System Kemurkaan

System Kemurkaan
6. Serangan


__ADS_3

[Sihir kelas D (1)]


[Charisma (+30)]


Lein berusaha untuk kembali ke permukaan, saat dia berhasil keluar dari dalam tanah, dia menyadari bahwa area disekitarnya telah hancur sedemikian rupa, hingga membentuk telapak tangan raksasa.


"Orang itu kenapa sih? Tiba-tiba datang, tiba-tiba menyakiti, tiba-tiba kesal? Aku tidak tahu jalan pikirannya," Lein memutuskan untuk melanjutkan misinya, dia membersihkan baju dari debu, dan berjalan ke arah utara.


Beberapa menit Lein berjalan, Lein melihat titik hitam yang semakin mendekat dengan kecepatan tinggi. Saat matanya mampu melihat jelas benda itu apa, Lein menggelengkan kepalanya.


"Aku kira kita sudah berteman,"


Spear Bird melesat dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Paruh putihnya yang sudah sedikit retak, mulai mengeluarkan percikan-percikan api, yang mengintimidasi daratan dengan tekanannya.


"System, gunakan Sihir kelas D ku."


[Selamat! Anda mendapatkan Sihir kelas D: Lightning Ball]


[Nama: Lightning Ball]


[Kelas: D]


[Mengeluarkan bola listrik yang mampu melesat secepat petir itu sendiri. Kekuatan serangannya bergantung dengan mana yang dikeluarkan]


"Hebat!" Lein dengan cepat mengambil posisi untuk membuat Lightning Ball.


[Mana -1]


[Mana -10]


[Mana -25]


[Mana -75]


[Mana -100]


[Mana -150]


[Mana -275]


[Mana -350]


[Mana -500]


Sebuah bola listrik berukuran bola basket mengamuk di atas telapak tangan Lein. Petir kuningnya yang sangat panas membuat penciptanya sendiri merasa ngeri.


"Kalau kau ingin bertarung, ayo saja!" Lein melempar bola listriknya.


Spear Bird yang sudah tertutup oleh amarah, terus menerobos bahkan saat ada bola listrik di jalurnya. Karena hal itu, Spear Bird dan bola listrik akhirnya berbenturan.


Lein melebarkan mata saat menyadari bahwa bola listriknya meledak dengan sangat besar. Menimbulkan gelombang kejut di udara, dan suara yang sangat keras dan nyaring.


Cahaya kuning yang bersinar terang membuat Lein tidak bisa melihat apa yang terjadi. Namun, suara notifikasi sistem menjelaskan semuanya.


[Selamat! Anda telah membunuh Spear Bird!]


[Exp (+550.000)]


[Technique Class D random (1)]

__ADS_1


[Level(+2)]


"Apakah setiap aku membunuh mahluk hidup, aku bisa mendapatkan teknik?"


[Iya tuan]


"Baiklah, gunakan Technique tadi."


[Selamat! Anda mendapatkan Technique Class D: Wind Step]


[[Nama: Wind Step]


[Kelas: D]


[Penguasaan: Pemula (0/100)]


[Kemampuan: Mempercepat langkah pengguna sebanyak dua kali lipat]


[Pengguna Mana: 10/Menit]


"Lumayan, jika aku meningkatkan penguasaannya, mungkin aku bisa lebih cepat." Urusan Lein dengan Spear Bird akhirnya selesai, sebelum pergi keluar dari hutan, Lein memutuskan untuk melihat statusnya terlebih dahulu.


[Nama: Lein]


[Level: 48 (200.000/250.000)]


[MP: 600 (+11/Menit)]


[Strength: 540]


[Agility: 40]


[Intelligence: 110]


[Status Point: 20]


[Item: ]


- Roti (86)


- Air Putih botol (47)


- Iron Gloves (1)


- Gold (500)]


[Sihir:


- Lightning Ball]


[Technique:


- Jab (F)


- Iron Punch (D)


- Wind Step (D)]


Saat Lein melihat statusnya, Lein menyadari ada gambar bintang kecil di sebelah panel Strength. Dia meng-klik bintang itu.

__ADS_1


[Selamat! Karena anda telah mencapai level 500 Strength, anda mendapatkan Title Baru: The Strongest 1]


[Title: The Strongest 1]


[Efek:


-Strength +5


-Immune to pain +50%]


"Title ya, lumayan juga, hal yang paling aku takuti adalah rasa sakit, jika rasa sakitku berkurang, maka ketakutan ku juga berkurang." Lein mengangguk-angguk, setelah itu, dia menggunakan Wind Step untuk pergi ke arah Utara, karena dia melihat sungai disana saat sedang bertarung dengan Verusil.


***


Beberapa jam Lein menyusuri sungai, dan tetap tidak menemukan apa-apa. "Kenapa jauh sekali? Sudah kuduga, kesulitan C bukanlah omong kosong."


Lein berhenti sejenak untuk membersihkan wajahnya. Saat melihat pantulan air, sebuah cahaya perak gemerlapan dari kejauhan.


"Apa itu?" Lein berbalik, dan sebuah anak panah menancap tepat di mata kanannya. "SAKIT SIALAN!!" Lein berteriak kencang, dia buru-buru mencabut anak panah itu.


TRANG!


Sebuah pisau membentur leher Lein. Seseorang berjubah hitam yang melakukan itu. "Memantul?"


Lein mengambil jarak dari beberapa orang yang tiba-tiba muncul. "Siapa kalian?"


Tiga orang berjubah hitam membuka tudungnya, menampilkan seorang mahluk berpenampilan seperti manusia. Namun dengan telinga yang runcing.


"Hati-hati, dia kuat." Ucap salah seorang dengan pisau di tangannya.


"Arielle, tanganmu tidak berhenti bergetar apa kau baik-baik saja?" Panah yang ada ditangannya, membuat Lein terus menatap tajam kepada wanita bertelinga runcing itu.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya meremehkannya, Maryl."


Lein tiba-tiba menyerang dengan jab-nya, pukulan yang sangat dahsyat itu, ditahan oleh pria gemuk bertelinga runcing. "Tipe kekuatan ya, kesukaanku!" Pukulan Lein dibalas oleh pria itu, tubuh Lein terpental beberapa meter akibatnya.


"Aku baru saja keluar dari penjara, tapi kenapa aku selalu diserang, sialan?!" Lein mendengus kesal, menatap ketiganya dengan tajam, mata kanannya yang sudah tidak bisa berfungsi membuatnya jadi lebih emosi.


[Mereka adalah elf, salah satu ras penghuni benua ini]


"Terimakasih Noah, kau selalu bisa diandalkan," Arielle juga sebenarnya terkejut dengan serangan Lein, jika tidak ada Noah yang menghadang, dia tidak yakin masih bisa hidup tanpa luka parah.


"Tenang saja, aku yang akan menghadapinya secara langsung, kalian dukung aku dari belakang."


"Baik!"


Arielle dan Maryl berpencar ke arah sisi kanan dan kiri Lein. Sementara Noah langsung menerjang Lein dengan tangan kosong.


"Alasannya apa?!" Lein menangkis serangan lawannya dengan perasaan bingung sekaligus marah.


Noah mengangkat tangan kanannya, karena diisi dengan mana yang sangat banyak, tangannya seolah bertambah besar berkali-kali lipat.


"Giant Anvil Punch!"


BOOM!


Ledakan asap yang membumbung tinggi tercipta. Arielle dan Maryl menggunakan itu untuk melepas serangan mereka.


BOOM!

__ADS_1


BOOM!


***


__ADS_2