
Ketika Hong Ling menyadari bahwa Yuwen San sudah berada di belakang nya bersiap ingin menyerang nya, Hong Ling pun langsung menghindar dengan cara membalikan badannya dan mundur ke belakang dengan cepat.
Pada saat Yuwen San melihat Hong Ling dapat menghindari serangan dari nya, ia pun berkata.
'Sial, ternyata dia dapat menghindari serangan dari ku!' ucap Yuwen San dalam hati nya merasa sedikit jengkel.
Ketika Hong Ling tidak dapat lagi mengalahkan Yuwen San dengan menggunakan pedangnya, ia pun lalu menyimpan pedangnya dan berkata.
'Kalau aku tidak bisa mengalahkan anak ini dengan menggunakan pedang ku, berarti sekarang saatnya aku menggunakan skill ku!' ucap Hong Ling dalam hati nya sambil memperhatikan Yuwen San.
Setelah Hong Ling berkata begitu, ia lalu berlari dengan cepat kearah Yuwen San menggunakan skill super speed nya untuk membuat diri nya bisa berlari dengan cepat. Dan pada saat Hong Ling sudah berada dekat dengan Yuwen San, ia lalu mengarahkan kaki nya kearah Yuwen San dengan menggunakan skill death kick nya sambil berkata.
"Terimalah serangan dari ku!" teriak Hong Ling sambil mengarahkan kakinya kearah Yuwen San.
Ketika Yuwen San melihat Hong Ling mengarahkan kaki nya kearah nya, Yuwen San pun langsung menghindari. Tapi, naasnya ternyata Yuwen San tidak dapat menghindari serangan dari Hong Ling, kerena skill yang digunakan oleh Hong Ling level nya lumayan tinggi.
Pada saat Yuwen San menerima serangan dari Hong Ling, ia terpental ke belakang hingga menabrak dinding serta jatuh tersungkur dan mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"AKH!!!"
"UHUKK!!!"
Seteguk darah segar keluar dari mulut Yuwen.
Ketika seteguk darah segara keluar dari mulut Yuwen San, Yuwen San pun berkata.
'Tak disangka ternyata aku malah terkena serangan dari nya!' ucap Yuwen San dalam hati nya sambil menahan rasa sakit.
Pada saat Hong Ling melihat Yuwen San terpental ke belakang hingga menabrak dinding serta jatuh tersungkur dan mengeluarkan seteguk darah segar dari mulut nya, ia pun tertawa terbahak-bahak sambil menatap Yuwen San dengan tatapan merendahkan.
"HAHAHA!!!!"
"HAHAHA!!!"
Ucap Hong Ling tertawa terbahak-bahak yang suara nya menggema di seluruh penjuru lapangan pertandingan.
Setelah tertawa, Hong Ling pun berkata.
"Menyerahlah, kamu bukan lawan yang sepadan untuk ku!' ucap Hong Ling memandang rendah Yuwen San.
Setelah mendengar Hong Ling berkata begitu, Yuwen San pun berkata.
'Ternyata Hong Ling ini adalah lawan yang tidak bisa dianggap remeh!' ucap Yuwen San dalam hati nya ketika dia jatuh tersungkur setelah merima serangan dari Hong Ling tadi.
Setelah berkata begitu, Yuwen San lalu mengelap mulut nya yang mengeluarkan seteguk darah segar tadi dan kembali berdiri.
Pada saat Yuwen San berdiri, ia pun berkata
'Skill recovery diaktifkan!' ucap Yuwen San dalam hati nya.
Seketika itu juga tubuh Yuwen San yang awal nya terluka dan terasa sakit tadi, akhirnya sembuh dan tidak terasa sakit lagi. Setelah itu, Yuwen San pun berkata.
'Skill recovery dinonaktifkan!' ucap Yuwen San dalam hati nya.
Setelah menonaktifkan skill recovery nya, Yuwen San pun berkata.
"Menyerah?!"
"Kamu menyuruh aku menyerah?"
Ucap Yuwen San sambil menatap tajam Hong Ling.
Setelah berkata begitu, Yuwen San lalu berkata.
'Kalau begini cara nya...'
'Skill intimidation diaktifkan!'
Ucap Yuwen San dalam hati nya.
Seketika itu juga orang-orang yang ada di lapangan pertandingan sekali lagi merasa terintimidasi oleh kekuatan yang berasal dari tubuh Yuwen San pada saat Yuwen San mengaktifkan skill intimidation nya.
Ketika orang-orang yang ada di lapangan pertandingan merasa terintimidasi, mereka pun berkata.
"Kekuatan ini lagi?!"
"Seperti nya memang benar ini adalah skill intimidation!"
Ucap orang-orang yang ada di lapangan pertandingan keluarga Ling.
Pada saat Hong Ling merasa terintimidasi oleh kekuatan yang berasal dari skill intimidation milik Yuwen San, ia pun berkata.
'Ini...?!'
'Bagaimana mungkin?!'
Ucap Hong Ling dalam hati nya ketika dia terintimidasi.
__ADS_1
Ketika Yuwen San melihat melihat Hong Ling sudah terintimidasi oleh kekuatan yang berasal dari skill intimidation milik nya, ia pun berkata.
'Ini kesempatanku...' ucap Yuwen San dalam hati nya.
Setelah berkata begitu, Yuwen San lalu mengaktifkan skill sword master nya dan bergerak dengan cepat kearah Hong Ling.
'Skill sword master diaktifkan!' ucap Yuwen San dalam hati nya.
Yang berarti sekarang, skill yang sudah diaktifkan oleh Yuwen San antara lain: skill god at hiding, skill very fast, skill spit fire, skill intimidation, dan skill sword master.
Setelah mengaktifkan skill sword master nya, Yuwen San lalu berlari ke arah Hong Ling dengan cepat sambil mengayunkan pedang double edged sword yang dialiri skill spit fire dan ditambah skill sword master nya yang membuat keahlian Yuwen San dalam menggunakan pedang bertambah.
Pada saat Hong Ling melihat Yuwen San berlari ke arah nya dengan cepat sambil mengayunkan pedang nya, ia pun berkata.
'Bagaimana ini?'
'Aku sedang terintimidasi!'
'Apa yang harus aku lakukan?'
Ucap Hong Ling dalam hati nya dipenuhi rasa takut dan rasa khawatir.
Ketika Yuwen San sudah berada di dekat Hong Ling, Yuwen San langsung melesetkan pedang nya ke arah Hong Ling dengan sangat cepat dan berkata.
"Terimalah serangan dari ku!" ucap Yuwen San berteriak pada Hong Ling sambil melesetkan pedang nya ke arah Hong Ling.
"Tidak!"
"Jangan!"
Teriak Hong Ling ketika dia melihat Yuwen San melesetkan pedang nya kearah nya.
"AAKHHH!"
Terdengar suara teriakan kesakitan dari Hong Ling yang suara menggema di seluruh penjuru lapangan pertandingan ketika Yuwen San berhasil melesetkan pedang nya kearah Hong Ling.
Seketika itu juga orang-orang yang ada di lapangan pertandingan menjadi tercegang.
"Apa?!"
"Kepala Hong Ling terpenggal?"
"Bagaimana mungkin?!
Ucap orang-orang yang ada di lapangan pertandingan merasa tercegang ketika melihat kepala Hong Ling terlepas dari tubuh nya.
[ Selamat! Tuan mendapatkan poin exp sebanyak 13.000 poin dan poin tukar sebanyak 1.040 poin kerna telah berhasil membunuh 1 orang kultivator tingkat Kelahiran level 4 ]
Ucap sistem.
Setelah mendengar pemberitahuan sistem, Yuwen San pun berkata.
'Ini baru nama nya hasil yang memuaskan!' ucap Yuwen San dalam hati nya sambil tersenyum tipis.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut, menjadi tercegang dan membelalakan mata mereka seolah mata mereka ingin keluar.
"Sungguh tidak bisa dipercaya!"
"Yuwen San berhasil mengalahkan Hong Ling?!"
"Sebenarnya Yuwen San ini berada ditingkat kultivasi berapa?"
"Mungkinkah seseorang yang berada ditingkat Pembersihan Tubuh level 2 bisa mengalahkan seseorang yang berada ditingkat Kelahiran level 4?"
Ucap orang-orang yang ada di lapangan pertandingan bertanya-tanya bagaimana cara nya Yuwen San bisa mengalahkan Hong Ling yang tingkat kultivasi nya jauh lebih tinggi dari pada tingkat kultivasi Yuwen San.
Begitu juga dengan keluarga nya Yuwen San, mereka juga merasa tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Bagaimana mungkin orang-orang yang melihat kejadian tersebut bisa percaya dengan apa yang mereka lihat?!
Orang-orang yang ada di lapangan pertandingan itu tak menyangka, pasangan ayah dan anak itu memiliki nasib tragis yang sama di tangan seorang anak kecil.
Nyawa dan kesejahteraan yang telah pasangan anak dan ayah itu pertahankan sedemikian lama nya akhirnya hancur begitu saja di tangan seorang remaja yang dulu nya dikenal sebagai orang yang cacat dan tidak bisa berkultivasi.
Berita tentang kematian Hong Ling dan Chou Ling pun akhirnya tersebar ke seluruh penjuru kota Rejhagti.
Sampai akhirnya berita tersebut terdengar ke telinga penatua keluarga Ling, yang bernama penatua Xian Ling.
"Apa?!"
"Hong Ling dan Chou Ling telah mati di tangan seorang anak kecil?!"
Ucap penatua Xian Ling merasa terkejut pada saat dia mendengar berita tentang kematian Hong Ling dan Chou Ling.
"Iya tuan, kepala keluarga Hong Ling dan tuan muda Chou Ling telah berhasil dibunuh oleh seorang anak kecil yang bernama Yuwen San!" jawab seorang pelayan yang telah menyampaikan berita tersebut.
"Yuwen San?!"
__ADS_1
"Bukankah Yuwen San adalah anak dari keluarga Yu yang dikenal sebagai anak yang cacat dan tidak bisa berkultivasi itu?!"
Ucap penatua Xian Ling sekali lagi merasa terkejut ketika dia mendengar bahwa ternyata Yuwen San lah yang telah membunuh Hong Ling dan Chou Ling.
"Benar tuan, yang telah membunuh kepala keluarga Hong Ling dan tuan muda Chou Ling adalah Yuwen San, tuan muda dari keluarga Yu yang dikenal sebagai orang yang cacat dan tidak bisa berkultivasi!" jawab seorang pelayan yang telah menyampaikan berita tadi.
"Bagaimana mungkin anak yang dikenal cacat dan tidak bisa berkultivasi bisa membunuh Hong Ling dan juga Chou Ling?!" gumam penatua Xian Ling sambil berpikir.
"Saya juga tidak tau tuan!" jawab seorang pelayan yang telah menyampaikan berita tadi.
"Baiklah kalau begitu, sekarang mari kita pergi ke lapangan pertandingan untuk melihat apa yang sebenarnya telah terjadi di sana!" ucap penatua Xian Ling.
Setelah penatua Xian Ling berkata begitu, penatua Xian Ling dan pelayan yang telah menyampaikan berita tadi pun lalu pergi ke lapangan pertandingan keluarga Ling dengan menunggangi kuda.
Sesampai nya penatua Xian Ling dan pelayan yang telah menyampaikan berita tadi di depan gerbang pintu masuk lapangan pertandingan keluarga Ling, mereka berdua lalu turun dari kuda yang mereka tunggangi. Dan tanpa memperhatikan penjaga yang menjaga pintu gerbang lapangan pertandingan, mereka berdua lalu langsung masuk ke dalam lapangan pertandingan dan berjalan menuju tempat diadakan nya pertandingan.
Sesampai nya mereka berdua di tempat diadakan nya pertandingan, mereka berdua melihat mayat Hong Ling dengan kepala yang terlepas dari tubuh nya dan seorang anak kecil yang memandang mayat tersebut. Pada saat itu juga penatua Xian Ling berkata.
"Apa?!"
"Hong Ling benar-benar telah mati?!"
"Mati dengan tragis seperti itu?!"
Ucap penatua Xian Ling merasa terkejut ketika ia melihat hal tersebut.
"Dan siapa anak kecil yang ada di depan mayat Hong Ling itu?!" gumam penatua Xian Ling sambil memperhatikan Yuwen San.
'Apakah dia adalah anak yang bernama Yuwen San itu?'
'Anak yang katanya telah membunuh Chou Ling dan juga Hong Ling?'
Ucap penatua Xian Ling dalam hati nya bertanya-tanya siapa sebenarnya anak yang ada di depan mayat Hong Ling itu.
Yuwen San yang dari tadi hanya berdiri memandang mayat Hong Ling pun berkata.
"Ternyata muncul lagi sumber poin exp untukku?!" gumam Yuwen San ketika dia melihat penatua Xian Ling memasuki lapangan pertandingan.
Pada saat pelayan yang ada di lapangan pertandingan melihat kedatangan penatua Xian Ling, pelayan itu pun langsung berkata.
"Sepertinya itu penatua Xian Ling?!"
"Lebih baik aku laporkan saja apa yang sedang terjadi disini!"
Ucap pelayan tersebut lalu berjalan menghampiri penatua Xian Ling. Sesampai nya pelayan itu di depan penatua Xian Ling, pelayan itu pun berkata.
"Selamat datang di lapangan pertandingan keluarga Ling penatua Xian Ling" ucap pelayan tersebut.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi disini?" tanya penatua Xian Ling pada pelayan itu.
"Sebenarnya, rencananya awal bukan seperti ini penatua Xian Ling!"
'Rencana awal?' ucap penatua Xian Ling dalam hati nya merasa kebingungan.
"Terus seperti apa memang nya rencana awal nya?" tanya penatua Xian Ling yang masih belum paham apa yang telah terjadi.
"Rencana awalnya..."
"Kepala keluarga Hong Ling mengancam keluarga Yu dengan cara menaikkan harga bahan pokok makanan dengan alasan supaya keluarga Yu mau menerima pertandingan antara Yuwen San tuan muda dari keluarga Yu yang dikenal sebagai orang yang cacat dan juga tidak bisa berkultivasi itu dengan Chou Ling tuan muda keluarga Ling, atas dasar kerna permintaan nyonya Qiaran!"
Ucap pelayan itu penjelasan kepada penatua Xian Ling.
Keluarga Ling bisa menaikkan harga bahan pokok makanan kerena keluarga Ling adalah pemasok utama bahan pokok makanan yang ada di kota Rejhagti tersebut. Maka dari itu perekonomian keluarga Ling bisa menyamai pendapatan keluarga bangsawan dan akhirnya keluarga Ling termasuk salah satu dari keluarga bangsawan yang ada di kota Rejhagti.
Pada saat penatua Xian Ling mendengar penjelasan pelayan itu, ia pun berkata.
'Qiaran?!'
Ucap penatua Xian Ling dalam hati nya sambil berpikir sejenak.
'Ahh!'
'Aku baru ingat, bukankah Qiaran adalah teman kecil nya Hong Ling yang sudah dianggap Hong Ling seperti adik nya sendiri?!'
Ucap penatua Xian Ling dalam hati nya setelah berpikir.
Bersambung!
----------------------------------------------------------------------------
Author: Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca novel karya aku, jika ada kesalahan mohon bimbingan dan saran/kritikan nya, tolong tulis saran/kritikan teman-teman di dalam kolom komentar🙏
Jangan lupa untuk teman-teman yang mau mendukung Author, bisa dengan cara klik favorit, like, comen, saran yang mendukung, vote dan rate nya 😇
Terima kasih juga buat teman-teman yang udah mendukung Author dengan cara memberi like dan vote nya❤
Buat teman-teman yang udah memberi like tapi tidak memberi comen aku juga sangat berterima kasih walau aku tidak tau siapa kalian🙏❤
__ADS_1