System Hadiah

System Hadiah
system hadiah


__ADS_3

di perjalanan pulang ,di dalam angkot


vina sudah tidur di pundak rohli


"system.. tolong buka 2 gold box nya "


( oke tuan rumah )


( gold box 1 di buka )


( selamat tuan rumah mendapatkan uang 100 juta )


( selamat tuan rumah mendapatkan keahlian mekanik super + alat )


( selamat tuan rumah mendapatkan cincin ruang )


( gold box ke 2 di buka )


( selamat tuan rumah mendapatkan ramuan surgawi )


( selawat tan rumah mendapakan keahlian kejawen kuno )


( selamat tuan rumah mendapatkan buah daya tarik milf )


tiba tiba ada cincin giok hitam dop di jari nya rohli


" ramuan dan barang ada di cincin ruang tuan rumah. dan tuan rumah tidak perlu khawatir, semua hal yang di berikan system sudah dalam keadaan legal."


( mau di pasang sekarang? )


" nanti aja system.. oh ya aku panggil bor aja. .sekarang pasang keahlian nya aja bor. ramuan dan buahnya nanti aja . "


( baik )


( pemasangan keahlian mekanik super, kejawen kuno di prosess)


(1%..5%...10%.........100%)


rohli sudah menggertakan gigi dikira akan sangat menyakitkan. ternyata tak sesakit seperti novel novel itu.


rasanya hanya sedikit nyeri di otaknya dan darah uratnya seperti nyerii beberapa saat


banyak kenangan mengalir ke otaknya.


sekarang rohli seperti master kejawen dan ahli mikanek yang sudah berlatih ratusan tahun


" terimakasih borr "


(haha kesenangan tuan rumah adalah kesenangan system)


meski hadiah nya sangat mencengangkan tapi dengan ketenangan rohli itu tidak membuatnya nge blank


tidak menepis bahwa darah rohli sedikit berdesir.. apalagi keahlian yang di dapat yaitu mekanik dan dukun kuno ..yang pas dengan kehidupan rohli


mekanik yaitu jurusan yang di pilih rohli di sekolahnya. di desa rohli tidak ada yang memiliki kemampuan memperbaiki mesin entah itu motor, mobil, kipas dll..


niat awalnya rohli ingin membuka bengkel kecil di rumahnya. karna awal nya rohli berpikir sulitnya pekerjaan di kabupaten atau bahkan di kecamatannya. juga dia tidak punya modal untuk melanjutkan studinya.. dapat beasiswa pun jjuga tidak memungkinkan. hidup di kota juga biaya hidup meningkat, tidak seperti di rumah


oleh karena itu rohli berpikir lebih baik belajar jurusan otomotif itu dengan serius


dan sekarang dapat system yang memberikan keahlian mekanik super . dapat system aja sudah membuat pandangan hidup rohli berubah


uang? sudah tidak mumet lagi. dia sudah punya 100 juta di genggamannya


kerjaan? sekarang lumayan lah dengan mekanik dan dukun


lah keahlian duku bisa cari uang? bisa. bisa banget. banyak masalah non medis terjadi di pedesaan rohli. seperti santet, guna guna, dan lain lain. tapi kayaknya rohli tidak akan menggunakan itu untuk di jadikan alat mata pencaharian


banyak hal yang bisa di gunakan rohli untuk mendapatkan uang.


tapi kalau ada yang mau ngasih ya rohli ambil


' jika di bayar ya ambil . kalau tidak pun tidak apa apa '


jadi mungkin itu di gunakan ke orang yang di kenal aja. tidak untuk umum


20 menit berlalu..


akhirnya angkot nya sampai di gang rumah vina. vina tinggal di komplek kecamatan. sedang rohli di pelosok desa


rumah vina hanya 100 meteran dari jalan raya


" ini bang , dua orang"


rohli membayar 4 ribu rupian. pelajar cuman 2 ribu per orang


lain dengan bukan pelajar


" vin bangun .... dah sampai "


vina mengerjapkan mata dan membuka


"??? " bingung


rohli senyum aja


" iya ayo turun ,kita udah sampai . rumah mu di gang delima 04 kak ?"


vina yang sudah sadar mengangguk


mereka turun dari angkot


" makasih bang "


kernik nya senyum melihat mereka berdua


" oke.. hati hati "


seru nya


....


melihat vina masih agak lemas rohli geleng geleng senyum masam


" hmm mau di gendong ?"


mendengar ajakan rohli dia malu


" tidak usah deh li, rumah ku deket kok "


rohli maju ke depan nya dan jongkok


" ayo naik. jangan nolak "


"tapiii.. "


" udah santai aja tidak apa apa "


dengan pasrah vina mau di gendong rohli


bukit lembut vina sangat terasa di punggung rohli


' uhh mana tahan ' pikir rohli agak linglung

__ADS_1


Beberapa menit berlalu


" vin.. dimana rumahnya?? "


tanya rohli


tidak ada jawaban


" vin..?? rumahnya loh.. aku tidak tau "


tanya rohli lagi


tidak ada jawaban juga


" tidur vin??? "


rohli menoleh memang vina memejamkan matanya


wajah rohli sangat dekat dengan wajah vina hingga nafas vina menerpa kulit tengkut rohli


' ampun dah.. untung cantik ' pikir rohli


bulu kuduk rohli udah berdiri


dia tetep berjalan hingga dia melihat bapak bapak 50 tahunan.


rohli menghampirinya


" permisi pak. numpang nanya, rumah vina di mana ya pak? "


bapak yang di tanyai itu segera ngeh kalau yang di gendong rohli adalah vina itu sendiri


"vina?? anaknya bu dahlia?? " tanya bapak itu


rohli juga bingung. dia tidaj tau apakah vina ini anaknya bu dahlia


" kurang tau pak, vina yang sekolah di SMK negeri 2 di kota pak? " tanya rohli


" hmm iya itu vina anak nya bu dahlia.. eh itu bukannya vina??? " bapak itu sedikit terkejut melihat vina yang di gendong rohli


" ah bapak kenal vina? di mana rumah vina pak" tanya rohle tidak menyangka


tampak raut muka heran di wajah bapak itu


rohli yang paham mengatakan


" oh ini vina sakit pak. jadinya pulang duluan dari sekolah pak "


akhirnya bapak menjawab


" vina ini tetangga saya nak. tuh di sebelah rumahnya " katanya sambil menunjuk ke salah satu rumah di belakang


tampak rumah vina agak besar dan juga elegan


'anak orang kaya ternyata vina ' pikir rohli


" yang ada mobilnya itu ya pak?? "


" betul. "


" baik pak. terimakasih pak. saya ke sana dulu. mari pak"


.....


rohli sudah di depan pagar rumah vina


sekali lagi rohli memanggil vina


vina tersadar dari tidur nya


memandang sekitar


" umm dimana ini?? "


" dih kita udah sampek depan rumah mu ini.. gimana ini ??"


" eh sudah sampek kah?? maaf maaf " ucapnya malu malu


vina turun dari gendongan rohli ,berjalan ke sisi gerbang


tilulittt tiluliitt


' hufft ternyata ada bell nya ' gumam rohli


tidak berapa lama ada orang dari dalam membuka pagar


" non udah pulang? "


" iya bi " jawab vina dan menoleh ke rohli


" jangan pulang dulu li.. mampir dulu "


rohli menganggug mengikuti vina mamasuki halaman rumah vina


walau tidak terlalu besar rumah vina cukup besar di bandingkan dengan rumah rohli yang hanya 2 kamar 1 dapur.. ya kalau tanah masih luasan milik ibu rohli.. secara itu peninggalan turun temurun yang tak mungkin ibu rohli jual.. sekarang aja cuma rumah dan di sampingnya tanah kosong bisa di bilang kebun


eh itu juga di samping rumah rohli ada kedai atau warteg. yah warteg kicil kecilan ibu rohli . rohli dan ibunya hidup dengan jualan makanan


kembali ke rumah vina


halaman nya juga cukup besar .bisa menampung 10 mobil sedan , sekitar 90 m persegi luas tanahnya dan rumahnya 40 m persegi


juga bisa di bilang rumahnya tipe minimalis


di dalam rohli di persilahkan duduk di ruang tamu . vina juga duduk


rohli memandang sekeliling rumah , rohli juga merasakan hawa dingin di rumah ini.. yang mana dinginnya itu bukan dingin ac atau yang lain


sebenar nya rohli pas baru sampek tadi di luar pagar melihat rumah vina dia atasnya ada asap hitam.. ya mata batin rohli sudah kebuka ketika mendapatkan ilmu kejawen tadi


dan di dalem ini rohli merasa dingin menusuk ke tulang


" rumah besar gini enak ya vin" ucap rohli santai sambil tetep memandangi sudut sudut ruang tamu vina


rohli melihat gumpalan asap hitam pekat keluar salah satu kamar


" haha besar tapi sepi sama aja tidak enak li.. " jawab vina


" kok aku tidak liat ibu mu, ibunya di mana ? lagi keluar tah?" menoleh ke vina


" ibu ada di kamar sakit " jawab vina ringan


" hmm " rohli terdiam


kepala vina di tekuk


"sakit apa vin? " roh melihat vina tampak sedih


" ya begitu.. ibu sering ngantuk , sekali tidur bisa 1 hari 1 malam, kadang juga sampai 3 hari . .. "


"hah?? kok bisa " tanya rohli


tapi sebelum itu bibi art datang hingga vina tidak melanjutkan perkataannya

__ADS_1


setelah itu dia balik ke belakang


" nah ini minum dulu li.. "


di berikan minuman itu ke rohli


" hehehe segar nih kayaknya.. aku minum ya vin" ucap rohli semeringah melihat es jeruk suguhan bibi art


" tau aja bibi nya kalau lagi panas panas di kasih es jeruk wkwkwk "


vina ckikikan melihat rohli yang blak blakan tanpa jaga image itu


mereka ngobrol seakan tidak ada habis nya hingga 20 menit kemudian


setelah meneguk rohli bertanya ke vina


" btw tadi pas awal itu kamu bilang ibu mu kenapa ??"


" hmm ibu sakit. sakit nya aneh . aku sudah membara nya berobat ke rumah sakit tapi hasilnya tidak ada apa apa "


ucapnya lirih


" kok bisa??? " rohli terkejut beberapa saat kemudia ' jangan jangan?? ' rohli tersadar. dan inget dengan gumpalan hitam di atas rumah dan di kamar tadi itu .


segera rohli bertanya lagi


" ibu mu tidur di mana?? " tanya rohli


vina heran melihat keterkejutan dan perubahan ekspresi rohli


" itu.. ibu tidur di kamar depan " kata vina sambil menunjuk ke kamar yang di lihat rohli ada gumpalan hitam


rohli tadi nya berpikir bahwa asap hitam di atas rumah vina itu cuma hawa negative dari makhluk halus penunggu gitu


karna memang maklum di setiap tempat pasti ada penghuninya "makhluk gaib"


tapi mendengar cerita vina membuat rohli berubah pikiran..


rohli langsung curiga . dia menarik nafas dalam dalam


lalu memandang vina. vina masih bersih tidak ada hal negative apapun.. itu yang membuat rohli tadi tidak curiga, dan hanya berpikir positive


niatnya mau pulang setelah duduk sebentar tapi melihat ini membuat rohli tidak bisa diam


" vin.. boleh lihat ibu mu tidak?"


vina terkejut


" mau lihat ibu?? "


" iya mau lihat ibu mu. katanya ibu mu sakit " ucap rohli ringan


vina mendengar itu agak senang.. dia pikir rohli peduli dengan ibu nya


" hmm iya. "


meraka berjalan ke kamar ibu vina


di dekat pintu rohli sudah merasakan tekanan.


membuka pintu , vina memang tidak merasakan apa apa


eksperesi rohli seketika seriuss..


ibu vina tidur di kasur seperti orang normal, wajah pucat dan juga terlihat lebih tua dari umurnya


badan agak kurus . energy negative di sekujur tubuh ibu vina


" begitulah li keadaan ibu, sudah 2 hari belum bangun... " kata vina sedih yang duduk di sisi ibunya menatap nya


sedangkan rohli berdiri saja memandang vina iba


air mata menetes dari kelopak mata vina


rohli mendekati vina, memeluk dari samping seolah menenangkannya .


merasakan pelukan rohli vina reflect memeluk balik. mungkin memang butuh sandaran. vina seakan menuangkan tekanan kesedihan di pelukan rohli


sambil menepuk dan menggosok lengan vina,


" hmm tidak ada masalah yang tidak bisa di pecahkan vin, sabar aja. " bisik rohli lembut


" tapi kasian ibu li. aku tidak tau harus gimana lagi " ucap vina agak serak


setelah beberapa saat vina sudah agak tenang


dan duduk di ranjang lagi


" vin ..." panggil rohli, vina pun menoleh dengan tanda tanya di matanya


" kamu tau tidak kenapa saat kamu membawa ibu mu ke RS tapi hasilnya ibu mu tidak memiliki penyakit. ?"


vina semakin bingung


" ibu mu seperti itu bukan hal yang bisa di sembuhkan medis vin.. karena penyebab nya itu hal gaib. kamu tau santet tidak?? "


mendengar ucapan rohli membuat vina terperanjat. santet atau hal hal gaib bukanlah hal asing di tempat tinggal mereka berdua


kepala vina berdengung.. akhirnya dia sadar. sebelumnya dia tidak kepikiran sama sekali bahwa ibunya akan terkena hal hal gaib


dia terkejut heran kenapa ibunya bisa terkena hal seperti itu


" terus ibu ku terkena santet, kayaknya ibu tidak pernah punya musuh li. kok bisa " vina bingung lagi memikirnyanya


rohli menggelengkan kepala


" bukan vin. ya bisa di bilang kurang lebih sama. tapi ini bukan santet "


" jadi apa? "


" di tubuh ibu mu ada jin yang di kirim oleh orang vin , aslinya ibu mu tidak sakit. cuman ibu mu di kurung di alam mimpinya oleh jin itu. dan ibumu mengira itu hanya mimpi. dia tidak tau kalau itu semua di buat buat "


vina pucat. tapi mata nya berbinar lagi ,dia berpikir rohli tau ini semua pasti dia juga tau menyembuhkannya


" kamu tau. kamu pasti punya solusi nya kan untuk mengobati ibu ku.. " mata vina penuh harap


menghela nafas. kalau cuman hal seperti ini itu hal kecil bagi rohli yang punya ilmu kejawen kuno.


" hmm ya aku bisa "


" beneran lii? " seru vina seketika memegang lengan rohli


rohli mengelus rambut vina


"iya.. .kamu ambil ketumbar, bawang putih 1 aja dan garam dikit. cabe 3 .. air satu gelas "


vina bergegas ke dapur , meski dia juga agak tidak mengerti tapi mau gimana lagi. mungkin rohli beneran bisa menyembuhkan ibunya


beberapa menit semua nya terkumpul


memandang vina " kamu duduk agak jauh vin. apapun yang terjadi jangan ganggu aku oke!"


vina hanya bisa mengangguk menurut saja

__ADS_1


__ADS_2