
Gelombang kejut tercipta dari adu kekuatan Lein dan Spear Bird. Tangan Lein bergetar hebat, bahkan dengan sarung tangannya itu, dia masih merasa nyeri yang teramat.
Spear Bird juga bereaksi sama, paruh putihnya yang panjang juga dipenuhi oleh getaran. Sesaat Spear Bird ragu untuk menyerang lagi. Namun, keraguan itu menghilang dalam sekejap.
"Kwoakkkkkkkkk!" Spear Bird mengepakkan sayapnya, dan kembali terbang di angkasa. Kali ini mahluk itu tidak terbang terlalu tinggi. Setelah mengambil ancang-ancang sebentar, Spear Bird langsung menyerang Lein yang berdiri diam.
Lein menghadapi serangan Spear Bird dengan jab dan Iron Punch-nya. Beberapa kali Lein terkena telak oleh serangan Spear Bird, tapi berkat pasif Iron Body, Lein hanya mengalami luka ringan.
"Padahal aku sudah sekuat ini! Kenapa aku masih kalah juga?" Lein mengumpat kesal sembari melompat ke sana ke mari menghindari serangan bombardir dari Spear Bird.
"Jab!"
Serangan jab milik Lein selalu mengenai udara kosong, membuatnya sangat frustasi karena tidak tahu harus melakukan apa.
"Tunggu, dia berhenti?"
Lein menatap ke arah langit, dan menyadari ada sesuatu yang melayang di sana. Bentuknya seperti manusia.
Dia semakin mendekat, semakin jelas perawakan dari mahluk tersebut. "Manusia?"
"Hmmm ...," suara keluar dari sosok yang melayang di langit. Sosok itu memakai jubah perak yang sangat mencolok, serta berkibar dihembus angin. Wajahnya sangat tampan, terukir sempurna. Rambut peraknya yang diterpa angin, menambah pesona dari wujudnya. Kedua mata sosok itu memiliki warna yang berbeda, sebelah kanan biru dan sebelah kiri merah.
"Kupikir aku bisa mendapat hiburan di hutan ini, ternyata hanya dua butir debu." Pria itu menghela nafasnya, dan melihat Lein serta Spear Bird bergantian. "Hmmm ...," senyuman mulai terbentuk di wajahnya.
"Bagaimana jika kalian berdua menyerangku? Yang menang akan mendapatkan hadiah," Pria itu berbicara sembari menunjuk mata kanannya.
"Analisa."
Lein diam-diam melakukan analisa kepada sosok berjubah perak.
__ADS_1
[Nama: Verusil]
[Title: Kaisar Perak, The prince of the lost kingdom]
[Level: ???]
"Levelnya tanda tanya? Apa maksudnya itu?!"
[Maksudnya adalah, perbedaan level antara tuan dan sosok itu sangat jauh, sampai tidak bisa diukur]
"Siapa kau?!"
Verusil memasang wajah datarnya lagi. Namun, kali ini terasa amarah yang berkecamuk di langit. "Hanya ada jawaban ya dan tidak." Mata kiri Verusil bersinar terang. Lein dan Spear Bird merasa pundaknya sangat berat, mereka berdua jatuh dalam posisi tengkurap.
"Karena kalian diam saja, berati jawabannya ya." Verusil melepas tekanan yang menekan Lein dan Spear Bird. Dia tersenyum dengan sangat lebar, "Aku akan menggunakan mata kananku saja untuk melawan kalian, bersiaplah!"
Tanpa keraguan sama sekali, Spear Bird menyerang Verusil secara membabi buta. Serangan-serangannya begitu tajam, sangat berbeda dari saat melawan Lein.
[Sub-Misi didapatkan!]
[Judul: Berjuang sampai titik darah penghabisan]
[Kesulitan: D]
[Tugas: Kerahkan segala kemampuanmu untuk melawannya, menang atau kalah, misi selesai.]
[Hadiah: Sihir kelas D (1), Charisma (30)]
Melihat notifikasi itu, tidak ada alasan lagi untuk Lein ragu-ragu. "Baiklah, ayo kita mulai."
__ADS_1
Kombinasi serangan dari Spear Bird dan Lein menghasilkan dampak yang luar biasa. Alam yang begitu luas hancur sampai tak bersisa. Walaupun serangan mereka sangat destruktif, Verusil tidak mendapat luka sekalipun.
"Serang aku, cepat." Verusil memprovokasi Spear Bird yang sedang bermanuver diatas udara.
Spear Bird yang berhasil melakukan ancang-ancang serangan terkuatnya, menyerang Verusil dengan amarah yang memuncak. Selama dia hidup, dia adalah pemangsa dan raja dari hutan ini. Bertemu dengan dua orang yang kuat sekaligus, membuat suasana hatinya memburuk.
WOSHHHH
Paruh milik Spear Bird tepat satu meter di atas kepala Verusil. Namun, keanehan terjadi, Spear Bird tiba-tiba saja berhenti berputar, bersamaan dengan itu, mata kanan Verusil bersinar terang.
"Perlambatan 1000 kali ... kau cukup cepat ya, burung besar." Verusil menggenggam paruh Spear Bird, dan melemparnya ke arah gunung yang lumayan tinggi. Di sana, lubang berdiameter sepuluh meter tercipta dalam sekejap.
Lein memanfaatkan kelengahan Verusil untuk menyerangnya secara diam-diam, tapi dia gagal, serangannya tiba-tiba berhenti tepat sebelum menyentuh kulit kepala Verusil.
"Kau licik, kau pasti manusia."
Tangan Verusil bergerak cepat, memukul Lein tepat diwajahnya dalam waktu kurang dari satu detik.
BOOM
Lein terpental jauh, dan menabrak beberapa pohon raksasa yang tumbuh disana, sekaligus menghancurkan banyak sekali tumbuhan.
"Apa itu? Apa yang menyerangku?"
Lein menatap jejak kehancuran sepanjang 30 meter akibat dirinya yang terpental. Verusil terlihat masih diam di tempatnya berdiri, dalam satu kedipan mata, Verusil tiba-tiba berdiri dihadapan Lein yang sedang terduduk lemas.
Telapak tangannya diarahkan pada kepala Lein, "Weak push." Dorongan yang begitu dahsyat menyapu bersih seluruh tanah yang ada di sekitar Lein. Termasuk Lein yang mengendap jauh di dalam tanah.
"Selesai, hanya itu yang bisa dilakukan oleh debu seperti kalian," Verusil menggelengkan kepalanya, lalu terbang dengan sangat cepat meninggalkan Lein yang terkubur di dalam tanah.
__ADS_1
[Misi selesai!]
***