
rohli yang sudah berada di belakang vina tersenyum ke arah mawar ,melani dan susan
vina sendiri lagi kesel dengan agus tidak memperhatikan ekspresi ketignya nya
tiba tiba rohli menutup mata vina dengan kedua telapak tangannya
vina terkejut, dan reflect memegang tangan rohli untuk melepaskan
tapi seketika itu dia terdiam lagi, tangannya tertahan di tangan rohli
" rohli?? " benak vina. vina cukup mengenal aroma tubuh rohli. tangan rohli pun harum
jadi vina langsung kaku tidak tau harus berbuat apa
setelah itu dia mendengar suara bisikan yang selalu terngiang ngiang di bayangannya
" coba tebak siapa aku? " setelah mendekatkan kepalanya ke dekat telinga vina
vina menegang ,jantungnya berdetak lebih cepat
" rohli??? " tebak vina pelan
rohli melepas tangannya dan vina pun meluhat cahaya lagi
vina buru buru menoleh ke kebelakang memastikan
tampak lah wajah cowok dengan senyum hangat nya yang menghantui pikirannya 3 hari terakhir
pipi vina merona. tampak malu malu ,saling tatap tatapan dengan rohli
di benak vina, dia merasa waktu seakan berhenti
rohli melihat vina dengan ekspresi sangat menggemaskan tidak bisa menahan diri pengen mencium nya..
dengan berani rohli menjulurkan satu tangannya ke pipi vina mengelus elus
dan rohlu mendekatkan wajahnya
vina yang berada di dunianya sendiri melihat rohli mendekatkan wajahnya tanpa sadar menutup mata
cup > <
sementara di sisi lain
melanie dan susan tampak mati rasa melihat kelakuan rohli ke vina
tidak menahan cemberut kesel, cemburu
hanya mawar yang memalingkan muka, tidak tahan dengan itu..
aguss yang naksir vina dari kelas satu SMK seakan tertusuk jarum di hati nya
' dia yang di tunggu dari tadi?? ' pikir agus
tangannya mengepal menahan cemburu
merasa tidak kuat menahan , agus langsung bergegas balik pergi
hening beberapa saat
" huwaaa... vina jahat.. kamu berkhianat . tadi bilang nya hanya berteman tapi.. tapi " seru melanie pelan berlebihan .. wajah di sedih sedihkan
ya meski melanie cemburu tapi hanya itu.. lagian melanie tidak memiliki perasaan cinta.. melainkan cuma kagum
susan pun sama
" teruusss.. teruss.. lanjut aja terus. anggap aja kita di sini tidak ada " gerutu susan
vina yang sudah tersadar jadi salting. sedangkan rohli sudah duduk di samping vina dengan tenang
mawar yang B aja mencoba mencairkan suasana dengan angkat bicara
" udah udah. malu kali di liatin orang " ucap mawar yang rasional
rohli katawa ringan
" hummm " melanie mengembungkan pipinya
" awas aja nanti " ejek susan melirik vina
" wes wes talah.. emang bener vina dengan aku cuma berteman kok " ucap rohli menjelaskan
" dih kamu cuma membela vina aja " timpal susan
melanie juga mengngguk setuju dengan susan
rohli tertawa canggung
" serius ini loh.. oh iya sebaik nya kita kenalan dulu biar enak "
vina mendengar itu segera menimpal , seakan mengerti
" oh iya jadi lupa . itu teman ku rohli yang tadi nganterin aku ke kelas.. rohli mereka sahabat ku, yang ini melanie.. ini susan. dan kalau yang itu mawar " ucap vina seakan semua baik baik saja
susan dan melanie hanya bisa menggertakan giginya.. mau tidak mau harus cooperatif biar ga canggung
" hmm salam kenal "
ucap rohli senyum
" eh ini ? kok belum ada makanan? belum mesen? " tanya rohli heran melihat meja masih kosong
" udah tadi.. tadi masih belum dateng " jawab mawar
" hmm yaudah aku ke belakang depan dulu.. " ucap rohli
tapi tangannya di pegang vina
" mau kemana ?? " ucap vina
" suitt suittt " ejek susan
melanie memutar matanya
rohli hanya tersenyum ke arah vina
" aku belum mesen.. jadi.." tapi segera di potong vina
" udah aku pesenin tadi.. kamu tinggal nunggu aja" ucap vina
dalam benak rohli
' udah di pesanin? emang kamu tau apa yang aku suka? '
tapi namanya bukan rohli kalau dia masih pilih pilih
jadi rohli hanya mangangguk dan duduk kembali
" gimana kelasnya tadi ?" tanya rohli menatap vina
" mayan sih.. mayan bikin puyeng. apalagi sekarang sudah semester akhir.. " grutu vina
__ADS_1
" hehe. sabar dong.. 2 bulan lagi kamu juga akan lulus , aku masih 1 tahun lagi, gimana dong " ucap rohli mencela dirinya sendiri
vina ketawa mendengar itu
" kamu tenang.. tentang komputer kamu bisa tanya ke aku kalau masih ada yang di bingungin " ucap rohli santai
"emang kamu bisa? " tanya vina terkejut
" bisa. cuma komputer mah aku masih bisa. "
jawab rohli
jurusan TSM tau komputer? pikir vina. vina tidak percaya.. masih skeptis
tapi tetep menjawab
" hehe iya nanti kalau aku ada yang tidak tau aku akan tanya ke kamu "
rohli tau kalau vina tidak percaya tapi tidak memperdulikannya.. lagian memang wajar.. mayoritas akan berpikir seperti vina.. dan vina malah tidak enak hati menjawab tidak percaya.. rohli sedikit tersenyum mengetahui itu
" hei melanie, susan, mawar.. kalian berasal dari mana..?? apa sama dengan vina?? "
setelah itu mereka ngobrol hingga akhirnya makanan datang
' mie ayam? ' benak rohli
mengetahui itu rohli mengacungkan jempol ke vina
vina juga mie ayam.. dia menhela nafas lega setelah rohli mengacungkan jempol
' huh kayaknya aku tidak salah milih ' pikir vina
" mari makan " seru mawar
" humm " yang lainnya mengangguk
di tengah tengah sedang makan mereka mengobrol ..dan sedikit demi sedikit rohli tambah akrab dengan mereka bertiga.
" dari tadi ngobrol aku belum tau tempat tinggal mu . kamu asli mana li? " tanya melanie
" aku dari pelosok desa mel. kamu tahu stadion dream palace tidak? " tanya rohli
" yah aku tau . terus? "
" tempat tinggal ku ke arah barat pertigaan setelah stadion itu. di desa G . kecamatan L "
ucap rohli
susan terkejut
" dih... ternyata desa kita tetanggaan. " ucap nya berseri seri
" emang iya? " rohli mengangkat alisnya melirik susan
" beneran lah. aku tinggal di desa X . "
vina juga mengangguk. vina sendiri rumahanya di kecamatan L dekat stadion dream palace
" terus mawar dan kamu mel?? "
tanya rohli
" aku deket sini li.. jalan kaki juga juga bisa ke sekolah " jawab mawar
" kalau aku di dari desa A kecamatan S. aku sendirian paling jauh " kata melanie cemberut
kecamatan S ketimur dari kota T , sementara kecamatan L ke utara kota T..
" haha " rohli dan lainnya ketawa melihat ekspresi melanie
setelah itu mereka pindah tempat ke taman biar lebih enak ngobrolnya
setelah bel masuk rohli kembali ke kelas
waktu belajar pun berjalan lancar seperti biasa
di kelas tidak ada yang menarik
sampai akhirnya bell pulang sekolah berbunyi
tettt teettt teeetttt
rohli ngirim whatsapp ke vina
" jangan dulu keluar kelas.. biar aku jemput "
sent√
tidak butuh waktu lama, chat nya di balas vina
"oke"
" gue duluan gengg.. " seru rohli ke temen kelasnya
" yokkk " seru teman kelas nya
" lanjut.. "
rohli langsung bergegas ke kelas vina
setelah sampai dia kelas vina.. tampak sudah sepi dan hanya tinggal mereka berempat di kelas
" nah itu rohli datang.. ayo pulang " seru mawar
" lain emang kalau sedang kasmaran " ejek susan
pun
vina memerah menepuk bahu susan
" haha udah udah, kasian vina malu tuh " ucap rohli mendekat
" yaudah ayo pulang " kata melanie
rohli dan vina berjalan barengan di belakang ketiganya
tidak seperti yang lain pulang naik angkot. vina dan rohli tentu harus ke parkiran dulu
" bagaimana dengan ibu? " tanya rohli
" ibu? sekarang dia sudah sangat baik, cuma masih belum sepenuhnya sehat. masih butuh waktu kayaknya , lumayan li dia sekarang sudah bisa berjalan dengan normal. " ungkap vina
" hehe bagus. Gimana. kalau kita beli makanan dulu sebelum ke rumah mu, mayan buat cemilan. eh pasti ibu mu belum makan kan. kamu juga. sekalian kita beli makan, aku juga sedikit laper " kata rohli
mereka tidak lama lama langsung bergegas setelah mengambil motor di parkiran
1 jam berlalu
rohli dan vina sudah di rumah
__ADS_1
tidak perlu menekan bell. vina sendiri membawa kunci pagar cadangan
vina dan ibu tinggal berdua , entah kenapa rohli selalu dekat dengan keluarga yang sudah tidak memilik kepala rumah tangga.. entah itu vina, fatma
mungkin selanjutnya akan terjadi lagi tapi tidak ada yang tahu masa depan
mungkin rohli menemukan keluarga lengkap tapi headfamily nya baik, dan bisa jadi sombong , pemarah
tapi di depan rohli semua itu bukan masalah.
ngalir aja
sekarang sudah jam 2 sore hari
di dalam rumah.. tampak sepi
' kemana ibu vina? mungkin tidur siang ' pikir rohli
rohli langsung rebahan di sofa
sementara vina kekamarnya berganti baju + mau manggil ibu nya
rohli sendiri cuma memakai kaos putih oblong dan sweter, sementara seragamnya disimpan dalam tas nya
sebenarnya rohli merasa tidak nyaman akibat keringat tadi di sekolah, jadi pengen segera mandi.
memikirkan itu rohli buru buru berdiri dan berjalan ke arah kepergian vina
rumah vina memiliki 4 kamar , 1 kamar tamu ,1 ruang tamu 1 dapur , juga kamar mandi umum
kaluarga vina bukan orang kaya, setidaknyaknya berkecukupan. bukan menengah ke bawah atau ke atas.. di tengah tengahnya
apalagi dengan dengan ketidak adaan sosok bapak , ibu vina harus berjuang sendirian untuk menghidupi vina.. dan yang menyedihkan ibu vina terkena musibah itu.. mungkin tabungannya udah menipis.. untung ketemu rohli
pintu kamar vina agak terbuka. rohli yang melewati di depan kamar nya mau tidak kau melirik
apa yang tidak di kira rohli adalah vina yang hanya memeakai bra dan cd.. dan vina baru mengangkat cd nya baru sampai di pahanya. membuat rohli melihat paha atas dan pan**t yang tampak putih mulus tanpa noda.
namun untungnya vina berdiri menyamping dari hadapan rohli sehingga lembah surga nya tidak kelihatan. meski begitu , rohli yang melihat keindahan di depan matanya seakan ingin menghampiri untuk menikmati nya
rohli cepet geleng kepala membuag pikiran bejatnya tapi tetep menonton.
'ya kali melewatkan, kesempatan itu mahal ' batin rohli
sudah panas dingin aja rohli menikmati pemandangan indah , rohli melihat teliti gunung imut vina yang masih berukuran standart cewek 18 th . ya mayan.. meski tidak setingkat fatma yang miliknya agak besar
tapi meski begitu postur tubuh vina itu seksi .. pan**t agak besar.. mungkin itu kelebihan vina. dan fatma bagian depan doang, belakang mash standart .. terlepas dari itu mereka berdua sama sama cantik.. vina dengan kecantikan ciri khas china putih bening dan fatma ciri khas jawa kuning langsat plus mata sayu
jiwa tentakel rohli meronta ronta memikir kannya.. seakan ingin menjerat semua keindahan di matanya
lagi pula selama dia mampu menafkahi jiwa dan raganya , semua pantangan akan meredup.. juga rohli memiliki modal untuk mendominasi
segera rohli buru buru bergegas melanjutkan ke belakang setelah vina hampir selesai berganti baju , tengsin banget kalau sampai ketahuan ngintip
sementara vina yang sudah selesai dia langsung ke depan, ke ruangtamu dimana rohli sedang rebahan di sofa sebelumnya
" lah kemana anak itu? " gumam vina bertanya tanya melihat di sofa sudah tidak ada penampakan rohli
" masak pulang? tidak mungkin dia pulang tidak bilang bilang. ahh masak iya dia pulang " gumam vina lagi mencari kesana kemari
" awas aja nanti kalau ketemu " gumam kesel.. merasa kehilangan. vina sebenarnya masih ingin berduaan bareng rohli, sejak waktu itu vina sudah memiliki rasa kepada rohli. tapi ya namanya pemalu pasti tidak akan proaktif, juga masak iya baru kenal langsung ketara gitu ,malu banget vina
vina merobohkan diri ke sofa tampak frustasi ,membayangkan wajah rohli yang tersenyum
" uhh " bibir vina mengerucut.. sambil mengambil hp nya
membuka whatsapp nya.. melihat foto dp profil rohli.. yaitu foto rohli memangku gitar dengan singlet doang dan di lehernya memakai kalung benang hitam , rambut panjang quiff nya
pipi vina tanpa sadar merona
' tampan sekali ' batin vina
tidak puas dengan hanya satu foto ,vina membuka apps instagram rohli
10 menit sejak rohli menonton vina di kamar, rohli sudah selesai mandi di kamar mandi belakang..
" huhh" gumam rohli.. rohli merasa segar kembali.. dia mengambil parfum di tas nya menyemprotkan di leher dan pergelangan tangan..
parfum memang selalu di bawa oleh rohli yang mana dia suka harum jadi dia bawa tuh kalau sekolah... padahal sejak meminjm ramuan surgawi membuatnya wangi segar tapi membawa parfum sudah jadi kebiasaannya jadi sulit mengubahnya..
setelah itu rohli kembali ke ruang tamu
" wah... asik banget kayaknya.. lagi ngapain vin? "
rohli melihat vina senyum senyum sendiri dengan hp nya
" eh? " vina tampak terkejut mendengar suara itu, menoleh ke arah nya
' what??? bukannya sudah pulang?? '
rohli menghampiri dan duduk di sebelahnya
" lagi liat apa sih sanyam senyum gitu, mana coba aku liat? "
vina langsung menyimpan hp nya seketika takut ketahuan
" anu.. li.. itu ak...ga liat apa apa kok , video lucu aja tadi " kata vina agak tergagap
rohli manggut manggut
" humm ... kok gugup gitu.. bohong ya?? hayoo liat apa tuh "
pipi vina memerah
" beneran li.. suerr " vina menunjukan 2 jari nya
' duh malu banget.. untung gak ketahuan ' batin vina
" hahaaa iya deh percaya aku " ucap rohlu tertawa kecil.. tidak memaksa vina.. padahal rohli yakin vina tidak mengakatakan sebenarnya
" oh ya kamu dari mana? aku kira udah pulang " kata vina mengalihkan topik. memang benar vina bingung..
" oh.. itu tadi aku dari kamar mandi.. gerah banget. aku tadi numpang mandi tidak apa apa kan??? " jawab rohli seadaanya
" walah.. kirain dari mana.. ya tidak apa apa li . duh.. lupa.. kamu mau minum apa?? " kata vina menepuk jidatnya lupa belum ngambil minuman.. biasa namanya adat yaa harus di lestarikan..
" wes tidak usah repot repot vin.. santai ae . btw ibu kok tidak kelihatan? lagi kemana ?? " tanya rohli yang dari tadi tidak melihat ibu vina.. rumah pun sepi sekali
vina tampak sedang mikir
" hmmm emm paling lagi di belakang li.. " jawab vina ..
" belakang?? maksudnya? " rohli bingung mendegar jawaban vina
" di belakang ada taman kecil li.. ibu punya tanaman bunga bunga , dia biasanya nyiram bunga . sudah lama juga ibu tidak menyiram bunga.. jadi mungkin di sana" kata vina
__ADS_1
mendengar itu rohli seketika paham
kemudian vina ngajak rohli pergi ke taman kecil