System Kemurkaan

System Kemurkaan
3. Jab


__ADS_3

Lebih dari tiga hari Lein terus mengulang misi olahraganya. Kini tubuhnya tidak sekurus dulu, sudah terisi dengan daging. Ototnya juga mulai terbentuk.


"Status"


[Nama: Lein]


[Level: 15 (14.400/15.000)]


[MP: 50]


[Strength: 180]


[Agility: 2]


[Intelligence: 5]


[Charisma: 1]


[Status Point: 150]


[Item:


- Technique Class F (1)]


- Roti (56)


- Air Putih botol (34)]


[Sihir: -]


[Technique: -]


Lein memegang dagunya, "Strength ku sudah besar sekali, tapi masih belum bisa memberikan goresan pada pintu itu," Dia menjambak rambutnya yang sedikit memanjang.


[Tuan bisa menggunakan status point anda]


"Oh iya! Aku ingin menggunakan seluruh point statusku!"


[Poin digunakan ....]


[Strength (+100)]


[Intelligence (+50)]


"Tu-Tunggu ... kenapa kau menggunakanya?! Aku kan belum memutuskan!"


[Status Point digunakan secara otomatis, sistem lah yang menentukan status apa yang akan ditingkatkan]


"Kenapa bisa begitu?! Harusnya terserah diriku bukan?!"


[Ini demi kebaikan tuan]


"Dasar kau ...," Lein menatap pintu besi yang kokoh. Tangannya terkepal, dia merasa percaya diri, dengan Strength-nya yang berada di angka hampir 300, Lein berpikir dia bisa menghancurkan pintu itu.


BOOM!


Pukulan Lein menghasilkan suara yang sangat keras. Debu-debu yang ada di dalam penjara berhamburan kemana-mana. Namun, pintu itu masih tetap kokoh seperti semula.


"Yang benar saja ...."


[Tuan, anda masih memilikiTechnique Class F, apa anda ingin membukanya?]

__ADS_1


Lein merasa akhir-akhir ini kepalanya terasa tua, dia selalu melupakan hal yang jelas terpampang di depan matanya. "Iya, cepat gunakan ...."


[Selamat! Anda mendapatkan Technique Class F: Jab]


Lein meng-klik Technique yang baru saja didapatkannya.


[Nama: Jab]


[Kelas: F]


[Penguasaan: Pemula (0/100)]


[Kemampuan: Melepaskan 1 pukulan cepat yang mengandung dua kali lipat Strength]


[Pengguna Mana: 10]


Dengan kemampuan seperti itu, Lein berpikir jika teknik di depannya tidak pantas diberikan kelas F. "Baiklah, akan kucoba."


Lein kembali berdiri dihadapan pintu besi. Entah darimana asalnya, dia memasang kuda-kuda tinju yang tidak pernah dia pelajari.


"Jab!"


BOOM!


[Mana (-10)]


Kali ini suara yang dihasilkan jauh lebih besar dari biasanya, dibarengi dengan suara pintu besi yang bergetar.


"Masih kurang?!"


"Jab!"


"Jab!"


"Jab!


"Jab!"


"Jab!"


Lein terkapar lemah di pojok ruangan, lebih dari 100 kali dia melakukan jab pada pintu, dan yang dihasilkannya hanya bekas pukulan di permukaan pintu.


Dia juga beberapa kali mencoba melakukan jab pada tembok dan lantai penjara, tapi hasilnya jauh dari bayangan, lantai dan tembok penjara jauh lebih keras daripada pintunya.


[Penguasaan: Pemula (100/100)]


[Penguasaan Up]


[Penguasaan: Lanjutan (0/1000)]


Lein menatap panel biru itu, "Apalagi ini?"


[Setiap Technique memiliki penguasaan yang dibagi menjadi empat:



Pemula (0/100)


Lanjutan (0/1.000)


Mahir (0/10.000)

__ADS_1


Veteran (0/100.000)



Penguasaan akan meningkat jika tuan memakainya sebanyak yang ada di dalam kurung.]


"Begitu ya, lalu apa yang kudapatkan jika penguasaan ku naik?"


[Coba cek lagi teknik jab anda]


Lein menurutinya.


[Nama: Jab]


[Kelas: F]


[Penguasaan: Lanjutan (0/1.000)]


[Kemampuan: Melepaskan 1 pukulan cepat yang mengandung 4 kali lipat Strength ]


[Pengguna Mana: 7]


Lein melebarkan matanya saat melihat itu, dia yakin bisa menghancurkan pintu besi itu dengan kemampuan jab yang sudah meningkat.


"Gila! Ada untungnya juga aku melakukan hal tadi!" Lein bangkit kembali dan bersiap-siap untuk melakukan spam jab seperti tadi, sebelum sistemnya menyuruh untuk beristirahat dulu.


[Tuan, mana anda sangat rendah, sebaiknya itu dilakukan besok hari saja]


"Hah? Status."


[Nama: Lein]


[Level: 15 (14.400/15.000)]


[MP: 16 (+1/Menit)]


[Strength: 280]


[Agility: 2]


[Intelligence: 50]


[Charisma: 1]


[Status Point: 10]


[Item: ]


- Roti (56)


- Air Putih botol (34)]


[Sihir: -]


[Technique:


- Jab (F)]


Lein menghela nafasnya, "Baiklah, aku akan menunggu mana-ku penuh sembari push up dan sit up."


***

__ADS_1


__ADS_2