
di perjalanan pulang ,di dalam angkot
vina sudah tidur di pundak rohli
"system.. tolong buka 2 gold box nya "
( oke tuan rumah )
( gold box 1 di buka )
( selamat tuan rumah mendapatkan uang 100 juta )
( selamat tuan rumah mendapatkan keahlian mekanik super + alat )
( selamat tuan rumah mendapatkan cincin ruang )
( gold box ke 2 di buka )
( selamat tuan rumah mendapatkan ramuan surgawi )
( selawat tan rumah mendapakan keahlian kejawen kuno )
( selamat tuan rumah mendapatkan buah daya tarik milf )
tiba tiba ada cincin giok hitam dop di jari nya rohli
" ramuan dan barang ada di cincin ruang tuan rumah. dan tuan rumah tidak perlu khawatir, semua hal yang di berikan system sudah dalam keadaan legal."
( mau di pasang sekarang? )
" nanti aja system.. oh ya aku panggil bor aja. .sekarang pasang keahlian nya aja bor. ramuan dan buahnya nanti aja . "
( baik )
( pemasangan keahlian mekanik super, kejawen kuno di prosess)
(1%..5%...10%.........100%)
rohli sudah menggertakan gigi dikira akan sangat menyakitkan. ternyata tak sesakit seperti novel novel itu.
rasanya hanya sedikit nyeri di otaknya dan darah uratnya seperti nyerii beberapa saat
banyak kenangan mengalir ke otaknya.
sekarang rohli seperti master kejawen dan ahli mikanek yang sudah berlatih ratusan tahun
" terimakasih borr "
(haha kesenangan tuan rumah adalah kesenangan system)
meski hadiah nya sangat mencengangkan tapi dengan ketenangan rohli itu tidak membuatnya nge blank
tidak menepis bahwa darah rohli sedikit berdesir.. apalagi keahlian yang di dapat yaitu mekanik dan dukun kuno ..yang pas dengan kehidupan rohli
mekanik yaitu jurusan yang di pilih rohli di sekolahnya. di desa rohli tidak ada yang memiliki kemampuan memperbaiki mesin entah itu motor, mobil, kipas dll..
niat awalnya rohli ingin membuka bengkel kecil di rumahnya. karna awal nya rohli berpikir sulitnya pekerjaan di kabupaten atau bahkan di kecamatannya. juga dia tidak punya modal untuk melanjutkan studinya.. dapat beasiswa pun jjuga tidak memungkinkan. hidup di kota juga biaya hidup meningkat, tidak seperti di rumah
oleh karena itu rohli berpikir lebih baik belajar jurusan otomotif itu dengan serius
dan sekarang dapat system yang memberikan keahlian mekanik super . dapat system aja sudah membuat pandangan hidup rohli berubah
uang? sudah tidak mumet lagi. dia sudah punya 100 juta di genggamannya
kerjaan? sekarang lumayan lah dengan mekanik dan dukun
lah keahlian duku bisa cari uang? bisa. bisa banget. banyak masalah non medis terjadi di pedesaan rohli. seperti santet, guna guna, dan lain lain. tapi kayaknya rohli tidak akan menggunakan itu untuk di jadikan alat mata pencaharian
banyak hal yang bisa di gunakan rohli untuk mendapatkan uang.
tapi kalau ada yang mau ngasih ya rohli ambil
' jika di bayar ya ambil . kalau tidak pun tidak apa apa '
jadi mungkin itu di gunakan ke orang yang di kenal aja. tidak untuk umum
20 menit berlalu..
akhirnya angkot nya sampai di gang rumah vina. vina tinggal di komplek kecamatan. sedang rohli di pelosok desa
rumah vina hanya 100 meteran dari jalan raya
" ini bang , dua orang"
rohli membayar 4 ribu rupian. pelajar cuman 2 ribu per orang
lain dengan bukan pelajar
" vin bangun .... dah sampai "
vina mengerjapkan mata dan membuka
"??? " bingung
rohli senyum aja
" iya ayo turun ,kita udah sampai . rumah mu di gang delima 04 kak ?"
vina yang sudah sadar mengangguk
mereka turun dari angkot
" makasih bang "
kernik nya senyum melihat mereka berdua
" oke.. hati hati "
seru nya
....
melihat vina masih agak lemas rohli geleng geleng senyum masam
" hmm mau di gendong ?"
mendengar ajakan rohli dia malu
" tidak usah deh li, rumah ku deket kok "
rohli maju ke depan nya dan jongkok
" ayo naik. jangan nolak "
"tapiii.. "
" udah santai aja tidak apa apa "
dengan pasrah vina mau di gendong rohli
bukit lembut vina sangat terasa di punggung rohli
' uhh mana tahan ' pikir rohli agak linglung
__ADS_1
Beberapa menit berlalu
" vin.. dimana rumahnya?? "
tanya rohli
tidak ada jawaban
" vin..?? rumahnya loh.. aku tidak tau "
tanya rohli lagi
tidak ada jawaban juga
" tidur vin??? "
rohli menoleh memang vina memejamkan matanya
wajah rohli sangat dekat dengan wajah vina hingga nafas vina menerpa kulit tengkut rohli
' ampun dah.. untung cantik ' pikir rohli
bulu kuduk rohli udah berdiri
dia tetep berjalan hingga dia melihat bapak bapak 50 tahunan.
rohli menghampirinya
" permisi pak. numpang nanya, rumah vina di mana ya pak? "
bapak yang di tanyai itu segera ngeh kalau yang di gendong rohli adalah vina itu sendiri
"vina?? anaknya bu dahlia?? " tanya bapak itu
rohli juga bingung. dia tidaj tau apakah vina ini anaknya bu dahlia
" kurang tau pak, vina yang sekolah di SMK negeri 2 di kota pak? " tanya rohli
" hmm iya itu vina anak nya bu dahlia.. eh itu bukannya vina??? " bapak itu sedikit terkejut melihat vina yang di gendong rohli
" ah bapak kenal vina? di mana rumah vina pak" tanya rohle tidak menyangka
tampak raut muka heran di wajah bapak itu
rohli yang paham mengatakan
" oh ini vina sakit pak. jadinya pulang duluan dari sekolah pak "
akhirnya bapak menjawab
" vina ini tetangga saya nak. tuh di sebelah rumahnya " katanya sambil menunjuk ke salah satu rumah di belakang
tampak rumah vina agak besar dan juga elegan
'anak orang kaya ternyata vina ' pikir rohli
" yang ada mobilnya itu ya pak?? "
" betul. "
" baik pak. terimakasih pak. saya ke sana dulu. mari pak"
.....
rohli sudah di depan pagar rumah vina
sekali lagi rohli memanggil vina
vina tersadar dari tidur nya
memandang sekitar
" umm dimana ini?? "
" dih kita udah sampek depan rumah mu ini.. gimana ini ??"
" eh sudah sampek kah?? maaf maaf " ucapnya malu malu
vina turun dari gendongan rohli ,berjalan ke sisi gerbang
tilulittt tiluliitt
' hufft ternyata ada bell nya ' gumam rohli
tidak berapa lama ada orang dari dalam membuka pagar
" non udah pulang? "
" iya bi " jawab vina dan menoleh ke rohli
" jangan pulang dulu li.. mampir dulu "
rohli menganggug mengikuti vina mamasuki halaman rumah vina
walau tidak terlalu besar rumah vina cukup besar di bandingkan dengan rumah rohli yang hanya 2 kamar 1 dapur.. ya kalau tanah masih luasan milik ibu rohli.. secara itu peninggalan turun temurun yang tak mungkin ibu rohli jual.. sekarang aja cuma rumah dan di sampingnya tanah kosong bisa di bilang kebun
eh itu juga di samping rumah rohli ada kedai atau warteg. yah warteg kicil kecilan ibu rohli . rohli dan ibunya hidup dengan jualan makanan
kembali ke rumah vina
halaman nya juga cukup besar .bisa menampung 10 mobil sedan , sekitar 90 m persegi luas tanahnya dan rumahnya 40 m persegi
juga bisa di bilang rumahnya tipe minimalis
di dalam rohli di persilahkan duduk di ruang tamu . vina juga duduk
rohli memandang sekeliling rumah , rohli juga merasakan hawa dingin di rumah ini.. yang mana dinginnya itu bukan dingin ac atau yang lain
sebenar nya rohli pas baru sampek tadi di luar pagar melihat rumah vina dia atasnya ada asap hitam.. ya mata batin rohli sudah kebuka ketika mendapatkan ilmu kejawen tadi
dan di dalem ini rohli merasa dingin menusuk ke tulang
" rumah besar gini enak ya vin" ucap rohli santai sambil tetep memandangi sudut sudut ruang tamu vina
rohli melihat gumpalan asap hitam pekat keluar salah satu kamar
" haha besar tapi sepi sama aja tidak enak li.. " jawab vina
" kok aku tidak liat ibu mu, ibunya di mana ? lagi keluar tah?" menoleh ke vina
" ibu ada di kamar sakit " jawab vina ringan
" hmm " rohli terdiam
kepala vina di tekuk
"sakit apa vin? " roh melihat vina tampak sedih
" ya begitu.. ibu sering ngantuk , sekali tidur bisa 1 hari 1 malam, kadang juga sampai 3 hari . .. "
"hah?? kok bisa " tanya rohli
tapi sebelum itu bibi art datang hingga vina tidak melanjutkan perkataannya
__ADS_1
setelah itu dia balik ke belakang
" nah ini minum dulu li.. "
di berikan minuman itu ke rohli
" hehehe segar nih kayaknya.. aku minum ya vin" ucap rohli semeringah melihat es jeruk suguhan bibi art
" tau aja bibi nya kalau lagi panas panas di kasih es jeruk wkwkwk "
vina ckikikan melihat rohli yang blak blakan tanpa jaga image itu
mereka ngobrol seakan tidak ada habis nya hingga 20 menit kemudian
setelah meneguk rohli bertanya ke vina
" btw tadi pas awal itu kamu bilang ibu mu kenapa ??"
" hmm ibu sakit. sakit nya aneh . aku sudah membara nya berobat ke rumah sakit tapi hasilnya tidak ada apa apa "
ucapnya lirih
" kok bisa??? " rohli terkejut beberapa saat kemudia ' jangan jangan?? ' rohli tersadar. dan inget dengan gumpalan hitam di atas rumah dan di kamar tadi itu .
segera rohli bertanya lagi
" ibu mu tidur di mana?? " tanya rohli
vina heran melihat keterkejutan dan perubahan ekspresi rohli
" itu.. ibu tidur di kamar depan " kata vina sambil menunjuk ke kamar yang di lihat rohli ada gumpalan hitam
rohli tadi nya berpikir bahwa asap hitam di atas rumah vina itu cuma hawa negative dari makhluk halus penunggu gitu
karna memang maklum di setiap tempat pasti ada penghuninya "makhluk gaib"
tapi mendengar cerita vina membuat rohli berubah pikiran..
rohli langsung curiga . dia menarik nafas dalam dalam
lalu memandang vina. vina masih bersih tidak ada hal negative apapun.. itu yang membuat rohli tadi tidak curiga, dan hanya berpikir positive
niatnya mau pulang setelah duduk sebentar tapi melihat ini membuat rohli tidak bisa diam
" vin.. boleh lihat ibu mu tidak?"
vina terkejut
" mau lihat ibu?? "
" iya mau lihat ibu mu. katanya ibu mu sakit " ucap rohli ringan
vina mendengar itu agak senang.. dia pikir rohli peduli dengan ibu nya
" hmm iya. "
meraka berjalan ke kamar ibu vina
di dekat pintu rohli sudah merasakan tekanan.
membuka pintu , vina memang tidak merasakan apa apa
eksperesi rohli seketika seriuss..
ibu vina tidur di kasur seperti orang normal, wajah pucat dan juga terlihat lebih tua dari umurnya
badan agak kurus . energy negative di sekujur tubuh ibu vina
" begitulah li keadaan ibu, sudah 2 hari belum bangun... " kata vina sedih yang duduk di sisi ibunya menatap nya
sedangkan rohli berdiri saja memandang vina iba
air mata menetes dari kelopak mata vina
rohli mendekati vina, memeluk dari samping seolah menenangkannya .
merasakan pelukan rohli vina reflect memeluk balik. mungkin memang butuh sandaran. vina seakan menuangkan tekanan kesedihan di pelukan rohli
sambil menepuk dan menggosok lengan vina,
" hmm tidak ada masalah yang tidak bisa di pecahkan vin, sabar aja. " bisik rohli lembut
" tapi kasian ibu li. aku tidak tau harus gimana lagi " ucap vina agak serak
setelah beberapa saat vina sudah agak tenang
dan duduk di ranjang lagi
" vin ..." panggil rohli, vina pun menoleh dengan tanda tanya di matanya
" kamu tau tidak kenapa saat kamu membawa ibu mu ke RS tapi hasilnya ibu mu tidak memiliki penyakit. ?"
vina semakin bingung
" ibu mu seperti itu bukan hal yang bisa di sembuhkan medis vin.. karena penyebab nya itu hal gaib. kamu tau santet tidak?? "
mendengar ucapan rohli membuat vina terperanjat. santet atau hal hal gaib bukanlah hal asing di tempat tinggal mereka berdua
kepala vina berdengung.. akhirnya dia sadar. sebelumnya dia tidak kepikiran sama sekali bahwa ibunya akan terkena hal hal gaib
dia terkejut heran kenapa ibunya bisa terkena hal seperti itu
" terus ibu ku terkena santet, kayaknya ibu tidak pernah punya musuh li. kok bisa " vina bingung lagi memikirnyanya
rohli menggelengkan kepala
" bukan vin. ya bisa di bilang kurang lebih sama. tapi ini bukan santet "
" jadi apa? "
" di tubuh ibu mu ada jin yang di kirim oleh orang vin , aslinya ibu mu tidak sakit. cuman ibu mu di kurung di alam mimpinya oleh jin itu. dan ibumu mengira itu hanya mimpi. dia tidak tau kalau itu semua di buat buat "
vina pucat. tapi mata nya berbinar lagi ,dia berpikir rohli tau ini semua pasti dia juga tau menyembuhkannya
" kamu tau. kamu pasti punya solusi nya kan untuk mengobati ibu ku.. " mata vina penuh harap
menghela nafas. kalau cuman hal seperti ini itu hal kecil bagi rohli yang punya ilmu kejawen kuno.
" hmm ya aku bisa "
" beneran lii? " seru vina seketika memegang lengan rohli
rohli mengelus rambut vina
"iya.. .kamu ambil ketumbar, bawang putih 1 aja dan garam dikit. cabe 3 .. air satu gelas "
vina bergegas ke dapur , meski dia juga agak tidak mengerti tapi mau gimana lagi. mungkin rohli beneran bisa menyembuhkan ibunya
beberapa menit semua nya terkumpul
memandang vina " kamu duduk agak jauh vin. apapun yang terjadi jangan ganggu aku oke!"
vina hanya bisa mengangguk menurut saja
__ADS_1