
diruang tamu
" sayang gimana ini,aku jadi gugup. " ucap Emma gugup
" tenang nanti biar aku saja yang bicara kamu sama meiyin tinggal menyimak saja" ucap Toya menenangkan Emma yang sedang gugup.
" kamu gak gugup ya" tanya Emma
" gak aku gak gugup kok" ucap Toya.
' siall. aku gugup sekali tapi aku harus bersikap keren di hadapan istri istri ku ' batin toya
"kakak Mei kamu juga gak gugup ya " tanya Emma kepada meiyin yang duduk dengan ekspresi damainya.
" gak aku sama sekali gak gugup lagian ini kan cuman untuk memberitahu orang tuamu cepat atau lambat mereka juga akan tahu " jawab meiyin dengan tenang.
" huuuhhh kenapa disini cuman aku sih yang gugup "gerutu Emma.
" ehmmm...maaf sudah menunggu lama " ucap Margaret yang datang dari lantai atas bersama Ellie.
" gak papa kok bibi " ucap Toya.
"tunggu sebentar ayah mu itu. masih lama saja kayak siput " ucap Margaret
...-...
-
" hachuuu..." ah sial siapa lagi yang membicarakan diriku ini.ucap Johan
" ahh lebih baik aku segera kebawah kalau tidak nanti aku dimarahi istri dan anak ku " lanjut Johan tak berdaya membayangkan kalau dirinya sedang dimarahi oleh Margaret dan ellie
" ahh maaf lama tadi habis ada urusan sebentar" ucap Johan menuruni tangga dari lantai atas .
" huuu....sok penting " gerutu Margaret dan ellie bersama.
bibir Johan berkedut ketika mendengar ucapan Margaret dan ellie.oohan pun duduk di sebelah Margaret dan di depan Emma ,Toya dan meiyin.
" jadi giman Emma apa benar kamu sudah bertunangan " tanya Margaret kepada Emma.
Toya yang melihat Emma semakin menunduk akhirnya dia mengantikan Emma untu menjelaskan.
__ADS_1
" iya bibi, Emma dan saya memang sudah bertunangan,kedatangan saya kemari ingin meminta izin pada paman dan bibi untuk menikahi Emma " jawab Toya tegas.
" ohhh begitu kalau itu benar kamu jangan panggil aku bibi panggil aku ibu aja kan sekarang kamu akan jadi anak laki laki ku dan panggil tua bangka ini sebagai ayah " ucap margaret.mencairkan suasana.
" gak nyadar kalau dirinya juga sudah tua " gerutu Johan di samping Margaret setelah di panggil tua bangka olehnya.
"apa benar kan " ucap Johan yang melihat Margaret menatapnya dengan tajam.
" nak Toya siapa yang di samping kananmu "
" oh ini meiyin Bu dia istri pertamaku " jawab Toya santai
Margaret dan Johan kaget mendengar bahwa Toya sudah mempunyai istri jadi anak ya akan menjadi yang kedua.
" iniii.......
" ya ibu memang benar apa yang di katakan Toya " ucap Emma mengiyakan perkataan Toya.
" tenang saja Bu aku yakin Toya akan adil kok dengan pasangannya " lanjut Emma menyakinkan orang tuanya.
" huuhhh....baiklah kali itu sudah menjadi keputusan mu ibu akan mendukung mu asal kamu bahagia " jawab Margaret
" nak meiyin sini " ucap Margaret sambil menepuk sofa di pinggirnya me.beri tanda agar meiyin pindah samping nya.
" ishhh....udah tua aja suka ngusir ngusir " ucap Ellie pindah di samping Emma.
" hahahahaha....kan kata ku benar kamu itu sudah tua " ucap Johan tertawa mendengar Ellie mengatai ibunya.
" kamuuu...." Margaret menatap tajam ke arah Ellie dan Johan.
meiyin yang menerima panggilan langsung pindah di samping Margaret.
" nak kamu sudah menerima Emma beneran " tanya mergaret kepada meiyin.
" iya Bu " jawab meiyin dengan tenang
" aku salut sama sifat mu nak aku minta tolong ke kamu untuk menjaga Emma ya karna dia sedikit ceroboh sifatnya" ucap Margaret
" iya Bu, ibu tenang saja aku akan jaga adik Emma " jawab meiyin meyakinkan .
" kalau begitu nak toya kapan rencana menikah nya" tanya Margaret.
__ADS_1
" MMM...rencana nya sih setelah lulus sekolah bu tapi dilihat dulu saja situasinya kali mendukung ya tetap pada rencana kalau situasinya kurang mendukung ya kita cari hari yang pas buat menikah " ucap Toya menjelaskan.
margaret yang mendengar penjelasan Toya semakin yakin menikah kan anaknya dengan Toya,menurutnya pikiran Toya sudah dewasa dan ia merupakan tipe berpikir sebelum ber tindak.
" ohh begitu kalau begitu aku serahkan ke nak Toya saja " ucap Margaret.
" baiklah ayo makan dulu pasti belum makan kan kalian tadi Emma telpon katanya kamu lagi belanja" ajak Margaret
mereka pun mengikuti Margaret pindah ke ruang makan,dan mulai menyantap makanan yang di hidang kan dengan kenyang.
"terimakasih atas makanya " ucap mereka bersamaan setelah selesai menghabiskan makanannya .setelah itu Toya diajak Johan main Playstation.
Toya hanya mengikuti ajakan mertuanya saja hitung hitung agar lebih akrab dengan mertuanya.sedangkan para perempuan mengobrol kembali di ruang santai.
setelah jam menunjukan pukul lima Toya dan istri istrinya berpamitan kepada mertuanya dan adik iparnya untuk pulang
" Bu,yah kami pulang dulu " ucap Toya
" ya hati hati sering sering kesini untuk main game nemenin aku " ucap Johan
Margaret yange dengar itu langsung memukul kepala Johan
" udah tua masih aja gak nyadar " ucap Margaret
" ya hati hati nak Toya " lanjut Margaret
Toya yang mendengar itu mengangguk dan mulai mengemudikan mobilnya pulang ke villanya.
-
-
villa
" ahhh sampai juga akhirnya" ucap Toya keluar dari mobil di ikuti oleh Emma dan meiyin .
ia segera ganti pakaian karena ia mengingat ia belum menyelesaikan misi hariannya.
" sayang aku mau olah raga bentar kalian istirahat aja ya " ucap Toya ketika sudah melakukan pemanasan.
" ya hati hati" jawab meiyin dan Emma bee samaan
__ADS_1
setelah mendengar jawaban dari istrinya Toya mulai menyelesaikan misinya,setelah sudah capek menyelesaikan misinya ia berhenti di pinggir danau untuk beristirahat sekaligus memandangi pemandangan danau yang tenang.