lalu melangkahkan kaki nya berjalan keluar dari ruangan kerja Yuhanran. Sekarang hanya tertinggal Yuwen San dan Yuhanran saja lagi di dalam ruangan tersebut.


Ketika pelayan itu sudah pergi, Yuwen San pun berkata.


"Ada apa ayah memanggil aku ke sini?" tanya Yuwen San pada Yuhanran.


"Apa kamu mengetahui alasan malam tadi kami mengadakan rapat penting?" ucap Yuhanran bertanya balik pada Yuwen San.


"Aku hanya mengetahui bahwa keluarga Ling sedang mengancam keluarga Yu ini" jawab Yuwen San.


"Apa kamu mengetahui alasan kenapa keluarga Ling jadi bisa mengancam keluarga Yu ini?" tanya Yuhanran lagi.


Bersambung!


----------------------------------------------------------------------------


Author: Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca novel karya aku, jika ada kesalahan mohon bimbingan dan saran/kritikan nya, tolong tulis saran/kritikan teman-teman di dalam kolom komentar🙏


Jangan lupa untuk teman-teman yang mau mendukung Author, bisa dengan cara klik favorit, like, comen, saran yang mendukung, vote dan rate nya 😇

__ADS_1


Terima kasih juga buat teman-teman yang udah mendukung Author dengan cara memberi like dan vote nya❤


Buat teman-teman yang udah memberi like tapi tidak memberi comen aku juga sangat berterima kasih walau aku tidak tau siapa kalian🙏❤


__ADS_2