
"Baiklah, terus apa yang dia katakan Hong Ling?" ucap Yuhanran bertanya pada bawahan nya.
"Tuan besar Hong Ling berkata bahwa dia akan mengadakan pertarungan antara Yuwen San tuan muda dari keluarga Yu dengan Chou Ling tuan muda dari keluarga Ling di lapangan pertandingan keluarga Ling dan keluarga Ling yang akan menyiapkan lapangan pertandingan untuk acara pertarungan besok!"
"Jadi, keluarga Yu hanya perlu pergi menuju ke lapangan pertandingan keluarga Ling saja!"
Jawab bawahan tersebut menyampaikan apa yang dikatakan Hong Ling tadi.
"Baguslah kalau begitu, berarti besok kita akan pergi ke lapangan pertandingan keluarga Ling untuk mengantar Yuwen San dan melihat pertarungan antara Yuwen San dan Chou Ling!" gumam Yuhanran.
"Baiklah, sekarang kamu sudah boleh pergi" ucap Yuhanran menyuruh bawahan nya pergi.
"Kalau begitu, hamba undur diri tuan besar" ucap bawahan tersebut mengundurkan diri nya.
Keesokan hari nya!
Hari ini adalah hari pertarungan antara Yuwen San tuan muda dari keluarga Yu dengan Chou Ling tuan muda dari keluarga Ling. Dan hari ini adalah hari dimana Yuwen San akan menunjukkan diri nya yang sebenarnya, diri nya yang sudah bisa berkultivasi.
Seperti biasa, pagi ini adalah pagi yang cerah.
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, hari ini adalah hari kematian Yuwen San yang diharapkan oleh semua orang.
Tapi, apakah benar hari ini adalah hari kematian Yuwen San?
Apakah benar hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang?
"Hari ini adalah hari dimana aku akan membuktikan diriku yang sebenarnya" ucap Yuwen San yang sedang bersiap-siap ingin berangkat menuju kediaman keluarga Ling.
"Aku tidak sabar ingin melihat bagaimanakah tuan muda dari keluarga Ling yang akan melawan aku itu?!" ucap Yuwen San sambil berjalan keluar dari kamar nya.
'Owh iya bagaimana dengan kabar Yu Meiling?'
'Kira-kira dia sekarang sedang apa yah?'
Ucap Yuwen San dalam hati nya sambil memikirkan Yu Meiling.
Ketika Yuwen San sedang melamun memikirkan Yu Meiling, dia malah dikagetkan dengan muncul nya seorang pelayan.
"Tuan muda Yuwen San!"
"Tuan muda Yuwen San!"
"Tuan muda Yuwen San!"
Ucap pelayan tersebut terus memanggil nama Yuwen San, kerna Yuwen San sedang melamun dan tidak merespon nya.
__ADS_1
Ketika Yuwen San mendengar pelayan tersebut memanggil nya, ia pun berkata
"Ehh iya, ada apa?!" ucap Yuwen San sedikit kaget.
"Maafkan saya, kalau saya membuat tuan muda Yuwen San kaget!" ucap bawahan tersebut meminta maaf pada Yuwen San.
"Itu bukan salah kamu, maafkan saya kerna saya tadi saya tidak menghiraukan kamu, soal nya saya tadi sedang melamunkan sesuatu" ucap Yuwen San.
"Tidak apa-apa tuan muda Yuwen San" jawab pelayan itu.
"Ehh iya, kenapa kamu memanggil saya?" tanya Yuwen San kepada pelayan tersebut.
"Aah, saya tadi diperintahkan oleh tuan besar untuk memanggil tuan muda Yuwen San agar segera menghadap nya" jawab pelayan tersebut.
"Baiklah" jawab Yuwen San.
"Mari, saya antarkan tuan muda Yuwen San untuk menghadap tuan besar" ucap pelayan itu menunjukkan jalan pada Yuwen San.
"Herm" gumam Yuwen San lalu mengikuti pelayan tersebut.
Setelah berkata begitu, Yuwen San dan bawahan tersebut pun lalu melangkahkan kaki mereka berjalan menuju tempat dimana Yuhanran menunggu Yuwen San untuk menghadap nya. Setelah beberapa saat berjalan, Yuwen San dan pelayan itu pun akhirnya sampai di tempat tersebut.
Ketika mereka berdua sampai di tempat tersebut, pelayan yang membawa Yuwen San menghadap Yuhanran pun berkata.
"Baiklah, sekarang kamu sudah boleh pergi" ucap Yuhanran menyuruh pelayan itu pergi.
"Pelayan ini undur diri tuan besar" ucap pelayan tersebut mengundurkan diri nya.
Sesampainya Yuwen San di tempat tersebut, dia melihat ada beberapa kuda yang sudah disiapkan oleh Yuhanran untuk mereka tunggangi menuju kediaman keluarga Ling. Pada saat itu juga Yuhanran berkata.
"Apakah kamu yakin Yuwen San, kamu akan melawan tuan muda dari keluarga Ling?" tanya Yuhanran kepada Yuwen San.
"Iya, aku yakin ayah!" jawab Yuwen San tegas.
"Baiklah kalau begitu, sekarang mari kita pergi menuju ke lapangan pertandingan keluarga Ling" ucap Yuhanran.
'Lapangan pertandingan keluarga Ling?!' ucap Yuwen San dalam hati nya sambil berpikir.
Yang akan pergi menuju lapangan pertandingan keluarga Ling yaitu: Yuhanran, Yuwen San, selir Xue, selir Qiaran, Yufeng Li, dan Yukuanro.
Mereka semua pergi menuju kediaman keluarga Ling dengan menunggangi kuda yang sudah disiapkan oleh Yuhanran tadi.
Setelah berjalan sekitar 15 menit menunggangi kuda, mereka semua akhirnya sampai di depan gerbang lapangan pertandingan keluarga Ling.
Gerbang lapangan pertandingan keluarga Ling bertulisan...
__ADS_1
• Selamat Datang di Lapangan Pertandingan Keluarga Ling •
Pada saat Yuwen San melihat gerbang lapangan pertandingan keluarga Ling, ia pun berkata.
"Ternyata begini yah gerbang lapangan pertandingan keluarga Ling itu?!" gumam Yuwen San sambil melihat sekeliling.
Sementara itu di tempat Yu Meiling!
Pada waktu yang sama!
'Sudah satu hari Yuwen San tidak pulang ke rumah, kira-kira dia sedang apa yah?' ucap Yu Meiling dalam hati nya yang sambil memikirkan Yuwen San.
"Sunyi sekali rumah ini kalau tidak ada Yuwen San, aku juga sudah merasa bosen berada di rumah ini, apa lebih baik aku ke kota saja yah?" gumam Yu Meiling.
Setelah berkata begitu, Yu Meiling lalu berpikir sejenak sambil mondar mandir di ruang tamu. Setelah Yu Meiling berpikir, ia pun berkata.
"Baiklah..."
"Sudah aku putuskan, lebih baik aku keluar saja dari hutan iblis ini menuju ke kota. Mungkin saja nanti kalau aku di kota aku akan bertemu dengan Yuwen San lagi" ucap Yu Meiling lalu berjalan keluar dari rumah nya itu.
Ketika Yu Meiling sudah berada di luar rumah nya, ia memandang sekeliling dan berkata.
"Seperti nya aku masih hapal sih jalan keluar dari hutan iblis ini, semoga aku tidak tersesat ketika berjalan keluar dari hutan iblis ini" ucap Yu Meiling lalu menutup pintu rumah nya.
Setelah menutup pintu rumah nya, Yu Meiling lalu melangkahkan kaki nya berjalan keluar dari hutan iblis.
Setelah berjalan di hutan iblis sekitar 45 menit, Yu Meiling akhirnya berhasil keluar dari hutan iblis tersebut.
Selama di perjalanan nya, Yu Meiling tidak ada melihat monster yang muncul untuk menganggu perjalanan, ia berpikir bahwa diri nya sangat beruntung atau memang tidak ada monster yang berada di dekat situ.
Ketika Yu Meiling sudah berhasil keluar dari hutan iblis, ia pun berkata.
'Untung saja aku masih ingat jalan keluar dari hutan iblis ini' ucap Yu Meiling dalam hati nya menghela nafas nya.
Bersambung!
----------------------------------------------------------------------------
Author: Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca novel karya aku, jika ada kesalahan mohon bimbingan dan saran/kritikan nya, tolong tulis saran/kritikan teman-teman di dalam kolom komentar🙏
Jangan lupa untuk teman-teman yang mau mendukung Author, bisa dengan cara klik favorit, like, comen, saran yang mendukung, vote dan rate nya 😇
Terima kasih juga buat teman-teman yang udah mendukung Author dengan cara memberi like dan vote nya❤
Buat teman-teman yang udah memberi like tapi tidak memberi comen aku juga sangat berterima kasih walau aku tidak tau siapa kalian🙏❤
__ADS_1