System Cultivator Modern

System Cultivator Modern
Dua ? tak apalah


__ADS_3

di depan villa


diperjalanan pulang hanya ada suasana canggung saja baik Toya maupun Emma terdiam ,mereka tidak memiliki ide untuk mengisi kecanggungan saat ini.


sesampai didepan villa,mobil yang ditumpangi Toya dan Emma berhenti.


" anoo Toya kenapa berhenti " tanya Emma penasaran karena Toya tiba tiba berhenti,karena belum sampai tujuan yang ia pikirkan.


" katanya kamu mau main ke rumahku " jawab Toya tersenyum menjawab Emma.


" anoo toya jadi iniii rumah mu " ucap Emma setelah melihat sekitar dan hanya ada villa di depannya saja.


" emm..ya " jawab Toya menggaruk kepalannya yang tidak gatal.


" kok bisa kamu pindah ke sini " tanya Emma yang masih terkejut


" ceritanya panjang mari kita masuk dulu " ajak Toya kepada Emma .yang di angguki oleh Emma


mereka memasuki vila nya setelah menyapa para pelayan yang membukakan gerbang villanya.


" terima kasih " ucap Toya kepada pelayan itu.


" sudah tugas saya tuan " jawab pelayan itu dengan posisi sedikit membungkuk memberi hormat kepada Toya.


" aku pulang" teriak Toya memasuki vilanya dengan diikuti Emma dibelakangnya.


" selamat kembali sayang " ucap seorang wanita yang berumur sama seperti emm,dengan memeluk Toya.


" ehemm.......Toya bisa kamu jelaskan " ucap Emma cemburu setelah melihat adegan didepannya.


" hheheehehehe......" jawab Toya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" oh ada tamu...mari masuk " ucap meiyin yangelihat Emma.


Toya merasa lega setelah meiyin mengajak mereka masuk,Toya pun segera berjalan masuk yang masih ditatap oleh Emma dengan tatapan penuh selidik,Toya yang melihat itu di buat merinding.


" anoo..aku mau ganti baju dulu ya " ucap Toya berlari menuju kamarnya.meiyin dan Emma yang melihat Toya berlari ke kamar ya tersenyum kecut.sekarang di lantai bawah hanya ada Emma meiyin saja.

__ADS_1


" anoo. silahkan duduk ....."


" Emma " ucap Emma dingin yang mengetahui maksud meiyin.


" aku meyin " balas meiyin dengan senyum canggung diwajahnya.suasana dilantai bawah sangat canggung karena sifat emma yang dingin.


setelah beberapa menit Toya pun turun kebawah setelah berganti pakaian dan menghampiri mereka berdua.


" toyaa bisa kamu jelaskan Sekarang " pinta Emma dengan senyum mengerikan diwajahnya


Toya yang melihat itu bergidik ngeri,ia pun mulai memahami situasi.


" anoo sebelum aku ceritakan perkenalkan ini ...


" aku sudah kenal " ucap Emma datar memotong ucapan Toya


Toya yang melihat itu hanya tersenyum kecut.ia pun mulai menceritakan tentang pertamakali menolong kakek Lin dong dan pindah ke villa ini lalu pertemuan nya dengan meiyin,tapi Toya belum menjelaskan tentang ia melamar meiyin


Emma tampak mencerna apa yang Toya katakan ia mulai memahami situasinya.


" terus kenapa wanita ini manggil kamu sayang " ucap Emma dengan pandangan tajam menatap Toya .


" Toya dan aku sudah bertunangan " jelas meiyin menggantikan Toya kepada Emma.


" apa , kamu tidak boleh bertunangan kan kamu masih sekolah" ucap Emma terkejut


" anoo tapi ini kan masih bertunangan lagian sebentar lagi kita lulus kan " jawab Toya dengan suara pelan tapi masih bisa didengar oleh mereka.


" pokoknya tidak boleh " balas emma kesal kepada Toya


" kamu tidak boleh nikah selain denganku ,aku cinta kamu toya" lanjut emma dengan tangisan,ia sudah tidak bisa menahan apa yang ia tahan dihatinya setelah mendengar bahwa Toya bertunangan,ia mengeluarkan perasaannya yang sudah ia tahan sejak lama.


Toya yang mendengar ungkapan perasaan Emma mulai bingung ia berdiam mematung karena tidak tau harus melakukan apa.


" sayang ...bisa kamu keluar sebentar aku mau bicara dan menenangkan Emma dulu" ucap meiyin menyadarkan Toya.


Toya hanya menuruti apa yang di pinta meiyin ia keluar dan duduk di kursi taman sambil memandangi bunga yang ada di taman.ia merenung kan apa yang ia lakukan apakah sudah benar.

__ADS_1


hampir satu jam ia melamun memikirkan tentang apa yang telah ia lakukan.


" sayang kamu bisa masuk sekarang ada yang ingin kami bicarakan dengan kamu " ucap meiyin menyadarkan Toya dari lamunannya ia mengikuti meiyin masuk ke villanya.


didalam terlihat Emma yang sudah tenang duduk di kursi ruang tamu.


" sayang sini " ucap meiyin menunjuk kursi sofa di depan toya.toya yang mendengar itu hanya mengikuti saja dan duduk dengan wajah yang masih menunduk.ua tidak berani menatap Emma sekarang karena perbuatanya.


setelah menyuruh Toya duduk meiyin ikut duduk di sebelah Emma dan di depan Toya.


" sayang " ucap meiyin


" ya " jawab Toya dengan memberanikan diri menatap keduanya,ia melihat kedua wanita didepannya tersenyum kearahnya,ia yang melihat itu bukan merasa senang malah ia merasa ketakutan entah mengapa.


" anoo...Toya maaf aku tadi memarahiku " ucap Emma dengan wajah menyesal.


" tidak apa apa aku faham kondisi kamu aku juga minta maaf karena aku tida faham perasaanmu kepadaku " ucap Toya dengan suara bergetar


" tidak apa apa ..sekarang aku mau tanya " ucap Emma


" apa kamu suka kepadaku " lanjutnya


Toya yang mendapat pertanyaan dari Emma secara tiba tiba terkejut ia tidak .menyangka bahwa Emma akan bertanya begitu kepadanya,ia melirik meiyin untuk meminta penjelasan tapi ia hanya melihat meiyin bibir Toya berkedut karena ia melihat meiyin meminum teh seakan tidak peduli dengan situasinya . Toya hanya pasrah


" anooo....Emma meskipun aku suka kamu tidak mungkin kita bersama karena aku sudah bertunangan " ucap Toya menjawab Emma.


Emma yang mendengar jawaban dari Toya tersenyum bahagia.


" Toya kita bisa kok tetap bersama iya kan kak meiyin " ucap Emma menengok kearah meiyin


" ehemm..." jawab meiyin dengan anggukan dan senyum di wajahnya.


Toya yang melihat itu merasa bingung dengan apa yang sekarang terjadi


" anoo...bisa tolong jelaskan maksudnya " ucap Toya yang kebingungan


meiyin pun menjelaskan bahwa ia tidak keberatan memiliki saudari asal Toya bisa adil dan hal itu sudah di bicarakan dengan Emma dan di setujui .

__ADS_1


Toya yang mendengar penjelasan dari meiyin hanya bisa tersenyum kecut


" dua ? tak apalah "


__ADS_2