System Kemurkaan

System Kemurkaan
4. Misi Utama I Selesai!


__ADS_3

12 jam dihabiskan Lein untuk berolahraga. Entah kenapa, semakin besar strength yang dia miliki, dia tidak membutuhkan istirahat fisik sama sekali.


Itu adalah keuntungan yang sangat dia syukuri, Lein akan kesulitan jika tidak memilikinya.


Lein hanya naik satu level setelah berolahraga selama 12 jam lebih. Namun strength miliknya bertambah lebih 150 dari olahraga itu.


Saat ini, Lein sangat percaya diri bisa menghancurkan benteng yang menghalangi kebebasannya. "Inilah the moment of the truth!" Lein mempersiapkan posisinya, tangannya terkepal dengan erat.


"Jab!"


BOOM!


Sebuah lekukan yang sangat dalam tercipta di permukaan pintu itu. "Sepertinya tinggal beberapa pukulan saja pintu ini akan hancur."


"Jab!"


"Jab!"


"Jab!"


"Jab!"


BOOM!


Pintu besi hancur dan terlepas dari engselnya. Cahaya matahari yang terhalang oleh pintu akhirnya bisa menyinari tubuh Lein.


Lein merasa matanya tidak terbiasa dengan cahaya matahari yang menerpa. Walaupun begitu, dia akan mengingat saat ini untuk waktu yang lama.


Dikurung dalam kegelapan selama puluhan jam tentu bukan hal yang menyenangkan. Lein dengan segera keluar dari kotak kecil yang mengurungnya.


[Misi Utama I Selesai!]


[Level (+30)]


[Technique Class D (1)]


[Gold (+500)]


[Iron Gloves (D)]


[Misi Utama II]


"Tunggu, jadi selama ini aku ada di hutan?" Pepohonan yang rimbun adalah hal yang pertama kali dilihatnya. Setelah itu langit biru, awan putih, dan burung api yang memancarkan cahaya.


"Apa itu ...?"


[Di dunia ini tidak ada matahari, satu-satunya sumber cahaya adalah burung api yang terbang lambat itu.]


"Menakjubkan." Setelah itu, Lein mengecek semua yang baru saja dia dapatkan. "Status."


[Nama: Lein]


[Level: 46 (66.000/150.000)]


[MP: 366 (+1/Menit)]


[Strength: 330]


[Agility: 2]


[Intelligence: 50]


[Charisma: 1]


[Status Point: 310]


[Item: ]


- Roti (86)


- Air Putih botol (67)

__ADS_1


- Iron Gloves (1)


- Technique Class D (1)


- Gold (500)]


[Sihir: -]


[Technique:


- Jab (F)]


"Levelku naik banyak, gunakan seluruh status pointku sistem!"


[Menggunakan Status Point ....]


[Strength (+210)]


[Intelligence (+60)]


[ Agility (+40)]


Angin segar menerpa kulit Lein, tubuhnya terasa lebih ringan. Kekuatannya pun bertambah berkali-kali lipat.


"Baiklah, selanjutnya ...," Lein memutuskan untuk membuka Technique Class D nya.


[Selamat! Anda mendapatkan Technique Class D: Iron Body]


[Nama: Iron Body]


[Kelas: D]


[Penguasaan: Pemula (0/100)]


[Kemampuan:



Pasif:


Aktif:


-Iron Punch: Melepaskan pukulan berat yang mengandung 10 kali lipat Strength pengguna. Pengguna Mana: 50]



"Gila ... aku yakin manusia biasa akan hancur menjadi debu jika terkena pukulanku ...." Selesai dengan tekniknya, Lein beralih ke item Iron Gloves.


[Nama Item: Iron Gloves]


[Kelas: D]


[Kemampuan:



Pasif:


- Don't hurt your hands: melindungi tangan pengguna dari rasa sakit. Mengurangi cidera dan rasa sakit dari memukul sebanyak 40%.


-Acceleration: Mempercepat pukulan sebanyak dua kali lipat.]



"Kali ini aku diberkahi barang yang sangat bagus. Baiklah, terakhir, mari kita buka Misi Utama II."


[Misi Utama II terbuka!]


[Judul: Jangan jadi anak hutan!]


[Kesulitan: C]

__ADS_1


[Tugas: Keluarlah dari hutan itu!]


[Hadiah: Exp (10.000.000), Sihir kelas C (1), Miracle Eyes random (1), Gold (100.000), Magic Stone (10)]


"Hanya keluar dari hutan saja dapat kesulitan C? Firasatku buruk."


Untuk langkah pertama, Lein memutuskan untuk pergi mencari sungai. Karena orang-orang bilang jika ingin keluar dari hutan, maka ikutilah sungai yang mengalir.


Lein memandang kotak hitam kecil yang pernah mengurungnya. Setelah itu dia berbalik, dan memulai perjalanan barunya.


***


Beberapa jam Lein berjalan menyusuri hutan hijau. Cuaca pada hari itu sangat terik, membuat Lein menghabiskan lebih dari 20 botol air putih.


"Sebenarnya dimana sih sungainya?! Kenapa jauh sekali!"


Suara burung terdengar, Lein menatap langit dan melihat burung putih yang terbang mengelilinginya. "Sudah tiga kali dia mengeluarkan suara, apa yang mau burung itu lakukan?"


[Jika tuan penasaran, tuan bisa mengucapkan analisa]


"Hm? Analisa?"


[Nama: Spear Bird]


[Level: 55]


"Spear Bird? Burung apa itu?" Seingat Lein, tidak ada yang namanya Spear Bird di Bumi.


[Spear Bird adalah burung yang memiliki paruh panjang seperti tombak. Paruh itu menjadi senjata utamanya, sekaligus kelemahannya. Cara mengalahkannya adalah dengan menghancurkan paruh panjang itu]


Setelah sistem berhenti menjelaskan, Spear Bird bermanuver di udara. Sekian lama terus menambah ketinggiannya, Spear Bird memutar tubuhnya seperti bor, dan menukik dengan sangat tajam.


Gelombang udara yang dihasilkan putaran Spear Bird, membuat udara menipis karena tersedot menuju putaran itu.


Lein yang melihat tornado di udara, langsung tersadar bahwa niat burung itu adalah menyerang dirinya. Dengan cepat Lein mengambil posisi, dan mengepalkan tangannya dengan erat, dia juga tidak lupa memakai Iron Gloves yang didapatnya.


"Jab dan Iron Punch!"


[Nama: Lein]


[Level: 46 (66.000/150.000)]


[MP: 16 (+1/Menit)]


[Strength: 540]


[Agility: 40]


[Intelligence: 110]


[Charisma: 30]


[Status Point: 0]


[Item: ]


- Roti (86)


- Air Putih botol (47)


- Iron Gloves (1)


- Gold (500)]


[Sihir:


- Lightning Ball]


[Technique:


- Jab (F)

__ADS_1


- Iron Punch (D)]


__ADS_2